Peduli Pandemi Covid-19, GKS Mata Gelar Baksos

Tambolaka-SJ…… Bentuk kepedulian GKS Mata pada pandemic covid-19 yang sedang melanda Indonesia bahkan dunia pada saat ini, BPMJ GKS Mata gelar bakti sosial dengan tema GKS Mata Peduli Pandemi covid-19 pada Jumat (1/5/20) di gedung GKS Mata Waitabula Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Tampak hadir dalam memberikan bantuan sosial (baksos) pada warga jemaat Mata yang kurang mampu, ketua BPMJ Pdt. Irene Takandjandji, S.Th, anggota BPMJ:  Paulus Oe Rey, Frit Geli, Widiastuti Yono, Naema Zogara dan Vicaris Tammy  Elisabet E. R. Lailogo, S.Th dan beberapa staf GKS Mata.

Ketua BMPJ GKS Mata, Pdt. Irene Takandjandji, S.Th bersama Kalak BPBD, Yohanes Tende, SH

Adapun warga yang mendapat baksos tersebut  berasal dari Weyk Keretana 3 KK, Weyk Waitabula 4 KK, Weyk Gonggol I,  6 KK,  Gonggol II, 6 KK, Weyk Sapurata I, 3 KK, Sapurata II,  5 KK, Sapurata III, 2 KK, Rada Mata I, 1 KK, Radamata III, 1 KK, Weyk RRP I, 2 KK, RRP II, 6 KK, RRP III, 2 KK, RRP 4, sebanyak  6 KK sehingga total menjadi 47 KK.

Sebelum pelaksaan baksos tampak kepala pelaksana  BPBD SBD Yohanes Tende, SH memberikan masker dan brosur yang ikut dibagikan kepada warga jemaat penerima baksos tersebut. Dalam sambutannya Pdt. Irene ini merupakan bentuk kepedulian GKS Mata bagi warga.yang dianggap kurang mampu dan menghimbau agar kita selalu patuh pada protokol kesehatan dan anjuran Pemerintah guna mencegah covid 19 bahkan memutus mata rantai penyebarannya.

Dalam kesempatan itu Pdt. Irene juga menginformasikan ibadah mingguan sementara ini terus dilakukan di rumah tangga masing-masing  sambil menunggu arahan dan petunjuk lebih lanjut dari  Pemerintah.

Kegiatan dimulai pukul 09.50 hingga 12.35 wita memberikan bantuan berupa sembako, masker dan brosur pencegahan covid-19. Pdt. Irene yang ditemui media disela-sela pembagian baksos mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil kerapatan Majelis Jemaat Mata pada 19 April 2020 yang lalu tentang evaluasi situasi pandemi covid-19.

Baca Juga :   Bupati Paul Tegaskan Harus Tuntaskan Pekerjaan Launching Rumah Mandiri 2020

“Pandemi covid-19 ini merupakan pergumulan bangsa termasuk juga pergumulan SBD, lebih khusus lagi GKS Jemaat Mata. GKS Mata sejak 22 Maret 2020 sampai dengan hari ini pelaksanaan ibadah dialihkan ke rumah tangga masing-masing jemaat. Ini juga dalam rangka bagaimana GKS Mata saling bahu membahu dengan Pemerintah SBD untuk bersama-sama memutuskan mata rantai penyebaran covid-19” ungkapnya.  

Lebih lanjut Pdt. Irene menjelaskan BPMJ GKS Mata sudah 3 kali melakukan rapat evaluasi sehingga pada tanggal 19 April yang lalu, pihaknya melihat ada warga jemaat yang terkana dampak covid-19 ini, ada yang kehilangan pekerjaan, ada yang tidak bisa berjualan karena harus taat pada SOP Pemerintah dan Protokol Kesehatan.

Pdt. Irene Takandjandji, S.Th saat memberikan himbauan pada warga jemaat Mata untuk pstuh pada protokol kesehatan dan anjuran Pemerintah untuk menanggulangi covid-19

Kata Irene, pandemic covid-19 ini berpengaruh pada perekonomian warga jemaat GKS Mata. Inilah yang mendasari BPMJ GKS Mata untuk berpikir bagaimana kita melakukan penggalangan dana yang dimulai dari Majelis sendiri, staf, mentor dan tutor PPA Talita Kumi GKS Mata.

“Kita mulai dari diri kami pelayan dulu untuk berbagi kasih dengan warga jemaat GKS Mata yang menjadi sasaran pelayanan kita” tutur Pdt. Irene.

Penerima baksos adalah warga jemaat GKS Mata dengan beberapa kriteria yang sudah disepakati oleh majelis. Targetnya adalah 50 KK tetapi data yang masuk dari setiap Weyk/lingkungan  ada 46 KK.

“PPA Talita Kumi GKS Mata yang bermitra dengan Yayasan Compassion Indoensia (YCI) juga memberikan bantuan kepada kurang lebih 400 anak-anak PPA dan ini merupakan kali yang kedua mendapatkan bantuan sembako. Termsuk masker didalamnya, peralatan mandi, sabun cuci, ada beras, telur, susu, minyak goreng, dan lain sebagainya” ujarnya.  

Baca Juga :   Kepala Badan Perbatasan Daerah Malaka, Salurkan Buku SBS 3 Tahun Memimpin Malaka

Pdt. Irene juga menghimbau warga jemaat GKS Mata agar seluruh jemaat tetap taat pada SOP Pemerintah dengan menjaga jarak, menggunakan masker, menjaga kebersihan serta bergangung sepenuhnya kepada pimpinan dan penyertaan Tuhan, karena upaya apapun yang kita lakukan, sekalipun kita memperlengkapi diri dengan APD, tanpa pertolongan Tuhan semua bisa sia-sia.

“Tetap semangat jemaat Mata, Tuhan tidak akan pernah memberikan  pergumulan melebihi kekuatan dan kemampuan kita sepanjang kita berserah diri pada Tuhan, minta pertolongan Tuhan maka dengan sendirinya tangan Tuhan tetap terulur untuk menopang kita semua sehingga kita bisa terbebas dari pandemic covid-19” tutupnya. ***** (OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.