PPA TALITAKUM DAN JF COURSE GELAR PENTAS BERBAHASA INGGRIS

Tambolaka-SJ………….. JF Course dan PPA Talitakum GKS Jemaat Mata menggelar pentas berbahasa Inggris di GKS Jemaat Mata Kelurahan Weetabula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kamis (31/3/22). Para hadirin dibuat terkesima dan takjub dengan kemampuan anak-anak PPA Talikum ini.

Sebanyak 40 anak didik PPA Talitakum menunjukan kebolehannya dalam menggunakan Bahasa Inggris, dalam berbagai aksi drama dan seni suara. Para tamu hadirin, orang tua murid dan jemaat GKS Mata dibuat terpukau dengan penampilan siswa-siswi PPA Talitakum.

Capaian dan prestasi ini bisa ditampilkan oleh murid-murid PPA Talitakum berkat dukungan JF Course sebagai Lembaga kursus Bahasa Inggris yang ada di SBD. JF Course bekerja sama dengan PPA Talitakum dengan memberikan kursus bagi murid-murid PPA dimulai dari usia dini dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang mumpuni.

Asisiten II Setda SBD, Drs. Dominggus Bulla, M.Si., saat membuka kegiatan English Show dai GKS Mata

Semboyan JF Course adalah menaklukan dunia dengan berbahasa Inggris bukanlah semboyan mimpi belaka, Lembaga JF Course saat ini memiliki dua cabang yakni di SBD dan di Sumba Barat. JF Course juga memiliki 21 pengajar lulusan Bahasa Inggris baik S1 dan S2 yang terbagi dalam dua cabang ini. Selain itu, terdapat 6 orang tenaga kependidikan atau staff yang membantu proses belajar mengajar di Lembaga.

Koordinator PPA Talitakum GKS Mata,  Adriana Zogara yang dihubungi media ini di sela-sela kegiatan pentas berbahasa Inggris (Ingglish Show) di GKS Mata mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk ekspresi anak-anak PPA Talitakum yang sudah mengikuti kursus bahasa Inggris selama 1 tahun.

Koordinator PPA Talitakum, Adriana Zogara (kiri) bersama staf dan pengurus PPA Talitakum GKS Mata

Kata Adriana, kami merasa bangga karena anak-anak sudah mempunyai kemampuan berbahasa Inggris dan mempunyai keberanian untuk menampilkannya di depan Pemerintah SBD, majelis dan jemaat GKS Mata,  orang tua murid, serta tamu undangan lainnnya.

Baca Juga :   RAPAT KOORDINASI DAN ARISAN TPG WILAYAH KOTA LOURA

“Dari 40 anak didik Talitakum yang mengikuti kursus bahasa Inggris dan pentas hari ini. Kami bangga sekali berdasarkan informasi dari orang tua murid, setelah mengikuti kursus bahasa Inggris JF Course, prestasi anak-anak di sekolahnya masing-masing mengalami peningkatan” ungkap Adriana Zogara.

Lebih lanjut dengan bangga Adriana mengatakan saat ini jebolan PPA Talitakum sudah ada 1 orang yang diterima di Sekolah Pariwisata SBD (SHF) untuk mengeyam pendidikan di sana karena sudah mempunyai kemampuan berbahasa Inggris.

Dirinya berharap kursus bahasa Inggris ini dapat berlanjut terus di PPA Talitakum, apabila pihaknya sudah mendapat persetujuan dalam pertemuan dengan yayasan Compassion Indonesia yang ada  di Bandung.

“Kita akan lanjutkan kerjasama dengan JF Course jika disetujui  Partnership Facilitator (PF) dalam fiskal tahun 2022/2023” ujar Adriana Zogara.

Adriana juga berharap prestasi anak-anak Talitakum ini juga mendapat dukungan dari para orang tua murid untuk memotivasi anak-anaknya agar tekun dalam mempelajari bahasa Inggris yang sudah merupakan tuntutan jaman saat ini.

“Dari awal kami sudah mempunyai komitmen dengan para orang tua murid, agar mendorong dan memotivasi anak-anaknya dalam mengikuti kursus bahasa Inggris ini. Kita harus bersyukur ada JF Course yang mempu melayani kebutuhan pendidikan bahasa Inggris” jelasnya.

