Butuh Nyali Untuk Taklukan Jalan Ini

Rara-SJ….. Kondisi jalan raya yang berlubang sangat memprihatikan, pastinya membutuhkan nyali yang kuat bagi pengendara roda dua maupuan roda empat untuk bisa melalui jalan seperti ini, karena tidak ada pilihan lain bagi masyarakat untuk mencapai tujuan perjalanannya.

Kondisi jalan berlubang dan sangat memprihatikan tersebut seperti yang dialami jalan lintas Rara-Kodi di desa Buru kaghu, Kecamatan Wewewa Selatan kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) sangat memprihatikan, padahal  jalan ini merupakan jalan alternatif menuju pasar rakyat  Weetombo dari arah Waimangura menuju Kodi bangedo,  jalan ini menghubungkan 2  kecamatan yaitu Kecamatan Wewewa Selatan dan Kodi Bangedo.

Jalan ini paling banyak digunakan oleh pelaku-pelaku ekonomi menengah ke bawah, pegawai negeri,  masyarakat setempat yang hendak menuju Pasar Weetombo Desa Buru Kaghu dan Pasar Waimangura Kecamatan Wewewa Barat.

Kondisi yang memprihatinkan menyebabkan masyarakat Puu Kadoke hingga Mata Air Weetombo  desa Buru Kaghu harus saling bahu membahu melalui swadaya untuk menambalnya secara manual panjang jalan kurang lebih 3 km. Berbekal peralatan seadanya masyarakat berswadaya untuk memperbaiki dan menambal jalan berlubang tersebut.

Selain itu juga meminta dukungan pada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi jalan tersebut dalam upaya memp[erbaiki jalan berlubang tersebut. Simpang pertigaan mata air Weetombo yang menghubungkan 3 desa yaitu desa Weri Lolo, Buru Kaghu dan Wee Baghe terlihat sangat parah kerusakannya.

Dengan swadaya, masyarakat setempat menutupi lubang-lubang yang makin parah di musim hujan iini

batu karang dan sertu. Proses pengambilan bahan menggunakan alat seadanya seperti linggis, skop dan hamar serta  dipikul secara manual menggunakan tenaga manusia.

Wartawan Suara Jarmas yang melintasi jalan tersebut pada Selasa (30/6/2022) siang ikut prihatin dengan kondisi yang dihadapi masyarakat Buru Kaghu tersebut. Menurut masyarakat yang ditemui media mengatakan,  perbaikan ini timbul dari dalam diri masyarakat setempat itu sendiri, karena jalan ini sudah sangat rusak dan berlubang dan bahkan mengakibatkan kecelakaan.

Baca Juga :   Yohanes Mone Menduga Ada Konspirasi Dibalik Penetapan Calon Kades Mere Kehe

“Jalan ini cukup ramai dilintasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat,  apa lagi hari pasar.  Kami sebagai warga di desa Buru Kaghu juga sering membawa hasil bumi kami untuk dijual ke pasar Weetombo maupun pasar Waimangura” ungkap salsah satu warga masyarakat.

Dirinya menjelaskan karena tidak ada perhatian dari pemerintah dengan kondisi jalan yang semakin parah ini, kami secara swadaya memperbaiki jalan berlubang. Kadang kami minta uang untuk pengendara yang lewat secara sukarela tidak di paksa. Ada yang kasih dan ada juga yang tidak kasih pak tutur mereka” tambahnya.

Dengan kondisi jalan yang sudah sangat parah ini, sering terjadi kecelakaan khususnya bagi pengendara roda dua, padahal jalan ini sangat strategis untuk mengangkut hasil pertanian para petani seperti Batang Keladi, Pisang, Kemiri. Daerah Rara (Desa Buru Kaghu, Milla Ate, dan Weri Lolo merupakan daerah penghasil batang keladi, kemiri dan hasil bumi lainnya).

“Kami berharap Pemerintah memperhatikan jalan ini, sehingga bisa di perbaiki dan dapat dengan mudah mengangkat hasil pertanian kami, anggota DPRD dari dapil 3 sini tidak ada yang peduli dengan kami. Karena memang dari daerah kami Rara tidak ada anggota DPRDnya. Jelasnya.

Pantauan Media yang melintasi jalan yang sementara dikerjakan cukup memprihatinkan dan butuh nyali yang kuat untuk bisa menaklukkan medan yang sangat ekstrem. Pendapatn masyarakat dari menjual hasil buminya semakin rendah karena tingginya sewa motor ojek maupun ongkos pickup yang akan mengangkut hasil bumi  masyarkat tersebut. *** (EBuga/009/22),-