Waikabubaki-SJ.- Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tambolaka pada 21-23 menyelenggarakan Konsultasi Studi Lokal dan Konferensi Cabang ke II di aula GKS Waikabubak kabupaten Sumba Barat.
Hadir dalam kegiatan tersebut para senior-senior GMKI, Simpatisan dan seluruh anggota GMKI Tambolaka. Kagiatan dengan Tema “Berdamailah Dengan Semua Ciptaan” ini sebagai upaya dalam mengimplementasikan Visi dan Misi organisasi dibuka dengan resmi Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole disaksikan senior-senior GMKI dan simpatisan diantaranya Bupati Sumba Tengah Umbu Bintang, Pote Leba mantan bupati Sumba Barat dan lain-lain.

Senior GMKI Sumba yang juga akan tampil membawakan materi dalam konsultasi studi lokal Drs. Julianus Pote Leba, M.Si mengatakan merasa senang ada yang mau ikut GMKI, karena banyak hal yang bisa didapat di GMKI, sesuai dengan pengalamannya dulu.
“ada banyak hal positif yang bisa kita dapatkan di organisasi yang tidak diajarkan dibangku kuliah, misalnya berpidato, berdiskusi, cara berdoa saja sebagai orang Kristen tidak’ ungkapnya.
Lebih lanjut Mantan Bupati Sumba Barat ini juga mengingatkan biasanya dalam berorganisasi akan banyak menyita waktu, pikiran dan tenaga maka harus pandai-pandai membagi waktu antara mengurus organisasi dan tugas-tugas belajar di kampus.

Pote Leba juga menghimbau agar dalam Konfrensi cabang didapatkan pengurus yang permanen, sehingga pengurus ini dapat mengelola organisasi dengan baik agar output dan outcome dari organisasi ini diharapkan nyata di masyarakat. Dan untuk keanggotannya kalau bisa lebih banyak lagi yang bergabung didalam karena banyak pengalaman praktis yang akan didapat, GMKI juga harus saling sharing dengan organisasi lain seperti GMNI dan PMKRI.
Menghadapi pesta demokrasi nanti di tahun 2018 Ketua Partai Golkar kabupaten Sumba Barat ini memberi masukan agar GMKI tetap independen.
“sebagai mahasiswa memang harus banyak belajar banyak hal termasuk politik, tetapi GMKI adalah organisasi yang indenpenden, jadi kalau mau terlibat dalam politik dia cukup mengeluarkan suara gembala saja atau menampilkan syarat-syarat, dia tidak boleh terlibat dalam politik praktis” tuturnya pada awak media.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua cabang karteker Jonathan Agu Ate, S.Sos, M.Si untuk urusan politik GMKI harus tetap netral dan kritis, walaupun senior yang bertarung kita tidak akan terlibat aktif secara institusi, tetapi sebagai pribadi kita tidak akan membatasi anggota GMKI untuk menggunakan hak pilihnya.
Lebih lanjut Nathan mengatakan GMKI ini merupakan tanggung jawab bersama Pemda, Gereja dan Perguruan Tinggi (PT), sehingga mahasiswa Kristen dapat menjadi garam dan terang dunia atau menjadi kader yang tinggi iman, tinggi ilmu dan tinggi pengabdian.
“Untuk itu tentunya harus ada kegiatan-kegiatan rutin yang dimitrakan gereja, pemerintah dan PT dengan memberikan pikiran-pikiran yang kritis dan mampu memberi warna, memberi kesejukan, dan ketenngan” ungkapnya.
Terklait keanggotaan GMKI Tambolaka Dosen Undana 3 Tambolaka ini menegaskan tidak saja berasal dari SBD, tetapi dari Sumba Barat, Sumba Tengah bahkan dai luar Sumba. Nathan berharap dan menghimbau agar GMKI tidak pernah mati.
“kami percaya ini adalah gerakan Tuhan. Dan kita mempunyai modal senior-senior yang sudah menjadi pejabat-pejabat seperti Bupati, Wakil Bupati, pejabat SKPD dari SBD sampai Sumba Timur” tuturnya mangakhiri perbincangan dengan SJ. (OC$),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
