PEREMPUAN HARUS BISA MEMPERJUANGKAN NASIBNYA SENDIRI

Grace Natalie, Ketum PSI

Tambolaka-SJ………….Kondisi perempuan saat ini di Indonesia tidak banyak berperan, khususnya yang masuk dalam pemerintahan. Alasan kurang berperannya perempuan karena sistem kenegaraan dan budaya serta mental perempuan itu sendiri, demikian sesi pertama diskusi dalam Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG) di GKS Jemaat Mata, Sabtu (2/11/19).

Kondisi itu menurut Grace Natalie sebagai narasumber yang juga Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dikarenakan sistem negara kita yang desentralisasi dimana semua level mempunyai peraturan sendiri, satu sisi bagus namun sisi negatifnya jika kekuasaan dipegang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, maka lahirlah peraturan-peraturan yang sangat diskriminatif.

Peserta PRPrG aktif berdiskusi dengan narasumber

“Ïtulah sebabnya kita membutuhkan orang-orang yang mau merawat Indonesia termasuk perempuan dan terlibat di ruang publik di setiap sektor. Nah persoalannya, perempuan yang ada di sektor publik pasti diserang masalah sensualitas dan keperempuanannya,”katanya.

Menukik pada kasus perempuan dan human trafficking yang cukup tinggi di NTT, Grace yang dihubungi media usai memberikan materinya menjelaskan Perempuan harus berdaya supaya bisa mempunyai pilihan-pilihan dan ketika berkeluarga tidak rentan dalam korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kasus Human Trafficking kadang-kadang adanya ketidak tahuan dari korban dan ada juga yang  mengetahui dengan segala resikonya tetapi karena keterbatasan ekonomi harus keluar untuk mencari pekerjaan.

“Kalau Pemerintah  Daerah mengerjakan tugasnya untuk membangun daerahnya sehingga terbuka lapangan kerja, orang tidak harus keluar untuk mencari pekerjaan. Karena sekarang kita sudah desentralisasi maka konsepnya Pemda harus lebih dekat dan bisa menangkap aspirasi masyarakat tetapi nyatanya sistem ini belum optimal. DPRD juga yang harusnya mempunyai fungsi pengawasan belum berfungsi dengan baik” tuturnya lagi.

Baca Juga :   KESADARAN MASYARAKAT SBD MENGGUNAKAN MASKER MASIH SANGAT RENDAH

Sebab itu, kata Grace, perjuangan perempuan semakin tidak mudah ketika ia harus berhadapan dengan sistem yang ada. Melalui PRPrG saat ini pesannya adalah ayo kita sama-sama mengisi ruang sektor-sektor publik dengan orang-orang yang punyai kompetensi yang siap bekerja dan dipertanggungjawabkan ke publik. Kalau itu dilakukan disemua level di pemerintahan daerah sampai pusat bisa ditekan hal-hal tersebut.

Grace juga menghimbau Perempuan Indonesia khususnya Perempuan SBD,  harus mengklaim hak-haknya, karena perempuan dan laki-laki itu sejatinya sama dan itu dijamin oleh konstitusi, tetapi harus diperjuangkan melalui regulasi yang memberikan perlindungan dan kesempatan pada perempuan.

“Khusus untuk perempuan Sumba kita bisa mengubah nasib kita dan itu ada di tangan kita. Jangan tunggu diberikan oleh orang lain, mari kita perjuangkan nasib kita jangan biarkan orang lain yang memutuskan. Jika kita menginginkan perubahan maka kita harus masuk ke dalam sistem, masuk dalam sektor publik. Berjuang dari dalam untuk mengusahakan keadilan dan kesejahteraan,”tutupnya.***

Penulis: Octa Dapa Talu,-