PUTRI PETANI LULUSAN TERBAIK DI STKIP WEETEBULA

Tambolaka-SJ…………….. Novitaris Anastasia Lelu, S.Pd., merupakan mahasiswi lulusan terbaik pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Weetebula tahun 2019. Dari 129 orang mahasiswa yang diwisidu di kampus STKIP Weetebula Kecamatan Loura Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD),  Jumad 25/10/2019, Novi yang mengambil Jurusan PGSD tampil menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,64.

Prestasi ini bukanlah suatu prestasi yang mudah dicapai tanpa kerja keras, belajar dengan tekun dan rajin serta  aktif di kampus. Novi sendiri ketika ditemui media SJ di rumahnya mengatakan dirinya merasa kaget  karena dengan segala keterbatasan yang dimiliki dirinya dan keluarganya, dirinya bisa mencapai prestasi tersebut.

Dengan rendah hati  Novi mangatakan ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin dan yang paling utama adalah Doa kepada Maha Kuasa,  apalagi disaat dirinya sudah merasa tidak mampu menyelesaikan tugas dari kampus, maka doa adalah solusi paling utama. Semua permasalahan yang dihadapi dalam kehidupannya selalu menyerahkan kepada Tuhan dan meminta petunjuk dari Tuhan.

“Saya bersyukur karena ini adalah anugerah Tuhan yang terindah dalam hidup saya, selain sudah belajar dengan keras, tekun dan disiplin kita harus menyerahkan semua kepada Tuhan, karena segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa campur tangan Tuhan” tutur Novi pada media SJ.

Putri pertama dari pasangan Dominikus Lelu Bulu dan  Yustina Lali Pare ini juga manghaturkan terima kasihnya yang tak terhingga atas cinta dan pengorbanan kedua orangnya yang telah bersusah paya mendidik hingga membesarkannya dan membiayai pendidikannya hingga bisa memperoleh gelar sarjana pada saat ini. Dirinya akan selalu mendoakan kedua orang tuanya agar selalu diberkati oleh Tuhan, mendapatkan rejeki yang baik dan yang terutama sehat selalu. 

Baca Juga :   SD Inpres Liango Malagho Yang Terlupakan

Novi  juga mengucapkan terima kasihnya pada civitas akademik STKIP mulai dari pimpinan tertingginya hingga staf-staf yang selama ini sudah membimbing para mahasiswa STKIP hingga saat ini sudah bisa diwisuda setelah memperoleh gelar sarjana.

“Menjadi suatu kebanggaan tersendiri wisuda kami bertepatan dengan HUT STKIP yang ke-6. Kami berharap agar STKIP secepatnya menjadi Universitas seperti janji Ketua STKIP, karena pendidikan sangat dibutuhkan saat ini, apalagi buat kami yang berasal dari keluarga sederhana bisa melanjutkan kuliah di SBD tahnpa harus merantau lagi ke Jawa, Bali dan Kupang” ujarnya.  

Novi yang sebenarnya mempunyai cita-cita menjadi Polwan  juga berpesan untuk teman-temannya di kampus STKIP yang masih berjuang dalam kuliah untuk menyelesaikan studinya  agar tidak mudah putus asa, terus berjuang yang penting tekun dan disiplin untuk memperoleh ilmu yang diinginkan.

Novitasris Anantasia Lelu, S.Pd (tengah) bersama kedua orang tuanya Dominikus Lelu Bulu dan Yustina Lali Pare

“Cita-cita saya sebenarnya ingin menjadi Polwan, tetapi karena keterbatasan biaya sehingga tidak bisa mewujdukan cita-cita itu, kalau test jadi Polwan   khan harus keluar dari Sumba, sehingga akhirnya saya memilih kuliah di STKIP saja” tuturnya lagi.

Rencana kedepan dari Novi akan mengikuti test CPNS yang sedang dibuka saat ini sesuai dengan jurusannya untuk menjadi guru. Tetapi jika belum berhasil maka dirinyapun akan mencoba pekerjaan-pekerjaan lain di swasta ataupun LSM.

Ditempat terpisah ayah dari Novi, Dominikus Lelu Bulu kepada media mengatakan merasa kaget anaknya bisa menjadi lulusan terbaik STKIP saat ini. Dirinya dan seluruh keluarganya merasa bangga karena walaupun kehidupan ekonomi keluarga yang tergolong pas-pasan tetapi Novi telah membuktikan bisa mencapai prestasi yang gemilang.

Baca Juga :   PENTAS BERBAHASA INGGRIS SISWA-SISWI JF COURSE

“Ini semua adalah jawaban atas doa-doa kami untuk Novi. Harapan saya bagi mahasiswa berprestasi seperti Novi ini ada perhatian dari Pemerintah Daerah SBD. Sarjana yang mempunyai prestasi ini bisa dipake untuk ikut membangun kabupaten SBD ini” harapnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih pada STKIP yang telah berhasil mendidik anaknya menjadi yang terbaik.

“Kami berterima kasih pada Tuhan yang Maha Kuasa atas berkat untuk anak kami, dan yang kedua terima kasih pada kampus STKIP yang telah mendidik dan membimbing anak kami  hingga bisa menyelesaikan kuliahnya dengan memperoleh prestasi yang baik” tutupnya. ***

Penulis: Octa Dapa Talu,-