Tidak Pekerjakan Tenaga Kerja Lokal, PT. NK Didemo Warga

Malaka-SJ…… Alasan Ratusan Pemuda Rainawe lakukan demonstrasi terhadap PT Nindya Karya (NK) karena dinilai adanya keberpihakan perekrutan tenaga kerja yang lebih memprioritaskan tanaga luar daerah (Jawa)  dibandingkan pemanfaatan tenaga kerja lokal di desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, kabupaten Malaka provinsi NTT.

Dipantau oleh media ini, Rabu (9/9/20) ratusan pemuda turun kejalan lakukan protes karena PT. NK  selama ini mendatangkan tenaga kerja dari luar NTT dan enggan menggunakan tenaga kerja lokal NTT khususnya Malaka.

Kepada media Dolvi menjelaskan,  PT. NK seharusnya memanfaatkan tenaga lokal, kerena ini sebagai lapangan kerja bagi masyarakat Rainawe dan pemuda yang saat ini nganggur, apalagi saat sekarang adanya Pandemi covid-19.

“Kami minta PT. NK manfaatkan kami masyarakat lokal, berdayakan kami. jangan datangkan terus tenaga kerja dari luar daerah, apalagi dari luar Malaka dan lebih fatalnya lagi didatangkan dari luar pulau-pulau di  NTT” ungkapnya.

Dolvi menjelaskan bicara soal covid-19, sudah menjadi ketakutan masyarakat NTT khususnya di Malaka yang sampai saat ini  masih zona hijau, tetapi PT. NK malah memasukan orang-orang dari luar NTT yang sudah merupakan zona merah bahkan zona hitam covid-19, tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

“Kita lihat beberapa hari terakhir ini, beberapa tenaga kerja didatangkan dari luar daerah, diantar dengan mobil rental lalu besoknya langsung kerja. Ini penerapan protap covid-19-nya seperti apa?. Sudah tidak berdayakan tenaga lokal, tambah lagi ciptakan suasana meresahkan masyarkat setempat terkait Covid-19,  sedangkan  umumnya masyarakat Malaka yang sampai saat ini masih berada pada daerah zona hijau” ketus Dolvi.

Pantauan media, sikap protes masyarakat direspon baik oleh korwil Lingkungan RPT, Balthasar Manek, yang saat itu hadir ditengah-tengah masyarakat Rainawe dan turut hadir juga aparat kepolisian dan Danramil 1605/05 Kobalima.

Baca Juga :   Polres Sumba Barat Gelar Operasi Zebra Selama 14 Hari Kedepan

Pada kesempatan itu, secara tegas Dolvi menyampaikan bahwa, aktivitas dikawasan PT. NK hari ini (red, Rabu, 09/09/20202) diberhentikan sampai ada solusi bagi warga masyarakat untuk dipekerjakan seseuai kemampuan dan keahlian mereka.

“Kita minta, PT. NK harus manfaatkan kami tenaga lokal dan upah yang diberikan juga sesuai dengan volume kerja. Karena proses pengerjaan awal terkait 80 orang yang kerja sumur sebanyak 126 titik hanya dibayar borong Rp.200.000/titik dengan kedalaman 3 meter (6 cincin)” ketusnya.

Dolvi menjelaskan,  bayangkan hanya dibayar Rp. 200.000 per titik dikalikan dengan 126 titik, kemudian uang tersebut dibagi ke 80 orang hanya dapat Rp. 300 ribuan per orang (tenaga kerja), sementara mereka kerja kurang lebih hampir 1 bulan. Menurutnya upah tersebut dibawah standar sekali.  

Pada kesempatan yang sama, Korwil Lingkungan RPT, Baltasar Manek mengamini permintaan warga terkait pemberhentian sementara aktivitas di lokasi PT. NK dan akan diselesaikan pada esok (Kamis, 10/09/2020, red).

Alhasil kesepakatannya, aktivitas sementara dihentikan dan akan dibahas bersama penanggung jawab PT. NK dan perwakilan masyarakat sebanyak 7 orang pada hari Kamis besok.

“Kita akan bahas bersama besok di kantor PT. NK untuk mencari solusi bagi warga masyarakat lokal di wilayah setempat”, kata korwil lingkungan RPT yang familiar disapa Sar Manek.

Terspisah salah satu staf PT.NK Panji, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, terkait protes warga ini mengatakan, dirinya hanya mengikuti perkembangan keadaan diluar proyek dan tidak ikut dalam masalah-masalah diluar proyek.

“Saya sebagai QHSE Officer. Saya hanya mengikuti perkembangan keadaan diluar proyek. Saya tidak ikut dalam masalah-masalah diluar proyek” jawabnya.

Pantauan media, warga masyarakat yang hadir dilokasi kerja PT. NK kurang lebih 100 orang untuk menyampaikan sikap protes kepada pihak PT. NK berjalan aman dan lancar.

Baca Juga :   POLSEK LOURA GELAR KEGIATAN KEMANUSIAAN TERTIB BERLALU LINTAS

Untuk diketahui, PT. NK mengerjakan proyek pengembangan sarana dan prasarana penunjang (PLBN) terpadu, sumber dana APBN tahun 2019/2020, tahun anggaran 2019/2020, dengan nilai kontrak Rp. 100.216.302.000 (inc. PPN). Waktu pelaksanaan 520 hari kalender (mulai 22 Juli 2019 sampai 22 Desember 2020). *** (SJ).-

Leave a Reply

Your email address will not be published.