Suarajarmas.com – Polres Sumba Barat Daya (SBD) kembali menggelar operasi peneriban (razia) senjata tajam (sajam) di wilayah Wewewa. 
Pada Rabu (12/7/2023) di pimpin langsung oleh Kapolres SBD, AKBP Sigit Harimbawan, SH., S. IK., MH., melakukan razia sajam dari Wewewa hingga ke perbatasan kabupaten Sumba Barat.
Dalam razia penertiban sajam ini, sudah terkumpul 160 batang parang yang di bawah oleh masyarakat ke tempat umum.
Kapolres SBD mengatakan, razia penertiban sajam ini akan terus dilakukan untuk memastikan SBD dalam keadaan aman kondusif. Tingginya kasus kekerasan dengan menggunakan sajam hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, menjadi alasan Kapolres melakukan penertiban sajam.
“Kasus kekerasan akibat Sajam terus meningkat di SBD. Jadi mau tidak mau langkah ini yang akan kita tempuh untuk meminimalisir angka kekerasan akibat Sajam” ungkapnya. 
Sigit Harimbawan menambahkan, penertiban parang ini tidak dilakukan bagi masyarakat yang sedang dalam acara budaya Sumba misalnya urusan adat perempuan, pesta dan kedukaan.
“Kami memastikan dulu apakah masyarakat yang membawa parang itu apakah sedang dalam acara adat budaya Sumba atau tidak, jika tidak barangnya kami amankan” tutur Kapolres lebih lanjut.
Selain melakukan penertiban Polres SBD juga memberikan edukasi dan himbauan-himbauan pada masyarakat yang melintas agar tidak membawa parang kemana-mana jika bepergian. Masyarakat diminta untuk memaklumi karena dengan adanya parang yang selalu dibawa kemana-mana dapat menjadi alat untuk membuat kekerasan apabila adanya konflik. Apalagi diakibatkan pengaruh alkohol (miras).
“Penertiban akan terus kami lakukan untuk meminimalisir angka kekerasan dengan menggunakan parang” tegasnya.
Salah satu warga masyarakat yang enggan disebut namanya saat melihat langsung penertiban parang di wilayah Wewewa Timur mengatakan sangat mendukung upaya Polres dalam melakukan penertiban sajam. Hanya dirinya minta agar dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga masyarakat tidak kaget adanya razia sajam ini.
“Kita mendukung betul oprasi penertiban sajam ini. Coba sudah ada sosialisasi pasti lebih bagus lagi. Memang kebiasaan masyarakat kemana-mana selalu bawa parang. Padahal bukan dalam acara budaya” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, tim dari Polres SBD bersama Polsek Wewewa Selatan masih terus melakukan penertiban sajam dan sekaligus memberikan edukasi pada masyarakat. *** (Octa/002-23). –
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
