Pemberdayaan Terintegrasi Bagi PMI Sumba Tengah

Waibakul-SJ………………..  BP3TKI bekerja sama dengan Yayasan Harapan Sumba (YHS) pada 24 September 2018 yang lalu menyelenggarakan Bimtek Pemberdayaan Terintegrasi bagi PMI Purna dan Keluarga PMI (Pekerja Migran Indonesia) Kabupaten Sumba Tengah di Wisma Sola Pora Anakalang Sumba Tengah yang diikuti oleh 25 peserta. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kadis Transmigrasi  Tenaga Kerja dan Penanaman Modal Sumba Tengah disaksikan BP3TKI, YHS dan seluruh peserta yang hadir.

Kegiatan Bimtek ini sendiri diselenggarakan dari tanggal 24 September hingga 29 September. Peserta mendapat bimbingan secara teori di tanggal 25 dan 25 September yang dilanjutkan dengan praktek di lapangan dari tanggal 26 sampai dengan 29 September 2018 di desa Lenang Kecamatan Umbu Ratugai Kabupaten Sumba Tengah.

Dalam sambutannya Kadis Transmigrasi  Tenaga Kerja dan Penanamn Modal Sumba Tengah, Ir. Johanis Umbu Tangela, M.Si mengatakan sebagai tuan rumah  menerima baik kegiatan ini.

“Kita terima karena BP3TKI dan YHS ingin memberi jalan keluar terkait persoalan yang sedang dialami masyarakat,  khusus buat PMI purna dan keluarga PMI over stay, kalau kamu mau makan kamu harus kerja keras”, katanya

Lebih lanjut Umbu Tangela menegaskan kerja supaya bisa makan bukan untuk kaya, tidak semua kita jadi presiden, gubernur,  bupati dan kepala desa, oleh karena kita harus kerja keras. Apa yang kita rasakan sekarang soal pekerjaan itu juga berkaitan dengan pendidikan. Jadi sekolah itu penting.

“Ada yang salah ketika kita sekolah. Kita sekolah untuk dapat ijazah,  yang  sebenarnya kita tidak belajar apa-apa, sangat penting ketika kita belajar: Kita harus bisa membaca,  kita harus bisa menulis,  kita harus bisa berhitung” tuturny alebih jauh.

Baca Juga :   PESPARAWI: SARANA IBADAH DALAM NYANYIAN YANG DIPERLOMBAKAN

Umbu Tangela juga berpesan agar kita berwirausaha,  pelihara kuda,  babi,  sapi dan lain-lain,  supaya ketika dibutuhkan,  kita ambil dari usaha sendiri.  Kita tidak mencuri,  karena kita sama,  punya semuanya.

“Budaya kita tidak mengajarkan kita untuk miski”  tegasnya.

Kasie  Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang, Timotius K. Suban, S.Sos dalam sambutannya mengatakan Bimtek terintegrasi dilaksanakan sejak tahun 2015 untuk kabupaten-kabuoaten se-NTT.  Untuk  Sumba baru dimulai sekarang yaitu  Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah.

“Hal terjadi karena kami kesulitan menemukan mitra lokal,  untuk melakukan pendampingan setelah kegiatan Bimtek, sehingga baru bisa kami mulai di Sumba. Mudah-mudahan dengan adanya mitra local,  usaha-usaha  perserta yang sudah dilatih bisa berhasil” ungkapnya.

Lebih jauh Timotius  tegaskan,  25 peserta ini harus bersyukur karena ini yang terpilih dari sekian banyak orang. Harapannya,  peserta mengikuti Bimtek sampai selesai dengan baik,  dan setelah Bimtek bisa dilaksanakan di rumah dan di desa.

“Bimtek ini penting agar uang yang ada bisa dimanfaatkan untuk usaha- produktif. Misalnya uang yg dibawa dari luar negeri atau yang dikirim anggota keluarga dari luar negeri,  agar bisa dikelola sehingga uang bapak/ibu tidak dihabiskan atau hilang” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yulianus F. Bili Perwakilan dari YHS dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya berwirausaha. Memuulai usaha menjadi hal yang baik untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Dan menjadi wirausahawan sangat penting karena kita ikut menentukan perubahan ekonomi.

Neo sapaan akrab Yulianus F. Bili juga  menyampaikan terima kasih kepada BP3TKI Kupang untuk kerjasamanya dengan YHS sebagai mitra lokal.

“Terima kasih untuk koordinasi yang baik antara kedua belah pihak yang walaupun koordinasi via telepon/HP semuanya berjalan dengan baik, Terima kasih yang sama juga disampaikan pada Dinas Transmigrasi dan Tenaga  Sumba Tengah,  yang sudah memfasilitasi peserta latih untuk 25 orang dari desa Lenang sehingga kegiatan ini bisa berjalan baik” tuturnya.

Baca Juga :   Bupati Sumba Berkomitmen Tangani Covid-19 Bersama-sama

YHS juga mempunyai harapan semoga kerjasama ini dapat terus dilakukan agar masyarakat bisa keluar dari kesulitan hidup.

Pantauan media pelaksanaan Bimtek ini berjalan cukup serius dan mendapat respon yang baik dari semua peserta, karena kegiatan Bimtek ini baru pertama kali mereka ikuti dan juga melibatkan BRI Sumba Tengah yang turut terlibat mendukung keguatan Bimtek.

Salah satu peserta Bimtek Yohanes Lendi Wacu dari desa Lenang mengatakan kegiatan Bimtek ini bagus sekali buat dirinya dan teman-temannya karena ini merupakan hal yang baru yang mereka peroleh.

“Saya baru mengikuti kegiatan Bimtek model ini sekarang, semoga kedepan terus ada pendampingan seperti ini, sehingga bisa memperoleh ilmu dan pengalaman baru” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Herlina Kareri Hara yang merasa puas mendapatkan bimbingan teknis ini. Dirinya berharap pada saat praktek nanti agar terus mendapat pendampingan karena masih baru dengan metode dan ilmu yang didapatnya.

“Semoga setelah mendapat pelatihan ini kami juga bisa dibimbing dengan sedikit bantuan untuk memulainya, memang ada keluarga yang bekerja di luar negeri tetapi sampai sekarang belum kirim uang juga” ujarnya menutupi perbincangan dengan media SJ. (OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.