IDI-SBD Gelar Pertemuan Ilmiah Pembaruan Klinis dan Praktik Harian Para Dokter

Tambolaka-SJ …………………. Dalam upaya meningkatkan kesiapan dokter dalam  memberikan pelayanan  umum dan kegawatdaruratan yang optimal, efisien, menjamin keselamatan pasien serta melakukan prosedur rujukan yang benar, maka Ikatan Dokter Indonesia Cabang Sumba Barat Daya (IDI-SBD), menyelenggarakan seminar dan workshop yang berjudul SBD CLINICAL UPDATE IN DAILY PRACTICE –  FK UGM ’82 Scientific Meeting 2020.

Kegiatan ini diprakarsai oleh IDI kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang diselenggarakan di aula kantor Bupati SBD Puspem Kadula Jumat  (14-02-2020). Pertemuan Ilmiah ini dibuka dengan resmi oleh Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete pada pagi hari yang dilanjutkan dengan seminar dan workshop serta pelayanan KB.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, ketua IDI SBD dr. Elfrida Marpaung, sekretaris panitia penyelenggara     dr. Kreisty S.Z. Saerang, Sp.PD, FINASIM dan pengurus IDI lainnya serta panitia penyelenggara.

Ketua Panitia  dr. Ingkang Helena N G Sanger yang ditemui media disela-sela kegiatan mengatakan seminar ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan, keterampilan dan kinerja dokter dalam praktik sehari-hari; meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dokter dalam menangani kasus kegawatdaruratan dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dokter dalam  melaksanakan  proses rujukan  yang tepat.

Akses sebagian masyarakat di SBD  ke fasilitas kesehatan dipengaruhi kondisi geografis yang sulit. Hal ini menyebabkan waktu yang diperlukan untuk dapat mencapai fasilitas kesehatan yang memadai lebih lama. Sedangkan waktu tempuh pasien dari rumahnya ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit terutama dalam kondisi pasien gawat darurat, turut menentukan prognosa pasien.

“Oleh sebab itu diperlukan dokter-dokter yang mampu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien sesuai dengan standar profesi dan etika profesi dan berkualitas, sehingga dapat mengenali, mendiagnosa dan menangani penderita gawat darurat secara tepat dan cepat, serta bila perlu dapat melaksanakan rujukan dengan tepat” ungkapnya.

Baca Juga :   Pandemik Covid-19 dan Tanggung Jawab Sosial Masyarakat Akademik

Dipantau oleh media ini, pertemuan ilmiah yang diikuti oleh kurang lebih 150 peserta dengan latar belakang dokter umum dan dokter spesialis ini berjalan cukup serius dan mendapat perhataian dari peserta. Pertemuan ilmiah menampilkan 15 orang narasumber yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran UGM  tahun 1982.

Selain mengikuti pertemuan ilmiah,  alumnus FK-UGM ini juga melakukan kunjungan-kunjungan ke daerah-daerah potensi wisata di SBD maupun Sumba Barat. Para dokter alumnus UGM ini sudah berada di Tambolaka sejak Kamis 13 Februari 2020 dan direncanakan masih akan melakukan kunjungannya hingga Minggu (17-02-2020).*****

Liputan: Octav Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.