Pimpinan JF Course, Lambertus James Dima saat memberikan sambutan pembukanya dalam English Show PPA Talitakum GKS Mata

Sementara itu pimpinan JF Course Lambertus James Dima dalam pidatonya dalam English Show yang diselenggarakan di GKS Mata bersama PPA Talikakum mengatakan bahwa Lembaga JF Course memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di pulau Sumba dengan memberikan bekal kemampuan Bahasa Inggris yang baik sehingga mereka bisa mengambil berbagai peluang baik di masa depan mereka.

Baca Juga :   Pendidikan, Kesehatan dan Keamanan Merupakan Masalah Serius di Denduka

Kepada suarajarmas.com usai kegiatan pentas berhasa Inggris anak-anak PPA Talitakum, James mengatakan pihaknya fokus dalam peningkatan ketrampilan berbahasa Inggris yang dimulai dari anak-anak usia dini.

“Bahwa sudah ada kursus yang secara regular, tetapi kami juga membangun relasi dengan beberapa instansi baik pemerintah maupun non pemerintah misalnya PPA (gereja) untuk memberikan layanan kursus bahasa Inggris, karena di jaman saat ini kebutuhan akan bahasa Inggris sudah sangat penting” ungkap James.

James menjelaskan JF Course sudah berdiri sejak 5 tahun yang lalu dan sudah banyak membangun kemitraan dengan berbagai pihak yang dimulai dari Kelurahan Weetabula dan saat ini sudah di replikasi lagi ke desa-desa di Kecamatan Kota Tambolaka dan Kecamatan Loura, setelah mendapat dukungan dari Pemda SBD dengan adanya regulasi pendidikan berbahasa Inggris di desa-desa.

Untuk mewujudkan mimpi membangun kualitas SDM yang bagus bagai putra-putri SBD khususnya dan pulau Sumba pada umumnya James juga menghimbau para orang tua murid (red masyarakat) untuk mau mendukung penuh pendidikan bagi anak-anaknya khususnya di bidang ketrampilan berbahasa Inggris.

“Jika perlu berhutang untuk mendukung anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, kebiasaan orang berhutang untuk urusan budaya, tetapi untuk pendidikan tidak mau. Bila perlu harus seimbang berhutang untuk urusan budaya dan berhutang untuk pendidikan anak” harapnya.

Di tempat terpisah salah satu pengajar JF Course, Wilhelmina Kurnia Wandut, M. Hum., kepada media ini mengatakan kemampuan berbahasa Inggris di Pulau Sumba saat ini sudah menjadi salah satu kemampuan utama yang dimiliki oleh masyarakat.  Dengan menguasai bahasa Inggris orang dapat membuat koneksi yang lebih luas dan mendapatkan kesempatan bekerja yang lebih baik.

Helmi sapaan akrab pengajar JF Course ini menjelaskan, kemampuan berbahsa Inggris sudah merupakan tuntutan yang di Sumba, mengingat saat ini Sumba sedang menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak diminati. Hal ini membuat kemampuan bahasa Inggris menjadi kemampuan prioritas yang harus dimiliki.

Baca Juga :   SANTRI INDONESIA UNTUK PERDAMAIAN INDONESIA

“Sayangnya, mata pelajaran bahasa Inggris di Sumba rata-rata baru dipelajari saat pelajar menginjak bangku SMP,  sedangkan ditingkat SD,  jarang ada sekolah yang mengajarkan bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran ataupun menjadikan bahasa Inggris kegiatan ekstrakuriler” tuturnya.

Staf pengajar JF Course, Wilhelmina Kurnia Wandut, M. Hum (depan)

Kata Helmi, hal inilah  yang menciptakan jurang pemisah dimana ada berbagai peluang pariwisata yang tersedia namun  karena adanya keterbatasan kemampuan, peluang tersebut terlewati dan didapatkan oleh orang lain yang memiliki kecakapan bahasa yang lebih baik.

Untuk diketahui pentas berbahasa Inggris PPA Talitakum (English Show) dibuka dengan resmi oleh Asisten II Sekda SBD, Drs. Dominggus Bulla, M.Si., yang dihadiri oleh Pdt Irens Takandjandji, S.Th., dari GKS Mata, Pdt. Eny Bora, S.Th., dari GKS Waikabubak Sumba Barat, Camat Loura, Lurah Weetabula, Kepala Desa Kalena Wanno, Pengadaian Weetabula dan beberapa tamu undangan lainnya.

Pentas berbahasa Inggris mendapat apresiasi yang luar biasa, walaupun hujan lebat sempat mengguyur Waitabula tetapi tidak menyurutkan semangat anak-anak Talitakum untuk tampil menujunkan kemampuannya. *** (Octa/002-22),-