Sholat Idulfitri di Galatama Terkesan Bermuatan Politik

Tambolaka-SJ………… Pelaksanaan sholat Idulfitri 1 Syawal 1443 H  di stadion Galatama Desa Radamata Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada hari Senin (2/5/2022), terkesan bermuatan politik.

Pasalnya, kegiatan pasca sholat Id yang digelar dari pukul 07.00 Wita dihadiri oleh Ketua Partai Nasdem SBD, Markus Dairo Talu, SH dan anggota DPR RI asal Partai Nasdem Ny. Ratu Wula B. Talu, ST., Sedangkan  perwakilan dari pejabat Pemerintah Daerah SBD tidak tampak satu orang pun.

Bagi umat Islam yang sedang merayakan hari kemenangan setelah berpuasa selama 30  hari, tidak terlalu peduli dengan acara usai sholat Idul Fitri. Umat yang berbahagia dimana pada tahun 2022 ini wabah COVID-19 sudah semakin melandai, sehingga bisa bersilahturahmi tanpa takut pada virus Corona tersebut dikagetkan dengan adanya pernyataan salah satu pengurus PHBI di atas panggung saat penyerahan doorprize bahwa PPP dan PKS akan mendukung salah satu bakal calon dalam pesta demokrasi PIlkada 2024 mendatang.

Sontak beberapa umat yang merasa terganggu langsung meninggalkan stadion Galatama dan ada umat yang langsung menegor oknum panitia tersebut.

“Saya langsung tegor Arifin pada saat itu, saya bilang jangan begitu ini hari Raya Idulfitri yang tidak boleh dikait-kaitkan dengan politik. Dia langsung minta maaf pada saya” ungkap salah satu umat yang enggan disebutkan namanya pada media ini Senin malam di Jl.  Paris Kelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tambolaka SBD.

Dirinya menyayangkan adanya penyampaian pernyataan dukungan tersebut yang belum tentu mewakili umat Islam di SBD, terdengar oleh semua umat yang hadir bahkan para awak media dan keamanan di stadion Galatama, sehingga bisa menimbulkan hal-hal yang kurang ke depan di SBD.

Baca Juga :   Melangkah Kedepan Tanpa Melupakan Sejarah-GEMMA Kefamenanu Rayakan HUT Ke-XI

Terkait ketidak hadiran Pemerintah Daerah dalam ibadah Sholat Idulfitri di stadion Galamata, Kabag Kesra SBD, Elisabeth Kaka, S.Pd., yang dihubuungi media ini via telepon mengatakan tidak mendapat undangan resmi dari panitia, sehingga pihaknya tidak memfasillitasi untuk menyampaikan pada Bupati/Wakil Bupati SBD.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete yang dihubungi media ini via telepon membenarkan tidak adanya undangan resmi dari pantia hari raya Idul Fitri yang menyelenggarakan sholat Idulfitri di Galatama.

“Memang saya dihubungi secara lisan oleh pak Syamsi, tetapi saya sampaikan permohonan maaf karena saya mau berlibur di Yogyakarta, saya beharap saja pak Wakil Bupati akan ikut hadir. Tetapi mungkin karena tidak adanya undangan resmi jadi pak Wakil juga tidak bisa hadir” ungkap Bupati SBD.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 DPRD SBD, H. Syamsi P. Golo, ST., yang berhasil dihubungi media ini, Selasa (3/5/2022) pagi membenarkan tidak adanya undangan resmi dari panitia untuk Pemda SBD. Dirinya menyampiakan permohonan maaf pada Pemda SBD dengan keteledoran ini.

“Memang secara resmi tidak ada undangan dari panitia, saya secara lisan hanya menyampaikan undangan ke Bupati, tetapi pak Bupati berhalangan sedang di luar daerah, jadi tidak bisa hadir. Ini semua karena kurangnya komunikasi dan korrdinasi dari panitia sehingga Pemda terlupakan untuk dibneri undangan” tutur H. Syamsi yang akrab dipanggil Ustad Wildan ini.

Lebih lanjut Ustad WIldan menjelaskan kehadiran tokoh politik dari Partai Nasdem karena, beliau juga berperan dalam pemberian hadiah-hadiah doorprize bagi umat Muslim yang sholat Id di stadioan Galatama.

“Tidak ada niatan untuk membuat perayaan hari raya Idulfitri di SBD bernuansa politik, memang ini hanya karena kurangnya komunikasi dan koordinasi dari panitia penyelenggara dengan Pemda SBD” pungkasnya. *** (Octa/002-22),-