Orientasi Fungsionaris Partai Golkar NTT

Tambolaka-SJ.,……. Dalam menyongsong pemilu serentak tahun 2019, Partai Golkar menyadari tidak ada pilihan yang mudah. Berbagai instrument pemilu yang dirancang, tidak akan  mampu mencapai beragam tujuan yang ingin dicapai secara bersamaan menyangkut system politik yang demokratis, Pencapaian tujuan yang satu niscaya akan mengorbankan pencapaian tujuan yang lain.

Herman Hayon didampingi Melki Laka Lena (tengah) saat membuka kegiatan orientasi fungsionaris di Hotel Sinar Tambolaka SBD

Partai Golkar juga mengerti tidak ada system pemilu yang sempurna, atau cara yang benar untuk merencanakannya, yang ada adalah system pemilu yang tepat dan favorable. Artinya, idealis sebuah system pemilu diterapkan di sebuah Negara tidak lebih dari prioritas-prioritas yang diutamakan, bukan karena secara ontologis system itu baik dan sempurna. Oleh karena itu Partai Golkar dalam melakukan penataan terhadap system pemilu bersandar pada penetapan kebutuhan-kebutuhan obyektif yang hendak dipenuhi atas realitas masalah yang dihadapi dalam politik kedisiplinan dan kekinian.

Sejalan dengan itu Partai Golkar terus melakukan upaya memperkuat diri dalam menghadapi pemilu serentak tahun 2019 nanti melalui konsolidasi demokrasi di seluruh kepengurusan Partai Golkar dari pusat hingga ke cabang-cabangnya. Demikian halnya DPD I Provinsi NTT dibawah pimpinan muda Emanuel Melkiades Laka Lena, Golkar menyelenggarakan Orientasi Fungsionaris Partai Golkar di Hotel Sinar Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Jumat 18 Mei 2018 kemarin yang diikuti oleh fungsionaris Golkar zona Sumba 4 kabupaten.

Kegiatan yang dibuka dengan resmi oleh Wakil Sekjen DPP sekaligus  Korbid PP Wilayah III, Herman Hayon disaksikan ketua  DPDI Partai Golkar Melki Laka Lena ini juga dihadiri oleh DPP Partai Golkar, KPU, Panwaslu setempat, nara sumber, ahli IT, pengamat dan ketua Satgas Human Trafficking NTT.

Baca Juga :   USAI DILANTIK HANYA 5 ANGGOTA DEWAN YANG ADA DI DPRD SBD

Wakil Sekjen DPP sekaligus  Korbid PP Wilayah III, Herman Hayon yang dihubungi media disela-sela kegiatan mengatakan orientasi fungsionaris ini yang ketiga kali dilakukan di NTT, sudah dua kali dilakukan di Kupang. Kegiatan ini khusus untuk Pileg dalam rangka mempersiapkan para kader. (kaderisasi partaia golkar).

“Mereka perlu sharing dan mendapat materi dengan para narasumber, supaya metologi kerja dan pememnangan sudah mulai meninggalkan cara-cara konvensional dan proses demokrasi yang dihasilkan lebih berkualitas. Paradigma social sekarang kita sudah berubah yang bertujuan untuk menghasilkan proses demokrasi yang berkualitas. Golkar mencoba untuk menghantar proses transisi demokrasi ini masuk dalam demokrasi yang modern” ungkapnya.

Lebih lanjut Herman menjelaskan sebagai parpol yang merupakan pilar utama berdemokrasi dan Golkar dibawah pimpinan  ketua umum yang baru ini, memiliki sebuah visi membuat proses demokrasi yang berkaulitas, sehingga bangsa ini kedepannya jauh lebih maju.

Direktur PADMA Indonesia sekaligus Ketua Satgas Anti Human Trafficking Gabriel Goa (kanan) bersama seluruh peserta orientasi

“kenapa karena partai politiklah yang menghasilkan legislative dan eksekutif, dimana dua lembaga ini yang akan menghasilkan kebijakan-kebijakan untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik” tuturnya lebaih lanjut.

Hal senada juga disampikan Gerson Tanggu Dendo ketua DPDII Partai Golkar SBD, bahwa kegiatan ini merupakan perpanjangan dari DPD I untuk menyelenggarakan orientasi fungsionaris dalam rangka membekali bakal-bakal caleg DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi  dan DPR RI dan juga sekaligus untuk untuk membangun konsolidasi kepartaian di setiap event, baik itu menghadapi Pilkada, Pileg dan Pilpres 2019 nanti.

“Karena provinsi NTT adalah provinsi kepulauan maka pelaksanaannya melalui zona Sumba, zona Flores dan Zona Timor. Untuk zona Sumba ini maka pelaksanaannya di SBD” katanya.

Baca Juga :   RELAWAN DEMOKRASI HARUS TINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT

Lebih lanjut Gerson menegaskan peserta yang hadir mengikuti kegiatan orientasi ini mulai dari kepengurusan desa/kelurahan sampai dengan kabupaten. Fungsionaris ini selain para bakal calon legeslatif juga para kader, dan ini harus bersinergi baik dari kabupaten sampai pusat.

Karena Golkar sudah merupakan partai yang berpengalaman dan selalu hadir dalam setiap pemilu, maka targetnya  adalah menjadi pemenang dalam setiap pemilu.

“Karena Golkar merupakan alumni dari pemilu ke pemilu, jadi golkar sudah mempunyai pengalaman untuk memenangkan pemilu. Target ini sudah merupakan tekad dan strategi dari partai Golkar untuk memenangkan pemilu” ujar Gerson lebih lanjut.

Untuk diketahui DPD I Golkar NTT sekarang ini sudah membentuk Satgas (satuan tugas) yang membidangi anti korupsi dan satgas anti human trafficking. Langkah-langkah ini sebagai bentuk kepedulian Partai Golkar untuk ikut melakukan pengawasan, lobi ke pusat sampai kabupaten/kota  agar NTT tidak lagi darurat tetapi dapat menjadi contoh. Untuk kabupaten/kota didorong agar dikeluarkannya Perda dan Perdes di tingkat desa khusus untuk human trafficking. (OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.