PENYEMPROTAN DISINFEKTAN COVID 19 DI GEREJA KATEDARAL ROH KUDUS WEETEBULA

Iptu Jony Marthin Danki Brimob SBD bersama Rd. Lois Keban, Pr. Pastor Paroki Gereja Katedral Roh Kudus Weetebula

Tambolaka-SJ……… 3 hari berturut-turut Korps Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor SBD lakukan penyemprotan disinfektan Covid 19 di Tambolaka Sumba Barat Daya (SBD). Kamis (26/3/20) Danki Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor SBD bersama anggota melakukan penyemprotan disinfektan di Gereja Katedral Roh Kudus Weetebula.

Sebelum penyemprotan disinfektan covid 19 di gereja Katedral Roh Kudus Weetebula, personil Brimob masih menyelesaikan penyemprotan di GKS Mata yang belum selesai kemarin karena kurangnya bahan baku disinfektan. Direncanakan akan dilanjutkan di GKS Tambolaka Puu Upo Desa Wee Pangali Kecamatan Kota Tambolaka.

Pastor Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula, Rd. Lois Keban, Pr yang dihubungi awak media memberi apresiasi yang luar biasa pada Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor SBD yang sudah melakukan penyemprotan di rumah-rumah ibadah di SBD.

“Kami dari pihak gereja sangat berterima kasih atas inisiasi pihak Brimob yang dengan tulus hati melakukan penyemprotan disinfektan covid 19 ini, sebenarnya kami sedang mencari jalan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ini, karena virus ini membawa ketakutan dan kekwatiran tidak saja bagi masyarakat teristimewa bagi umat” ungkapnya.

Lebih lanjut Romo Lois menjelaskan sebagai Pastor dirinya merasa sedih karena wabah virus Corona ini menyebabkan  perayaan-perayaan besar ditiadakan saat ini. Apalagi dalam pelaksanaan minggu Palma, Kamis Putih  dan jalan Salib  mau tidak mau ditiadakan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Penyemprotan di pastori GKS Mata

Romo Lois juga menjelaskan pihaknya sudah menyepakati bersama Dewan  Paroki untuk  mengantisipasi penyebaran virus Corona ini dimana  tempat kolekte tidak diedarkan dulu tetapi ditempatkan didepan, sehingga umat yang memasukan sendiri kolektenya.

Baca Juga :   Hari Ini, Giliran Kodim 1629/SBD Diberi Vaksin COVID-19

“Salam damai dilakukan tidak dengan berjabat tangan. Dalam upacara  tata gereja  yang berlaku,  cium salib ditiadakan, umat  hanya datang dan hormat saja. Dalam situasi seperti ini, kami memberi penjelasan pada umat untuk memahami demi menghindari penularan virus corona” tuturnya lebih jauh.

Rom Lois juga menghimbau seluruh umat sesuai dengan ketentuan dan himbauan Pemerintah untuk memutus tali rantai covid 19, agar selalu menjaga jarak. Ini juga merupakan pekerjaan berat bagi gereja kalau ada umat atau masyarakat yang tidak mendapat informasi yang jelas, sehingga secara bersama-sama mentaati himbauan-himbauan Pemerintah maupun TNI/Polri.

Penyemprotan di Gereja Katedral Roh Kudus Weetebula

“Saya percaya sepenuhnya apa yang dibuat oleh Pemerintah sangat baik dan kami pihak gereja sangat mendukung, tinggal bagaimana dengan umat atau masyarakat untuk mengikutinya dengan baik, jika orang taat dan patuh kita pasti akan selamat” pungkasnya.

Danki Brimob Iptu Jony Marthin kepada awak media mengatakan dirinya tidak akan berhenti sampai disini dalam upaya  mengantisipasi penyebaran covid 19 melalui penyemprotan disinfektan. Saat ini pihaknya ingin menyelesaikan 3 gereja besar di Tambolaka yaitu GKS Mata, Gereja paroki Roh Kudus Katedral Weetebula dan GKS Tambolaka.

“Kami berusaha melanjutkan penyemprotan ke tempat-tempat umum lainnya. Pasar,  sekolah, dan lain-lain masih PR (pekerjaan rumah) buat kami, seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya bahwa kami kekurangan bahan baku, kami harus menunggu dari luar Sumba, kami sudah keliling seluruh Sumba tetapi tidak memperoleh bahan baku tersebut” katanya.

Kebersihan tangan sangat diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona

Danki Brimob ini berharap kedepannya bahan baku ini bisa diperoleh sehingga terus bisa membantu masyarakat dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Dirinya juga berharap adanya kepatuhan masyarakat dalam menjaga dan mengantisipasi penyebaran virus corona ini, sehingga tempat-tempat yang sudah disemprot,  masyarakat tidak masuk lagi dengan membawa virus kedalam.

Baca Juga :   SATGAS COVID/SBD LAKUKAN VAKSINASI KELILING

“Kami mohon pada tempat-tempat yang sudah kami semprot agar ditindak lanjuti dengan menyiapkan tempat cuci tangan (air dan sabun)  bagi masyarakat yang akan memasuki gereja tersebut, sehingga tidak sia-sia gereja yang sudah kami sterilkan. Jika ada permintaan lanjutan kami siap selalu untuk melayani masyarakat, asalkan  ketersediaan bahan baku disinfektan sudah ada atau tersedia di SBD” tutupnya.*****

Liputan: Octa Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.