SDN KANDELU KUTURA BUTUH DUKUNGAN LISTRIK DAN AIR

by -193 views
Kepala Sekolah Dasar Negeri Kandelu Kutura, Petrus Moa, S.Ag (berdiri) saat memimpin rapat awal semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021

Wewewa-SJ…….. Bertempat di aula SDN Kandelu Kutura Desa Reda Pada Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi Nusa Tenggara Timur pada Senin (20/07/20)   diselenggarakan rapat awal semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 yang dihadiri oleh orang tua murid, komite dan guru-guru.

Ketua Komite  Soleman Dairo Bili dalam kata sambutanya mengatakan bahwa dengan kehadiran orang tua murid di aula ini merupakan daya dukung untuk membangun lembaga ini. Sekolah ini adalah milik kita. Kita harus  menjaga kenyamanan sekolah ini. Kita terlibat aktif demi menciptakan mutu lembaga ini di mata public.

“Jika ada persoalan-persoalan yang terjadi, kita selesaikan bersama dengan hati dan suasana persaudaraan. Kita selalu berkomunikasi, saling bekerja sama, pasti lembaga ini jaya di mata masyarakat Reda Pada” katanya.        

Kepala Sekolah Dasar Negeri Kandelu Kutura, Petrus Moa, S.Ag dalam sambutannya  mengemukakan bahwa pembinaan sumber daya manusia tidak cukup jika dilakukan oleh sekolah saja, karena keterbatasan waktu yang tersedia di sekolah apalagi di masa Pandemi Covid-19 yang sedang melanda di Republik ini.   

Untuk itu diperlukan adanya kerjasama dengan masyarakat (orang tua murid), tokoh masyarakat dan aparat pemerintah. Pembentukan kepribadian yang tangguh tidak cukup hanya di Sekolah, akan tetapi harus pula dilakukan oleh keluarga dan masyarakat sekitarnya.

“Semangat anak belajar di sekolah sangat tergantung dari  dukungan orang tua atau keluarga. Jika kita mengingikan mutu pendidikan yang baik membutuhkan peran serta terutama dalam hal biaya, baik dari orang tua murid, masyarakat maupun dari Pemerintah” ungkap Petrus Moa.

Dengan adanya dukungan dari pihak-pihak tersebut Kepala Sekolah mengharapkan akan membuat anak-anak  senang kesekolah, bersemangat dan rajin belajar. Ini berdampak positif pula pada guru-guru dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah.

Lebih lanjut Petrus Moa, S.Ag mengharapkan tokoh masyarakat memberikan dukungan kepada sekolah, sehingga membuat guru-guru merasa dihargai dan dianggap penting, sehingga gurur-guru akan rajin dan dengan penuh semangat dalam menunaikan tugasnya, pada gilirannya akan mempengaruhi aktivitas anak.

Dukungan dan perhatian ketiga unsur dalam masyarakat terhadap sekolah tersebut akan menjadi motivasi tersendiri bagi  siswa-siswi, guru dan Kepala Sekolah,  sehingga mampu menciptakan siswa berprestasi  yang unggul  outputnya yang mengembirakan.

Dalam kesempatan itu juga Piet Moa mengemukan beberapa faktor yang menghambat mutu pendidikan di sekolah yaitu masyarakat kurang memberi dukungan, dorongan dan upaya-upaya nyata baik dalam wujud  fisik, finansial, bantuan-bantuan jasa pelayanan maupun yang bersifat sosial psikologis.  

Mata pelajaran belum dikemas secara rapih dan menyatu dengan lingkungan sekitarnya, materi pelajaran masih berorientasi pada teks book. Masih banyak siswa belum tahu baca, tulis dan hitung. Dan ini merupakan kesalahan bagi Kepala Sekolah dan bapak ibu guru yang mengajar di tingkat Sekolah Dasar. Karena sistem anak dituntaskan dalam KKM, anak dirugikan walaupun nilainya dibawah standar KKM anak naik kelas dan pada akhirnya anak diluluskan. Dan yang menyedihkan, anak mendapat ijasah  SD tetapi tidak tahu tulis, baca dan hitung.

“Kami dewan guru bersepakat untuk menanamkan metode CALISTUNG. SDN Kandelu Kutura berada di kawasan Hutan, belum mengalami Listrik, hanya menikmati tiang dan kabel tegangan tinggi, dan apalagi air sulit kami rasakan. Selagi Program kerja Pemda Kabupaten Sumba Barat Daya mencanangkan Tujuh Jembatan Emas, salah satunya desa bercahaya, salah duanya desa berair. Ketujuh Jembatan Emas itu belum mengalir dan merasuk ke wilaya SD Negeri Kandelu Kutura” jelasnya.

Terlepas dari tantangan yang menjadi kendala pengembangan pendidikan di SDN Kadelu Kutura, Petrus Moa juga berjanji dengan keiklasan dan kesungguhan, untuk meluangkan waktu dan kesempatan untuk menghantar siswa-siswi  agar menjadi manusia yang berguna untuk Nusa dan Bangsa dan juga Gereja. Merupakan kebahagian tersendiri bagi kami para guru serta siswa-siswi   jika sekolah ini  mendapat respon positif dari para Penyelenggara, Pengelolah dan Pelaksana Pendidikan di lembaga ini. Semoga SD Negeri Kandelu Kutura ini makin merasuk dalam hati, pikiran dan tindakan semua elemen sebagai warga masyarakat dan gereja yang mengemban tugas perutusan dibidang pendidikan.

“SDN Kandelu Kutura bagaikan benih tanaman yang bertumbuh. Bertumbuh subur ditengah hutan, mekar mewangi, mengharum di tanah Loda Wemaringi Pada Wemalala , butuh uluran tangan dari berbagai pihak, terutama dari  Pemerintah sebagai pemilik sekolah ini serta orang tua murid agar sekolah ini lebih eksis kedepan” tutupnya. *** (Team SJ),-