Pertama di Sumba, Panen Bawang Merah 20 Ton

Kodi-SJ…….  Pertama di Pulau Sumba panen raya bawang merah dengan lahan seluas 1,5 ha menghasilkan 20 ton bawang merah. Pada Selasa (13/10/2020) bertempat di desa Hameli Ate kecamatan Kodi Utara kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi Nusa Tenggara Timur, Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete meresmikan pelaksanaan gerakan panen raya bawang merah varietas lokananda oleh Gapoktan Kadughu Mopir.

(ki ke ka) Ketua Dekranasda SBD, Ny. Margaretha Tatik Wuryaningsih,Sekdis P dan K Ny. Yuliana M. Dapawando dan Wakil Ketua PKK SBD Ny. Octavina T.S. Samani berpose bersama usai panen raya bawang merah di Kodi Utara

Turut hadir dalam pelaksanaan gerakan tersebut, Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP, Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Stev Lay, Plt. Sekda SBD, Bernardus Bulu, SH, Plt. Kadis Pertanian SBD, Rofinus Kaleka, SP, Ketua Dekranasda sekaligus ketua PKK SBD, Ny. Margaretha Tatik Wuryaningsih Mete, Wakil Ketua PKK sekaligus Sekretaris Dinas P3AP2KB, drh. Octavina T.S. Samani, pimpinan-pimpinan OPD, Camat, Kapolsek Kodi Utara, Kopdit Swastisari, kepala desa  serta tamu undangan lainnya.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete saat memberikan sambutannya

Dalam kesempatan itu Bupati SBD Kornelius Kodi Mete memberi apresiasi pada Gapoktan Kadughu Mopir yang sudah berhasil panen raya bawang merah varietas Lakananta dengan lahan 2 ha. Hasil yang dicapai oleh Gapoktan ini menunjukan bahwa lahan yang ada di Kodi sangat cocok untuk tanaman bawang merah.

“Kalau dulu kita menghabiskan banyak uang untuk membeli bawang dari luar Sumba, maka sekarang dan akan datang tidak boleh lagi uang kita keluar untuk membeli bawang,  jika  hasil yang dicapai oleh Gapoktan Kadughu Mopir terus dipertahankan” ungkapnya.

Baca Juga :   Kanit Dikyasa Polres Sumba Barat Beri Himbauan Kepada Masyarakat
Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Stev Lay (berdiri) saat memberikan sambutan

Lebih lanjut Bupati SBD juga mengatakan untuk mengoptimalkan lahan pertanian untuk tanam bawang dibutuhkan dukungan alat berat eksa, tidak hanya alat pertanian lainnya. Jika SBD mempunyai 1 eksa saja, maka lahan Pantura akan jadi hebat. Anggota DPR RI asal Sumba ada 1 orang, tetapi untuk dapil Sumba ada 10 orang. Kita dorong agar mereka berjuang supaya eksa  untuk pertanian hadir di Sumba selain traktor dan alat pertanian lainnya.

“Hari ini kita panen merupakan peristiwa besar untuk kita lanjutkan. Teman-teman PLL agar terus mendorong petani di SBD, jangan lagi ada stigma bahwa tanam bawang akan mendatangkan petir” jelasnya.

Sebelumnya Kabid  Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Stev Lay menjelaskan bawang merah Lokananta ini merupakan jenis bawang yang tahan hujan dan tahan panas dan tahan penyakit layu. Potensi produksinya 19 sampai 26 ton per hektar. Umur produksi tanamnya 3 bulan (60 sampai 70 hari).

“Jadi kalau disini  2 ha lahan yang digunakan, tadi saya cek di teman-teman PPL yang sudah melakukan ujinan, produksinya kira-kira 20 ton. Artinya ini belum maskimal, seharusnya 25 sampai 26 ton” ungkapnya.

Lebih lanjut Stev Lay menjelaskan dengan produksi 20 ton  bawang merah akan menghasilkan uang senilai 1 M. Jika dikurangi ongkos produksi 200 juta, maka akan mendapatkan keuntungan bersih 800 juta.

Ketua Gapoktan Kadughu Morip, Agustinus Wakur Kaka dalam sambutannya mengatakan sebagai petani dirinya merasa bahagia dengan perisitwa panen raya saat ini. 

“Dalam proses dari pengolahan lahan, penanaman sampai dengan panen raya saat ini melalui suatu proses yang tidak mudah. Kami membutuhkan pendampingan teknis dari PPL, karena tanam bawang  ini baru pertama kami lakukan” tuturnya.

Baca Juga :   GUBERNUR NTT APRESIASI BUPATI DAN KADIS PERTANIAN SBD

Dirinya mengucapkan terima kasih pada Elton John penyalur benih di SBD dan Eben Panah Merah yang telah mendukung dan membimbing Gapoktan Kadughu Morip.

Tinus Wakur juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan pertanian keluarga. Diirnya berjanji akan menanam lagi 3 ha dikemudian hari setelah melihat hasil panen perdana yang memuaskan ini. Selain itu juga akan menanam cabe seluas 2 ha, semangka 3 ha serta memelihara ikan lele sangkuriang di kolam yang berukuran 4 x 7,5 m dengan jumlah 5.000 ekor lele. ***** (OC$),-

error: Content is protected !!
https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor