Wartawan Suara Jarmas Raih Gelar Sarjana Di STKIP Weetebula

Tambolaka-SJ …………………… Pendidikan merupakan hal penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), hal ini sudah merupakan program pemerintahan Presiden RI Jokowidodo untuk terus meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Demikian halnya wartawan Suara Jarmas yang dalam kesehariannya sibuk mencari berita, waktu yang ada juga tetap digunakan untuk menambah ilmu.

Salah satu wisudawan yang diwisuda oleh Senat Terbuka sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Weetebula adalah wartawan salah Tabloid  Suara Jarmas,  Emilianus Buga, S.Pd pada Jumad 25/10/2019 yang lalu di STKIP Weetebula kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Emilianus Buga, S.Pd bersama kedua orang tua tercinta

Emil Buga mengatakan bangga dan terharu karena dirinya bisa mengikuti wisuda kali ini yang bertepatan dengan Dies Natalis ke VI. Akhir dari perjuangan dalam studi selama kurang lebih 4 tahun dan mendapat meraih gelar sarjana.

Dirinya mengatakan hari ini bukanlah akhir dari perjuangan. Setelah sekian lama berjuang, bergelut dengan kegiatan perkuliahan, dan tugas akhir yang begitu menyita waktu, pikiran, tenaga bahkan uang akhirnya dapat terbayar dengan tuntas hari ini setelah di sematkan gelar sarjana.

“Setelah saya disematkan gelar sarjana pendidikan merupakan awal bagi saya untuk menempuh sebuah kehidupan baru dunia kerja. Peran orang mudah sebagai agen perubahan akan tetap menjadi spirit tersendiri buat saya.” ungkapnya.

Emil menjelaskan secara sadar apa yang dipelajari dan diperoleh di kampus belumlah cukup untuk untuk menjawab tantangan di tengah kehidupan masyarakat. Banyak pernyataan yang muncul. Mampuhkah saya menjadi contoh, agen perubahan di tengah masyarakat baik secara akdemis maupun jurnalis? Sudah cukupkah keilmuaan yang saya miliki untuk memenuhi kebutuhan sosial di masyarakat ?

Berpose bersama teman-teman kuliah usai wisuda

Sejak pertama kali saya bergabung di dunia jurnalis pada tahun 2017, sepertinya saya memasuki dunia baru. Awalnya saya hanya baca koran (tabloid suarajarmas), setelah itu saya ingin mengetahui perkembangan yang terjadi di pulau Sumba. Saya langsung ke kantor menawarkan diri jadi penjual koran, pada saat itu saya langsung ketemu pemimpin redaksi, saya menyampaikan maksud dan tujuan saya untuk menjadi penjual koran. Pemimpin redaksi tanya sekolah dimana, saya jawab di STKIP Weetebula, beliau langsung bilang tidak usah jadi penjual koran, belajar untuk jadi jurnalis.

Baca Juga :   PENDEKATAN STEAM, MODEL PELAJARAN BERBASIS ANAK

“Setelah di terima saya mengikuti magang selama 6 bulan dan banyak belajar dari senior wartawan Pos Kupang, Victori news, Timor Ekspress, NTT News  dan juga beberapa wartawan yang lain seperti TVRI NTT” tuturnya lebih jauh.

Emilianus Buga saat wawancara nara sumber Grace Natalie, Ketum PSI

Bekerja dimedia merupakan pekerjaan yang sangat mulia, dimana kita membantu menyuarakan suara orang-orang yang tidak bisa bersuara atau tertindas, mengetahui seluruh perkebangan yang terjadi baik dari sisi ekonomi, parawista, pertanian, peternakan, pendidikan dan agama dan lain sebagainya. Banyak tantangan yang dihadapi pada saat peliputan di lapangan. Ada pro dan kontra saat menyebarkan berita, ada yang senang ada juga yang tidak senang.

Dirinya sangat bersyukur bisa bergabung dalam dunia jurnalis, karena sangat membantu saat menempuh pendidikan di Kampus ini STKIP Weetebula. Putra petani juga aktif di organisasi-organisasi  seperti J-RUK Sumba, OMK (Orang Muda Katolik), IKAMATRI (Ikatan Mahasiswa Asal Tana Righu). Wakil BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Himaprodika (Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika).

Emilianus Buga berpose bersama Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.Ip dan awak media lainnya.

Emil Buga, S.Pd yang berasal dari Desa Elu Loda, kecamatan  Tana Righu kabupaten Sumba Barat anak dari pasangan Bernardus Buga dan Anna Lida dan merupakan putra bungsu dari 4 bersaudara. Dirinya hanya berpesan buat teman-teman dan keluarga serta koleganya doa, kerja keras dan berkat Tuhan Allah Tri Tunggal Maha Kudus dan Bunda Maria yang menjadi kekuatannya dalam menyelesaikan studi dan terus menekuni dunia jurnalisme.

“Terima kasih kepada Alamater, para dosen staf, karyawan /i yang telah mendidik dan membimbing saya selama ini. Juga secara khusus untuk kedua orang tua tercinta, kelurga, teman-teman, sahabat dan semua kenalan. Dan tidak lupa untuk rekan-rekan saya di  media yang selama menjalankan  tugas sebagai jurnalis sudah mendukung dan medoakan saya” tutupnya haru.*****

Baca Juga :   BEKERJASAMA DENGAN PROGRAM INOVASI NTT, PEMDA SBD GELAR RAPAT FPPS

Tim Redaktur Suara Jarmas,-