PASIEN COVID TERUS MENINGKAT, BUPATI SBD IMBAU WASPADAH

by -599 views

Tambolaka-SJ…… Perayaan Natal Hari Kelahiran Yesus Kristus bagi umat Kristiani tinggal 4 hari lagi, tetapi virus corona masih terus membayang-bayangi dengan terus meningkatnya pasien covid-19 di kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tim Satgas Covid-19/SBD gencar lakukan sosialisasi dan edukasi serta penertiban pelanggar Prokes

Data terakhir yang dikeluarkan oleh tim Satgas penanggulangan covid-19/SBD, Senin (21/12/20) jumlah pasien positif vocid-19 bertambah 27 orang berdasarkan hasil pemeriksaan lab molekuler RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang.

Adapun ke-27 orang yang terpapar virus corona ini adalah 1 orang tenaga kesehatan Puskesmas Tena Teke (NTIK), 9 orang tenaga kesehatan Puskesmas Waimangura (SA, SPB, LB, YFA, DIWW, DAR, NDB, YYB, JFB). Selain dari Puskesmas Waimangura ada 10 orang dari peserta Pesparawi GKS Waimangura (AHB, GIT, ND, DS, SUM, FZD, AN, AASDM, MDD, AMK).

2 orang pasien akibat kontak erat dengan kasus positif MD, (PB dan MSZI), 1 orang kontak erat kasus positif EK yaitu (MR), 1 orang kontak erat kasus positif H yaitu (APS), 1 orang kontak erat positif DB yaitu (TW) dan 2 orang kontak erat positif MMN yaitu (HNT dan YRD).

Melihat meningkatnya pasien positif covid-19 di SBD ini, salah satunya penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi anjuran protokol kesehatan yang sudah diterapkan oleh tim Satgas penanggulangan covid-19/SBD. Masih ditemui di lapangan adanya beberapa  masyarakat yang seharusnya memahami pentingnya protokol kesehatan (menggunakan masker dan menjaga jarak) tidak mengindahkan anjuran tersebut.

Masyarakat kerap melawan petugas dengan dalil tidak ada oksigen yang masuk apabila terus menggunakan masker. Ironisnya kejadian yang terjadi disimpang pom bensin Radamata pada Jumat (18/12/20) ada masyarakat yang melawan dengan keras petugas yang melakukan razia masker bahkan memukul petugas dari Dinas Kesehatan dan petugas Polres SBD.

Dibeberapa tempat atau lokasi perumahan, sekelompok masyarakat berkumpul untuk berkaraoke ria hingga pada malam hari. Tidak disadari melalui gelas minuman dan piring atau sendok makanan serta mic yang dipakai untuk bernyanyi juga merupakan wadah penyebaran covid-19 tersebut. Selain mengganggu tetangga yang akan berisitirahat untuk tetap menjaga imunitas tubuh, kelompok-kelompok penyanyi dadakan ini terus meningkat di seputaran kota Tambolaka.

Bupati SBD sekaligus Ketua Umum Satgas Covid-19/SBD,  dr. Kornelius Kodi Mete saat rapat  evaluasi tim satgas covid di lopo Rujab 1/SBD Selasa (15/12/20) sudah menngimbau agar masyarakat tidak boleh lengah dalam mematuhi anjuran protokol kesehatan yaitu selalu menggunakan masker apabila bepergian keluar rumah, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan aktivitas fisik, tetap menjaga jarak dengan menghindari kumpul-kumpul, menjaga imunitas tubuh dengan makan teratur dan isitirahat yang cukup.

“Menjelang perayaan Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru 1 Januari 2021, kita harus tetap waspadah, karena kecenderungan yang terjadi saat ini pasien covid-19 di SBD secara khusus maupun NTT secara umum terus meningkat” ungkapnya pada media.

Bupati Kornelius  juga mengimbau  agar masyarakat menghindari kumpul-kumpul dalam jumlah banyak,  dan pada saat mengikuti ibadah atau misa di gereja agar selalu menggunakan masker dan menjaga jarak.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete saat ditemui media di Lopo Rumah Jabatan Bupati

“Selain kalau beribadah di gereja, sebaiknya hindari kumpul-kumpul 5-10 orang jika tidak ada hal penting, lebih baik pergunakan waktu kita dengan baik, apalagi saat ini sudah musim hujan, mari kita kerja, kerja dan kerja daripada berkumpul untuk hal-hal yang tidak penting” tegasnya.

Bupati Kornelius juga berpesan  tim Satgas terus melakukan tugasnya menjalankan Perbup Nomor 36  Tahun 2020 dan berkreasi di lapangan untuk menentukan langkah yang tepat dalam upaya menekan angka penyebaran wabah covid-19. *** (002/SJ/20),-