Tambolaka-SJ……… Pada Selasa (13/4/21) Keluarga Imanuel Horo, SH berduka, keluarga Horo kehilangan orang yang paling dicintai dalam keluarga Ny. Martha Pitang (63) baik oleh suami, anak, ponakan dan saudara serta kerabat di Rumah Sakit Karitas Weetabula Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur.

Ny. Martha Pitang kembali dengan damai ke rumah bapakNya di Surga akibat sakit yang dideritanya ditahun-tahun terakhir ini setelah pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara di SBD. Tamatan Akademi Kebidanan (P2BA) di AKPER Waingapu ini meninggalkan suami Imanuel Horo, 2 putri, Muknina Innya Horo, SH, Catherina Rambu Kapu Horo, SE dan 1 putra Hermanus Rangga Horo yang saat ini mahasiswa Teknik di UKDW Yogyakarta.

Semasa hidupnya almarhum mengbadi sebagai seorang tenaga medis, teristimewa sebagai seorang bidan yang sangat tekun dan disiplin dengan bidang pekerjaannya, selain tekun dengan tugas profesinya, almarhum juga aktif diorganisasi Dharma Wanita di Kabupaten Sumba Timur ketika mengikuti suami yang bertugas di Kabupaten Sumba Timur selama 20 Tahun. Setalah pindah di SBD dan mengabdi selama 7 tahun hingga pensiun. Almarhum dikenal sangat aktif diorganisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumba Timur dan SBD.

Almarhum juga sangat mendukung suami dalam kegiatan sosial budaya di Kampung Rangga Baki. Secara khusus almarhum pribadi yang sangat ulet dan pekerja keras mendukung suami dalam mempersiapkan dan membangun tempat kediaman baik di Waingapu, Kodi, dan Kota Tambolaka. Yang membanggakan lagi Ny. Martha paham dengan pekerjaan konstruksi bangunan bahkan kadang-kadang lebih teliti dari mandor professional.
Selain itu almarhum juga punya banyak talenta, bisa menyanyi (aktif vocal group), berkebun, tanam bunga, seni sulam, merias pengantin. Dirinya juga suka mengoleksi barang pecah belah yang biasanya disewakan.

Suami almarhum Imanuel Horo, SH yang ditemui media ini pada Selasa malam (13/4/21) mengatakan merasa sangat kaget dan tidak percaya dengan kepergian istri tercinta yang begitu cepat.
“Saya tidak percaya dengan kenyataan ini, malamnya kami masih mengobrol, bahkan selama ini kami rutin melakukan pengobatan dan pengecekan kesehatan. Tapi rencana Tuhan tidak sama dengan rencana manusia, Tuhan sudah menentukan jalan yang tepat untuk istri saya” ungkapnya sedih.

Dirinya merasa benar-benar kehilangan, karena selama ini istri tercintalah yang menjadi motor penggerak dalam kehidupan rumah tangganya bahkan juga dikeluarga besar di Rangga Baki Kodi.
“Ia adalah pahlawan keluarga kami, ia yang mengatur semua urusan dan keluarga, kami punya 4 buah rumah, semuanya istri saya yang atur dari membangun sampai memeliharanya” tuturnya.

Dipantau oleh media ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Katapaoro Kelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tambolaka SBD sejak Selasa (13/4) hingga Jumat (16/4). Keluarga dan kerabat melayat dari siang hari hingga malam hari.
Jenazah almarhum yang juga aktif di GKS Mata ini dibawa ke Kodi pada Jumat siang dan direncanakan pengebumian akan dilaksanakan pada Selasa (20/4). Selamat jalan mama, damai bersama Yesus Kristus di Surga. *** (Octa/002-21),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
