Sekda Malaka Ungkap Data Penggunaan Dana BTT Tahun 2021

Malaka-SJ………. Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka Donatus Bere, SH., mengatakan penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) Tahun 2021,  Selasa (14/12/21) di ruang kerjanya. Dirinya menepis adanya dugaan public terkait penyelewengan dana Pemda Malaka.

“Masyarakat kabupaten Malaka jangan terperovokasi dengan opini publik yang disebarkan tidak berdasarkan fakta.  kami terus bekerja dan berjuang untuk kehidupan Malaka yang lebih baik.” ungkapnya.

Lebih lanjut Sekda Malaka menjelaskan, hingga akhir tahun 2021 ini terus berjalan dengan baik, baik dikegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Alokasi anggaran BTT sebesar Rp.37. 011.963.164,00,- pemanfaatan dana Belanja Tak Terduga sebesar Rp.37.011.963.164,00,- Penggunaan untuk bencana alam Seroja dalam hal ini bencana banjir sebesar Rp.2.763.360.000,00,-  dengan realisasi 100 %.

Belanja kesehatan dan belanja prioritas lainnya (COVID-19) dianggarkan sebesar Rp.31.099.036.364,00,-  (84,02%) dan realisasinya sebesar Rp.11.207.036.915,00 (36,04%). Sisanya sebesar Rp.19.891.999.449,00.-

Khusus untuk penanganan COVID-19, item-itemnya antara lain penanganan COVID-19 dianggarkan Rp.14.452.500.00,- dan sudah terealisasi sebesar Rp.6.599.819.191,00,- dan masih tersisa anggaran sebesar Rp.7.852.680.809,00.-

Dana untuk dukungan vaksinasi sebesar Rp.6.101.787.000,00,- dan sudah direalisasikan Rp.963.630.000,00,- dan masih tersisa anggaran Rp.5.138.157.000.00,-

Terdapat Insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka penanganan COVID-19 sebesar Rp.10.544.749.364,00 dan sudah direalisasikan sebesar Rp.3.643.587.724,00 dengan sisa anggaran Rp.6.901.161.640,00.

“Sehubungan dengan Belanja Tak Terduga itu yakni program pemulihan ekonomi daerah yang terdampak COVID-19 sebesar Rp.3.149.566.800,00 dan yang sudah direalisasikan sebesar Rp.2.452.500.000,00 dan masih tersisa Rp.697.066.800.00.-“ jelas Sekda Malaka.

Donatus menambahkan, program pada item ketiga ini yakni penanganan dampak ekonomi dianggarkan Rp.149.566.800,00,- dan belum direalisasikan. Dana bantuan sosial sebesar Rp.3.000.000.000,00,-  dan sudah direalisasikan sebesar Rp.2.452.500.000,00,- sehingga dana yang masih tersisa sebesar Rp.547.500.000.00,-

Menurut Donatus, dana yang dipertanyakan banyak pihak, bahwa pemanfaatan dana oleh Bupati, Wakil Bupati atau Sekda Malaka untuk kepentingan pribadi atau untuk memperkaya diri itu tidak benar dan salah.

Baca Juga :   Jelang Perayaan Paskah 2022, Polres Sumba Barat Gelar Latihan Pra Operasi Semana Santa

“Semua dana ini penggunaannya diaudit dan diverifikasi oleh pihak yang berkompeten” ungkapnya.

Donatus menegaskan, dana Belanja Tak Terduga Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.37.011.963.164,00 sudah direalisasikan sebesar Rp.16.422.896.915,00,- Sehingga untuk diketahui publik bahwa sisa anggaran Belanja Tak Terduga dan masih berada di Kas Daerah sebesar Rp.20.589.066.249,00″ ungkapnya.

Selain itu, sisanya untuk pengembalian atas kelebihan pembayaran terkait penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya. Dikatakannya, bahwa Kriteria keadaan darurat atau mendesak ditetapkan  dengan Keputusan Bupati Malaka.

“Kriteria keadaan darurat antara lain, bencana alam, bencana non alam, bencana social dan/atau kejadian luar biasa,” ujar Donatus Bere.

Menurut Sekda Donatus, memang ada beberapa persoalan yang dapat ditemui di lapangan akan tetapi pemerintah tidak tinggal diam.

Tambahnya, Pemerintah akan terus melakukan evaluasi lintas sektor dan mengajak pihak-pihak terkait menyatukan tekad dan komitmen untuk mengelola dana BTT secara baik, benar dan bertanggung jawab. Selain  itu terkait progres Vaksinansi.  

Donatus menyampaikan, pemerintah kabupaten Malaka bersama TNI, POLRI, BIN terus menggenjot vsksinasi agar dapat memenuhi target 70% Vaksinansi yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

“Untuk vaksinasi itu sendiri, kita akan intensifkan kegiatan vaksinasi untuk meningkatkan penyerapan dana BTT terkait dukungan vaksinasi dan insentif tenaga kesehatan. Selain itu kita akan terus lakukan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya protokol kesehatan COVID-19,” tutupnya. *** (Viki Bria/017-21).