Terhadap Pendistribusian Pupuk Petani Diminta Bersabar

Kadula – SJ…………….Terkait kebutuhan pupuk di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang sempat dikeluhkan oleh beberapa kelompok tani  di Wewewa Barat beberapa waktu lalu, media suara jarmas berusaha berbincang-bincang dengan kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura Dan Perkebunan SBD Ir. Herman Gono Ate, M.Si di ruang kerjanya, Rabu (19/12/2018).

Kepada media ini  Herman mengatakan bahwa pendistribusian pupuk yang sampai sekarang belum bisa dilayani kepada kelompok tani tersebut dikarenakan Distributor pupuk sementara tutup buku (Closing Book) akhir tahun,  karena harus membuat laporan akhir tahun ke Distributor pusat.

“Saya Harap petani bisa bersabar terkait pendistribusian pupuk kenapa sampai sekarang tidak dilayani itu karena dari pihak Distributor masih sementara closing book akhir tahun. Sekalipun ada kelompok tani yang direkomendasikan dari dinas namun belum bisa dilayani karena mereka masih sementara pembuatan laporan akhir tahun yang akan dikirim di Distributor pusat dan akan dilayani kembali nanti pada awal bulan januari 2019”ucap Herman menjelaskan.

Lebih lanjut Herman mengatakan bahwa pemerintah hanya membantu mengkoordinir dan memfasilitasi petani terhadap kebutuhan pupuk namun untuk pendistribusian itu menjadi kewenangan distributor. Ia juga mengatakan bahwa dinas tidak ada kewenangan untuk menyimpan pupuk di kantor karena pupuk yang diterima dari distributor langsung diterima oleh agen yang kemudian di salurkan ke petani melalui kelompok-kelompok tani.

“Selama ini pupuk dari distributor PT.Nusa Indah, Waikabubak kabupaten Sumba Barat yang kemudian langsung di salurkan melalui agen yang ada di SBD untuk kemudian dibagikan ke petani melalui kelompok tani bukan disimpan di kantor dinas pertanian. Jadi kalau  ada yang bilang dinas pertanian yang bermain pupuk itu tidak benar karena kami tidak pernah simpan pupuk, kalau pun ada bantuan melalui paket pupuk maupun benih itu juga langsung ke pihak ketiga yaitu agen tadi karena kami hanya membantu memfasilitasi terhadap kebutuhan pupuk namun untuk pendistribusian dan penyaluran itu menjadi kewenangan distributor dan agen”ungkapnya.

Baca Juga :   Jelang Perayaan Paskah 2022, Polres Sumba Barat Gelar Latihan Pra Operasi Semana Santa

Kepala Dinas berharap agar di kabupaten SBD juga ada distributor sendiri dan di masing-masing kecamatan ada agenya sehingga memudahkan pengawasan dan penyaluran pupuk kepada petani. Ia juga menghimbau agar kelompok tani yang sudah menerima pupuk tidak menjual-belikan lagi di petani karena itu untuk membantu kesejahteraan petani.

“Kami ingin tahun depan mudah-mudahan di SBD sudah ada distributor sendiri dan kami sudah bersurat dan meminta DPRD untuk segera mengusulkan itu. Selain itu juga di masing-masing kecamatan kalau bisa ada agen sehingga nantinya dapat memudahkan pengawasan kita dan memudahkan penyaluran pupuk itu sendiri ke petani. Lalu yang paling penting lagi adalah untuk kelompok tani yang sudah mendapatkan pupuk agar jangan menjual-belikan lagi pupuk yang di dapat karena itu sangat merugikan petani”ujarnya.

Sebelumnya beberapa kelompok tani di Wewewa Barat salah satunya diungkapkan oleh Timotius Bili dari  kelompok tani Hidup Makmur Desa Kalimbu Tilu masih kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi sehingga banyak petani yang mempertanyakan pendistribusian pupuk terhadap kelompok tani tersebut. Untuk mengantisipasi kebutuhan pupuk tersebut dirinya menjelaskan bahwa selama ini petani terpaksa menggunakan pupuk organik agar tanaman tetap tumbuh dengan baik. (JNL),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.