STRATEGI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI SBD STUNTING DENGAN INTERVENSI

Tambolaka-SJ……….. Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete bersama Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting SBD, Marthen Christian Taka, S.IP., lakukan Pendampingan dan Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Wewewa Selatan, Senin (28/3/22).

Hadir dalam kegiatan pendampingan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), drh. Oktavina T.S. Samani, Kepala Bappelitbangnda SBD, Samuel Boro, ST., Plt Kadis Kesehatan, Christofel Horo, SH., dan beberapa pimpinan OPD lainnya, Anggota DPRD SBD, Lukas Bili Lede, S.Ag.,  Camat Wewewa Selatan,  para kepala desa se-Wewewa Selatan, Kepala Sekolah, dan pimpinan Puskesmas.

Kecamatan Wewewa Selatan adalah kecamatan tertinggi penderita stunting di SBD dengan total 1.270 (56,57%), yang tersebar di 14 desa. Camat Wewewa Selatan, Gerson Dua Ate,S.SI.,Apt. dalam laporannya meminta dukungan Pemerintah Kabupaten untuk menjadikan Kecamatan Wewewa Selatan sebagai daerah percontohan penanggulangan stunting di SBD.

Dirinya berjanji akan melakukan sinergisitas bersama pihak-pihak terkait di Wewewa Selatan untuk meangambil langkah dan tindakan cepat menurunkan angka stunting.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete dalam sambutannya mendorong semua OPD untuk terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting di SBD. Demikian juga dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa.

“Bicara saja tidak ada solusinya, maka harus ada intervensi, oleh karena itu kita semua sepakat kegiatan ini adalah kegiatan kemanusiaan. Stunting ini akan berdampak pada kualitas manusia Indonesia pelaku pembangunan di saat Indonesia berusia 100 tahun” ungkap Bupati.

Bupati Kodi Mete menjelaskan untuk kecamatan Wewewa Selatan data stunting ada 1.270 orang, jika makannya 3 kali sehari, dirasakan akan sulit ditanggulangi oleh Pemerintah sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama dan perhatian kita semua untuk sama-sama menyelamatkan putra-putri harapan bangsa ke depan.

Baca Juga :   SISWA SLB LOURA MENDAPAT VAKSINASI COVID-19

“Jadi kita buka ruang, siapa saja bisa terlibat untuk mencegah stunting. Jika yang mengalami gizi buruk, gizi kurang pasti dalam waktu 3 bulan dapat kita atasi jika kita intervensi dengan benar, “ jelas Bupati.

Bupati Kodi Mete juga berjanji Pemerintah akan mencari mitra-mitra lain untuk ikut terlibat dalam menangani masalah stunting di SBD. Pemerintah Desa juga wajib mengalokasikan anggaran untuk penanganan stunting.Bupati SBD juga menjelaskan untuk mengejar  target Indonesia di bawah 14% Stunting pada tahun 2024, untuk kecamatan Wewewa Selatan akan didukung oleh 7 OPD yang akan membantu penanganan stunting di 14 desa.

Sebelumnya Kadis DP3AP2KB, drh. Oktavina T.S. Samani, menjelaskan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah menunjuk BKKBN menjadi ketua pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting, karena itu  secara nasional ketua pelaksana adalah Wakil Presiden RI, di tingkat Provinsi ketua pelaksananya Wakil Gubernur dan di tingkat Kabupaten Wakil Bupati menjadi ketua pelaksana. Sedangkan Presiden, Gubernur dan Bupati adalah ketua Tim Pengarah.

Dipantau oleh media ini, kegiatan yang diringi dengan hujan lebat ini, tetap berjalan serius, para peserta yang hadir mendapat arahan tambahan dari Dinas Kesehatan, Dinas PMD dan Dinas DP3AP2KB. *** (Octa/002-22),-