Wakil Bupati Chris Taka Minta Fokus Pada Upaya Penanganan Kemiskinan

Suarajarmas.com – Bertempat di aula kantor Kecamatan Kota Tambolaka, Kelurahan Langga Lero, Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, pada hari Rabu (8/3/2023) diselenggarakan kegiatan Musrenbang RKPD tingkat kecamatan.  Kegiatan Musrenbang ini merupakan kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan terakhir yang diselenggarakan di SBD.

Kegiatan Musrenbang dibuka dengan resmi oleh Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S. IP., yang dihadiri oleh Wakil Ketua 1 DPRD, H. Syamsi Pua Golo, ST., Anggota DPRD, Tobias Dowa Lelu, SE., Kepala Bappelitbangda SBD, drh. Oktavianus Dapadeda, Danramil 01/Laratama – 1629/SBD, Kapten Inf. Junaidin, S. Sos., Kapolsek Loura, AKP I Gede Ariada, S. Ag., Camat Kota Tambolaka, Agustinus Herman Thedens, S.Hut., dan beberapa pimpinan OPD lainnya, Lurah/Kepala Desa serta Tim Penggerak PKK.

Dalam arahannya sebelum membuka dengan resmi  kegiatan Musrenbang, Wakil Bupati Marthen Christian Taka menegaskan,   agar perangkat daerah teknis,  lurah dan kepala desa lebih fokus pada upaya penanganan kemiskinan ekstrem yang pada tahun 2022 berada pada angka 16.000 jiwa (4,63%).

Chris Taka sapaan akrabnya menjelaskan angka kemiskinan ini merupakan dampak dari adanya wabah/bencana yang menimpa SBD diantaranya COVID-19, Stunting, DBD dan serangan hama belalang serta virus ASF.

“Melalui Musrenbang ini kita berharap dapat mewujudkan masyarakat SBD yang maju, berkualitas,  berdaya saing, demokratis dan sejahtera” ungkapnya.

Lebih lanjut Chris Taka sapaan akrab Wakil Bupati SBD menegaskan bebrapa penegasan diantaranya  para pimpinan perangkat daerah dan LSM agar menginformasikan kepada para Camat,  Lurah dan Kepala Desa atas seluruh program atau kegiatan yang dianggarkan bagi wilayah kecamatan dan desa kelurahan penerima.

Camat,  Lurah dan Kepala Desa wajib memberikan pengawasan terhadap seluruh dana yang masuk dalam wilayahnya melalui program atau kegiatan tahunan. Anggaran Dana Desa (ADD) dan alokasi dari Desa agar penggunaannya sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dengan fokus pada program strategis daerah dan lebih pro terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :   TUTUP MTQ KE-7 SBD, CHRIS TAKA MINTA PESERTA TERUS BERLATIH

“Agar terus ditingkatkan koordinasi antara pelaku program kegiatan pada semua tingkatan guna menghindari terjadinya tumpang tindih kegiatan pada lokasi yang sama serta menghindari terjadinya kegiatan pembangunan yang mubazir atau tidak memberikan nilai tambah atau daya guna bagi kesejahteraan rakyat” tambahnya.

Para Camat, Lurah dan Kepala Desa memberikan perhatian yang lebih bagi kegiatan pelayanan dasar di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan serta peningkatan ekonomi rakyat.

“Agar seluruh perangkat daerah,  lurah dan kepala desa benar-benar fokus dalam penanganan stunting sehingga kita bisa menurunkan angka stunting yang saat ini berada pada angka 24,28%” tegas Chris Taka. *** (Octa/002-23).-