POKTAN HOMBA KAWANGO TANAM PERDANA BAWANG MERAH VARIETAS LOKANANTA

Kodi-SJ…….. Dalam rangka Kegiatan Pertanian Keluarga Program Penanganan Kerawanan Pangan dan Penguatan Ketahanan Pangan, Kelompok Tani (Poktan) Homba Kawango desa Kapaka Madeta Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur lakukan tanam perdana bawang merah Varietas Lokananta seluas 3 Ha, Jumat (11/6/21).

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kabupaten SBD, Pejabat Pertanian RI,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan,  Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan,  Kadis Perikanan,  Kepala Desa Kapaka Madeta,  Kepala Desa Ana Ege, Babinsa, Babinkamtibmas, Penyuluh dan anggota kelompok tani.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete yang melakukan tanam perdana bawang merah Varietas Lokananta bersama Poktan tersebut mengatakan bawang merah merupakan bahan bumbu makanan yang hampir setiap hari dikonsumsi,  sehingga komoditi bawang merah ini harus selalu ada dan perlu dibudidayakan.

Bupati berharap bawang merah menjadi salah satu komoditi unggulan baru untuk Kabupaten SBD dan penanaman bawang ini menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk mengembangkan budidaya bawang merah.

“Dengan adanya bawang merah seluas 3 Hektar are ini diharapkan SBD mampu mencukupi kebutuhan bawang merah daerah bahkan mampu ekspor untuk pasar luar nasional” ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Kornelius menjelaskan penanaman bawang merah merupakan kegiatan pengentasan  daerah rentan rawan pangan Pertanian  Keluarga Tahun 2021, sebagai upaya mewujudkan program strategis daerah Desa Berkecukupan Pangan.

“Lahan pertanian kelompok tani Homba Kawango juga akan dibudidayakan tanaman Tomat seluas 1 Ha,  Cabe rawit 1 Ha,  Terong 1 Ha,  Wortel 1 Ha, Ikan Lele 6.500 ekor dan ikan Nila sebanyak 1.000 ekor” jelasnya.

 Sebelumnya dalam laporan pengelola kegiatan Pertanian Keluarga (PK) oleh Yakoba Lende, STP, M.Si., mengucapkan terima kasih kepada Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI yang walaupun ditengah masa pandemi ini masih  memberi bantuan bagi kegiatan PK dan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang tersebar dibeberapa kelompok yang ada di SBD.

Baca Juga :   EXPO SAYURAN POKTAN ANA LEKO

“Ini sangat membantu  petani-petani  SBD di tengah-tengah situasi sulit seperti ini. DI SBD sudah ada 4 kelompok  yang mendapat bantuan yaitu pada tahun 2020 ada 2 kelompok yang tersebar di 2 kecamatan dan pada tahun 2021 ada 2 kelompok  juga di dua kecamatan yaitu di kecamatan Kodi desa Kapaka Madeta kelompok tani Homba Kawango dan Kecamatan Kodi Bangedo desa Waikadada Poktan Maju Bersama” tuturnya.

Yacoba menjelaskan kelompok penerima manfaat kegiatan PK ini ditentukan berdasarkan peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan pada Indeks komposit terendah tahun 2019. Untuk kelompok tani Homba Kawango  ada budidaya bawang dan tanaman sayur-sayuran lainnya dengan lahan seluas 7 ha.

Untuk budidaya bawang 3 ha dan tanaman lainnya seperti cabe, terong, wortel  dan tomat masing-masing 1 ha. Ada budidaya ikan lele sebanyak 6500 ekor yang berada di 7 kolam ikan,  5 kolam ada di anggota dan 2 kolam ada di ketua kelompok  dengan ukuran kolam 5×3 = ada 2 buah dan 2 x 4 ada 4 buah  dan 2, 5 x2 ada 1 buah. Dan ada budidaya ikan nila pada kolam seluas 8 x10 dengan jumlah ikan nila didalamnya 3.000 ekor,  yang 2. 000 ekor swadaya kelompok sedangkan 1.000 ekor dari kegiatan PK.

Yacoba menambahkan untuk pelaksanaan kegiatan, kelompok sudah melakukan pengolahan lahan dari bulan April yang dapat dilihat lahan seluas 6 Ha. 1 Ha lainnya berada di luar dari lokasi ini, ada di pinggir saluran itu dan direncanakan untuk ditanami bawang merah.

“Kami sangat optimis bahwa kegiatan PK ini akan berhasil karena kami melihat ada kemauan yang kuat dari Poktan dan ditambah dengan dukungan dari teman-teman penyuluh mulai dari koordinator, pendamping dan teman-teman lainnya yang hampir tiap hari ada di Poktan ini” kata Yacoba.

Baca Juga :   BUPATI BERHARAP KACANG HIJAU DI DESA REWARARA SEBAGAI PERCONTOHAN DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT

Dirinya berharap dengan adanya budidaya bawang merah ini, pada tahun-tahun  yang akan datang masyarakat SBD tidak lagi  membeli lagi bawang merah yang didatangkan dari luar.

“Oleh karena itu kami sangat mengharapkan dukungan dari Pemerintah secara terus menerus. Khususnya di kegiatan PK ini dari 11 kecamatan  baru ada 4 kecamatan yang dibantu dan kami berharap 7 kecamatan lainnya juga dibantu secara bertahap pada tahun-tahun yang akan datang” pungkasnya *** (Octa/002-21).-

error: Content is protected !!
https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor