PERTAMA DI SBD, SEKOLAH KATOLIK KETUA OSISNYA MUSLIM

Tambolaka-SJ…………… Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan masyarakatnya untuk hidup rukun. Sebab kerukunan merupakan salah satu pilar penting dalam memelihara persatuan rakyat dan bangsa Indonesia. Tanpa terwujudnya kerukunan diantara berbagai Suku, Agama, Ras dan antar Golongan bangsa Indonesia akan mudah terancam oleh perpecahan dengan segala akibatnya yang tidak diinginkan.

Kerukunan dapat diartikan sebagai kondisi hidup dan kehidupan yang mencerminkan suasana damai, tertib, tentram, sejahtera, hormat menghormati, harga menghargai, tenggang rasa, gotong royong sesuai dengan ajaran agama dan kepribadian pancasila.

Agama secara umum merupakan suatu kepercayaan atau keyakinan yang dianut oleh masyarakat menjadi norma dan nilai yang diyakini dan dipercaya. Agama diakui sebagai seperangkat aturan yang mengatur keberadaan manusia di dunia.

Dengan demikian kerukunan merupakan jalan hidup manusia yang memiliki bagian-bagian dan tujuan tertentu yang harus dijaga bersama-sama, saling tolong menolong, toleransi, tidak saling bermusuhan, saling menjaga satu sama lain.

Kerukunan antar umat beragama dapat diwujudkan dimana saja, baik dilingkungan sosial masyarakat, lembaga pendidikan dan lembaga keagamaan dan lain sebagainya sehingga semua golongan agama bisa hidup berdampingan bersama-sama tanpa mengurangi hak dasar masing-masing untuk melaksanakan kewajiban agamanya.

Di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), SMAK St. Thomas Aquinas Weetebula Kecamatan Kota Tambolaka  sudah membuktikan dengan partipasinya guna mewujudkan kerukunan itu baik di kalangan guru-guru maupun siswa-siswanya. Ada banyak kegiatan keagamaan untuk Muslim dimana  SMAK St. Thomas Aquinas turut berperan serta sebagai bentuk solidaritas kerukunannya. Siswa-siswi SMA Thomas pernah melakukan bersih-bersih di Masjid Al-Falah disaat saudara-saudarinya sedang berpuasa. Kali ini SMAK St. Thomas Aquinas membuktikan adanya kebebasan yang sama dirasakan oleh semua siswanya dengan mendapat pelayanan dan penghargaan yang sama tanpa memandang SMAK St. Thomas Aquinas adalah sekolah Katolik.

Buktinya Ketua OSIS terpilih untuk periode 2018-2019 adalah Shera Paulin Hanafi Pesona siswa dari kelas 3 IPS II yang beragama Islam. Shera secara mengejutkan terpilih sebagai ketua OSIS pada saat pemilihan beberapa waktu lalu. Kepala SMAK St. Thomas Aquinas, Fr. M. Kanisius, BHK kepada media SJ mengatakan kami disini selalu mengajarkan kepada semuanya baik guru maupun siswa agar jangan ada sekat di lembaga ini. Bahkan mereka yang agama Islam kita juga berikan pelajaran agama Islam dengan memanggil ustad,  begitu juga agama Protestan kita juga ada gurunya, jadi tidak ada intimidasi atau pengecualian baik dari proses belajarnya sampai pada pemilihan OSIS kemarin.

Baca Juga :   DISIPLINKAN ASN, BUPATI SUMBA BARAT INTENSIFKAN SIDAK DI AWAL TAHUN 2022
Shera Paulin Hanafi Pesona (kiri),  Ketua OSIS SMAK St. Thomas Aquinas bersama Kepala SMAK St. Thomas Aquinas Fr. M. Kanisius, BHK (tengah)

Proses pemilihan kemarin itu hampir mirip dengan pemilihan Pilkada, saya juga sempat kaget mereka buat begitu jadi suasananya memang terasa sekali demokrasinya. Prosesnya pertama mereka daftar di Ketua Pemilihan Osis (KPO) berdasarkan paket,  lalu mereka dapat nomor urut dan jadwal kampanye, sehingga seterusnya mereka melakukan kampanye disetiap kelas untuk menyampaikan visi dan misinya sampai dengan debat terbuka yang disaksikan seluruh siswa dan guru di lapangan. Kemudian mereka masuk ke kelas masing-masing untuk menentukan pilihannya. Semua kemarin yang mendaftar ada 4 paket.

“Jujur kemarin saya sampai merinding, bangga dan terharu sekali pada anak-anak sudah bisa belajar berdemokrasi layaknya pilkada sungguhan” ungkap Fr. Kanis terharu.

Lebih lanjut Fr. Kanis menjelaskan untuk kriteria ada Pembina OSIS yang menentukan bersama KPO untuk menyeleksi apakah sesuai atau tidak. Dirinya  menghimbau kepada guru-guru agar selalu memberikan dampingan kepada anak-anak, agar mereka mampu berkarya dengan baik melalui program-program OSIS yang mereka jalankan. Untuk pengurus OSIS sendiri agar mampu bekerja sama dengan teman-teman yang lain dan selalu berkoordinasi dengan pembina osis dan konsultasikan juga dengan guru-guru yang lain agar semua bisa berjalan dengan baik. Termasuk juga nanti kalau ada kegiatan-kegiatan dari OSIS kita juga bisa libatkan wartawan untuk bisa meliput kegiatanya.

“Untuk siswa-siswa yang lain supaya bisa membantu dan terus berkarya karena OSIS ini adalah wadah buat mereka untuk terus meningkatkan skill, kualitas dan kepribadian diri” ujarnya tegas.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pembina Osis  Fr.M. Theodulus, BHK, tentang figur ketua OSIS di SMA Thomas, ia berpendapat tidak pernah melihat dan memandang soal agama karena kita lebih melihat soal kemampuan sehingga siapa saja boleh berkarya dan tidak ada yang di anak emaskan disini.

Baca Juga :   Membangun Keluarga Melalui Program Genre

“Bagi kami inilah keunikan dari kami disini yaitu mau merangkul semua golongan karena kami disini ada yang beragama Khatolik, Protestan, Hindhu maupun Islam” tuturnya.

Lebih lanjut Pembina OSIS ini menjelaskan proses pemilihan ketua OSIS itu memang kita buat seperti pilkada maupun pilpres sehingga bisa mengajarkan bagaimana suasana berdemokrasi bagi anak-anak dan nantinya bisa menjadi bekal buat mereka juga ketika sudah berada ditengah-tengah masyarakat. Ya kemarin kita sepakat untuk tahap seleksi itu yang penting mereka memiliki kecakapan yang baik, kemauan dan kebranian bersosialisasi dalam merangkul teman-teman yang lain serta memiliki kepribadian yang baik sehingga mampu menjadi contoh buat yang lain.

“Masa jabatan OSIS satu tahun, sehingga dalam satu tahun itu kita dorong anak-anak untuk lebih kreatif bukan hanya didalam kelas tetapi bisa kreatif diluar kelas dengan menggali potensi serta bakat siswa dan kemudian dikembangkan melalui program-program yang nantinya dijalankan oleh OSIS itu sendiri” paparnya.

Shera Paulin Hanafi Pesona atau Shera panggilan akrabnya kepada media juga mengatakan cukup kaget dengan respon positif yang diperolehnya dari guru-guru maupun teman-temannya di SMA Thomas, karena dirinya berhasil terpilih maunjadi ketua OSIS di SMA St.Thomas Aquinas periode 2018-2019 mengalahkan tiga paket yang lain.

“Ada rasa bangga dan bersyukur sekali karena kebetulan saya adalah perempuan sendiri kemarin dan beragama muslim. Sehingga ini jadi sejarah di SMA St.Thomas Aquinas memiliki ketua OSIS perempuan pertama dan beragama muslim. Syukur Alhamdulilah disini kita tidak ada perbedaan suku maupun agama sehingga teman-teman melihat saya mungkin karena saya mempunyai jiwa kepemimpinan yang bisa memberikan motivasi yang baik untuk sekolah ini” tuturnya.

Shera pun mengakui memang awalnya sempat gugup dan canggung juga ketika harus bertarung dengan teman-teman cowok apalagi minoritas tapi saya selalu memiliki keyakinan bahwa perbedaan itu bukan suatu hambatan atau tantangan untuk terus berkarya. Jujur saya sendiri sebenarnya memiliki cukup banyak pengalaman di organisasi mulai dari pramuka, mengikuti olimpiade mewakili sekolah maupun mewakili kabupaten di tingkat propinsi sehingga itu menjadi modal dan bekal saya untuk memiliki mental dan kecakapan yang baik ketika berbicara di depan umum.

Baca Juga :   FANTASTIS, DESA KAWANGO HARI LUNASI PBB SEBELUM PENYERAHAN SPPT DAN DHKP PBB P2 OLEH BAPENDA SBD
Shera Paulin Hanafi Pesona(ketiga dari kanan) bersama teman sekolahnya

Adapun program yang menjadi prioritasnya nanti ini adalah tentang kedisiplinan dan kerapian siswa, karena itu akan menjadi penilaian dimata masyarakat serta menjadi kebiasaan baik nantinya ketika sudah memasuki dunia kerja. selain itu dirinya juga akan menggenjot minat bakat siswa melalui program ekstrakurikuler yang ada disekolah, termasuk nanti setiap bulan ada lomba cerdas cermat, pidato, debat dan pertandingan olahraga. Shera juga berpesan untuk teman-teman karena ini bukan sekolah saya saja melainkan sekolah bersama sehingga kita bisa bersama-sama untuk mendukung dan meningkatkan kualitas diri demi almamater tercinta kita ini.

“Harapan saya untuk teman-teman OSIS agar mampu bekerja sama dengan tim dan bisa mendukung program-program yang ada sehingga bisa mengangkat nama baik sekolah dan menciptakan sekolah yang kreatif. Untuk Guru-guru semoga selalu mendukung dan mendampingi kami para pengurus sehingga kami bisa jalankan tanggung jawab ini dengan baik” tutupnya penuh harap. (OC$/ZNL),-