PGI DUKUNG PENCEGAHAN STUNTING DI SUMBA

Tambolaka-SJ …………… Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bekerja sama dengan Kemenkes RI menyelenggarakan  program pencegahan stunting melalui pelaksanaan program Germas dalam pencegahan stunting di Sumba Nusa Tenggara Timur. Adapun wilayah intervensi PGI untuk lokus stunting adalah Sumba Barat Daya (SBD), Sumba Barat dan Sumba Timur dengan melibatkan Gereja Kristen Sumba (GKS) dan Gereja Bethel Indonesia (GBI). 

Kegiatan yang diselenggarakan di SBD (26-28 Agustus 2019) dimulai dengan Rapat Advokasi bersama Dinkes SBD pada Senin,26/08/19. Sedangkan pada Selasa, 27/08/19 pagi audiensi dengan wakil bupati SBD yang dilanjutkan dengan orientasi dengan GKS dan GBI SBD di gedung GKS Tambolaka.

Sekretaris Ekslusif bidang KKC-PGI  Pdt. Jimmy Sormin, MA dalam kegiatan orientasi di GKS Tambolaka mengatakan sejak tahun yang lalu PGI sudah mendukung gerakan hidup sehat di SBD. Dan pada saat ini dilanjutkan dengan gerakan pencegahan stunting. Diharapkan gereja-gereja yang ada di SBD untuk berkontribusi bersama-sama dengan Pemerintah untuk memberikan perhatian kepada pencegahan stunting di SBD bahkan juga untuk hidup bersih dan sehat.

Pdt. Jimmy Sormin, MA saat memberikan arahan dalam pembukaan orientasi pencegahan stunting di GKS Tambolaka

“Stunting adalah masalah ini tidak hanya terkait dengan kesehatan tetapi juga ikut mempengaruhi kecerdasan anak-anak generasi kita kedepan. Gereja harus fokus dan terlibat dalam masalah ini dengan memberikan perhatian pada ibu hamil dan anak-anak melalui Pusat Perlindungan Anak (PPA) di gereja” ungkapnya.

Lebih lanjut Pdt. Jimmy menegaskan fokus perhatian dikhususkan pada anak-anak dengan usia 1 sampai 3 tahun. Berangkat dari realitas kesehatan masyarakat tersebut, PGI menyadari bahwa warga gereja turut mengalaminya dan membutuhkan pengetahuan untuk mencegah serta dapat pula menanganinya melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di sekitar mereka.

Pemahaman mendasar tentang Stunting menjadi sesuatu yang penting untuk didapatkan oleh warga masyarakat pada umumnya. Melalui kerja sama antara PGI dan Kemenkes RI dalam beberapa tahun terakhir, dalam bentuk promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, terlihat bahwa ada banyak dampak positif yang bisa diberikan kepada masyarakat, khususnya warga gereja, untuk dapat hidup sehat dan memberdayakan orang lain agar dapat merasakan hal yang sama.

Baca Juga :   LAKUKAN PENEMUAN AKTIF DAN RESENSI OBAT TB

Wakil Bupati SBD, Drs. Ndara Tanggu Kaha yang membuka kegiatan orientasi di GKS Tambolaka mengapresiasi keterlibatan PGI melalui pelaksanaan program Germas dalam pencegahan stunting di SBD. Stunting merupakan mimpi buruk di dunia bagi masa depan generasi baru sebuah bangsa. Tingginya masalah stunting berarti tingginya masalah gizi kronis pada masyarakat.

Wakil Bupati SBD, Drs. Ndara Tanggu Kaha saat membuka kegiatan di GKS Tambolaka

Masalah stunting bukan hanya berubahnya tampilan fisik seseorang tetapi juga buruknya perkembangan otak yang mengakibatkan kemampuan mental dan belajar yang kurang bahkan cukup rentan diserang banyak penyakit.

“Stunting adalah akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama sejak dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun” ujar Ndara Tanggu Kaha.

Lebih lanjut Ndara Tanggu menjelaskan Pemda SBD juga ikut berupaya untuk mencegah stunting. Melalui Dinas Kesehatan Pemda telah melakukan berbagai kegiatan untuk pencegahan  balita stunting antara lain pemberian makanan tambahan, pendampingan kader posyandu dalam pendampingan pola makan keluarga, pelatihan pemberian makan pada bayi dan anak,  pengadaan antropometri kit (alat untuk menentukan gizi), dan lain-lain.

“Hingga bulan Juni 2019, tercatat 10,68% bayi terindikasi stunting dari 32.544 kelahiran di SBD. Ini merupakan angka cukup tinggi dan menguatirkan, karena mereka adalah generasi yang akan mengambil alih pemerintahan daerah jika masanya telah tiba” tuturnya lebih jauh.

Ndara Tanggu juga mengucapkan terima kasih pada Kemenkes RI yang telah menggandeng PGI yang akan memberikan pelayanan pengetahuan akan pentingnya bergaya hidup sehat. Dirinyapun berharap seluruh peserta kegiatan dari GKS dan GBI mengikuti kegiatan ini dengan baik dan melanjutkannya di gereja masing-masing.

Baca Juga :   SBD BEBAS DARI VIRUS ANJING RABIES

Hingga berita ini diturunkan kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari PGI dan Kemenkes. Peserta yang terdiri dari Pendeta, Guru Injil dan Kaum awam gereja tampak sangat antusias mengikuti kegiatan Cegah Stunting tersebut. (Octa),-