SIDANG HARI KEDUA GMKI BERLANGSUNG ALOT

Tambolaka-SJ………………. Usai pelaksanaan Konsultasi Studi Lokal (KSL) GMKI Tambolaka pada hari pertama konggres,  pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke III GMKI Tambolaka pada hari kedua Sabtu, 05/10/19 berlangsung a lot dan sangat serius. Peserta konggres yang mengikuti sidang hari kedua terlihat aktif dalam perdebatan dan mempertahankan pendapatnya masing-masing.

Sidang hari pertama usai pelaksanaan KSL berlangsung hingga pukul 02.02 Wita Sabtu dini hari karena diskusi dan perdebatan yang berjalan cukup serius untuk menentukan majelis ketua persidangan. Hingga akhirnya forum menyetujui Irwan U. S. Sabaloki, Marten Tanggu Holo dan Melkior B.B. Analalo yang menjadi majelis ketua persidangan. Selanjutnya sidang diskors dan dilangsungkan pada siang hari pukul 09.00 Sabtu, 05/10/19.

Sidang akhirnya dilanjutkan dengan sidang-sidang komisi dan panitia kerja (Panja). Pimpinan majelis persidangan akhirnya  membagi 5 kelompok yaitu Komisi A membahas garis–garis besar program dan keijakan cabang GMKI Tambolaka dan haluan program kerja BPC, Komisi B membahas Struktur dan Uraian Tugas BPC GMKI Tambolaka,  dan Komisi C membahas Anggaran dan Pendapatan Belanja Cabang GMKI Tambolaka. Selanjutnya untuk Panja 1 membahas pedoman kerja BPK-BPC GMKI Tambolaka dan Panja 2 Kriteria dan Tata Cara Pemilihan BPC dan BPK-BPC GMKI Tambolaka.

Pelaksanaan sidang sempat tegang dan nyaris tertunda mengingat masing-masing komisi dan panja berbeda tafsiran dan pandangan masing-masing tetapi pada akhirnya menyepakati hal-hal penting dengan berasaskan musyawarah mufakat.

Senior GMKI Lodowaik L. Raya yang dihubungi media mengatakan hal ini merupakan hal biasa dalam persidangan Konfercab GMKI. Apalagi peserta dalam hal ini anggota GMKI mempertanyakan secara detail laporan pertanggung jawaban BPC GMKI Tambolaka periode 2017-2019.

“Wajar jika terjadi perdebatan yang serius didalam sidang ini, karena Konfercab GMKI ini merupakan proses reorganisasi dan restrukturisaai GMKI di tingkat cabang untuk peralihan tongkat estafet ke BPC baru periode 2019-201” ungkap senior Lodo.

Baca Juga :   SBD BERDUKA, KASAT POL PP MENINGGAL DUNIA

Dirinya juga merespon dengan baik proses yang terjadi, wajar dalam organisasi dan wajib terjadi dalam organisasi. Hal ini membuktikan mahasiswa-mahasiswa yang terlibat dalam konggres ini serius, kritis dan teguh dalam mempertahankan pendapatnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hubert Marpaung Sekretaris Fungsi Ekonomi Kreatif (Sekfung Ekraf) Pengurus Pusat GMKI yang mengawal dan menilai perjalanan proses konfercab termasuk menilai laporan pertanggunggajawaban pengurus cabang GMKI Tambolaka periode 2017-2019.

Hubert mengatakan proses Konfercab ini berlangsung cukup kondusif  dan memberikan banyak pembelajaran bagi anggota.  

“Hal yang menjadi perdebatan serius kali ini dimana anggota mengharapkan kedepan supaya pemahaman organisasi anggota lebih ditingkatkan, kegiatan kerohanian melalui Pemahaman Alkitab (PA) menjadi perhatian serius mereka  untuk meningkatkan spiritualitas dan kedekatan anggota” ujar Hubert disela-sela pelaksaan sidang Konfercab.

Dirinya memberi apresiasi walaupun BPC sebelum banyak yang sudah pindah ke Kupang  karena rata-rata adalah mahasiswa Undana 3, tetapi kader dan anggota GMKI yang ada sekarang cukup bagus dan proses yang terjadi ini merupakan proses pembelajaran yang bagus kedepan.

Pantauan media pelaksanaan konfercab yang awalnya hanya diikuti 23 orang tetapi pada siang harinya bertambah menjadi 30an orang. Hal ini karena adanya beberapa mahasiswa yang masih mengikuti kuliah pagi di kampusnya masing-masing STKIP Weetebula dan STIMIKO Stela Maris. ****** (OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.