Orang Kodi Bodoh Itu Hanya Mitos

Koordinator Lapangan Yeremias Kewuan dan Albert M. Yunus

Tambolaka- SJ…………Selama ini banyak orang bilang kalau orang kodi bodoh itu hanya mitos demikian diucapkan oleh Yeremias B. Kewuan, SH yang biasa dipanggil Jermy saat memberikan materi pada pelatihan pengembangan bacaan kreatif dan materi pembelajaran dalam bahasa Kodi yang diadakan olehlembaga Suluh Insan Listari bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya melalui program kemitraan INOVASI dan didukung oleh Australian Government Rabu,(28/11/2018) di aula hotel Sinar Tambolaka,SBD.

Jermy yang merupakan Koordinator Lapangan Suluh Insan Lestari mengatakan bahwa metode yang diajarkan di sekolah dasar dimana murid yang baru awal kelas satu sudah diajarkan bahasa indonesia  bisa membuat siswa sulit menyerap ilmu yang diajarkan dan bisa menjadi stress.

“Jadi sebenarnya hal yang paling mendasar kalau ada yang bilang orang kodi bodoh itu mitos, karena sebenarnya tidak ada yang bodoh tapi bagaimana menyerap ilmu itu yang masih keliru, sebenarnya anak kodi ini setiap hari dirumah sudah terbiasa dengan bahasa daerah kodi, lalu masuk kelas satu dipaksa  dengan menggunakan bahasa indonesia, sehingga anak pasti stress. Jadi sebaiknya kelas satu, dua dan tiga itu perlu diantar dengan bahasa daerah dahulu untuk mengetahui abjad lalu baru bisa dilanjutkan dengan mengajarkan bahasa Indonesia setelah mereka tau abjad”ungkapnya.

Lebih lanjut Jermy juga mengatakan bahwa program yang dilakukan oleh Suluh Insan Lestari ini nantinya bisa menumbuhkan kembali rasa cinta generasi muda terhadap bahasa daerah dan hal ini sudah diatur dalam undang-undang.

“Dengan program ini selain membuat anak lebih cerdas, lebih baik dan lebih mudah memahami kalimat, tetapi juga bagaimana kita mempertahankan budaya melalui bahasa daerahnya karena jangan sampai karena seringnya menggunakan bahasa indonesia lama-lama mereka akan melupakan bahasa daerahnya sendiri, padahal ini sudah diatur dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional”ucap jermy.

Baca Juga :   Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik di SBD

Sementara itu Koordinator Program Suluh Insan Lestari Minda Tahapary, S.Pd kepada media ini mengatakan bahwa program ini merupakan program hibah yang bertujuan untuk pengembangan literasi dan numerasi terutama terhadap bahasa daerah yang mulai ada ancaman kepunahan salah satu kecamatan yang ditujuk pemerintah adalah kecamatan Kodi.

“Jadi ini merupakan program inovasi yaitu program hibah yang ada di daerah 3 T, yang didukung oleh Australian Government serta memiliki mitra yaitu salah satunya Suluh Insan Lestari. Tujuan program ini untuk pengembangan kemampuan literasi  dan numerasi terkait penggunaan bahasa daerah yang sudah mulai jarang digunakan, sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk daerah Kodi  Bangedo dan Kodi Balaghar  sebagai daerah yang bahasanya belum dituliskan.  Di Kodi Bangedo ada lima sekolah yang nantinya diajarkan bahasa daerah kodi yaitu SD Masehi Waikadada, SD Negeri Dila, SD Inpres Humba Tana,  SD Katholik Matakapore, dan SD Negerei Krekandara. Sedangkan untuk Kodi Balaghar yaitu SD Pandegui I, SD Negeri Batu Karang  dan SD Negeri Rada Galha jadi semua totalnya ada 8 sekolah”ungkap Minda.

Lebih lanjut Minda mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan kegiatan lanjutan beberapa waktu lalu yang sudah lebih dulu dilakukan kepada 8 orang yang dipercaya untuk menjadi fasilitator daerah yang akan  monitoring terhadap guru-guru di sekolah yang  suda ditunjuk. Ia juga berpesan agar pemerintah terus mendukung agar program ini agar bisa tetap berjalan dan berkelanjutan.

“Jadi ini  merupakan rangkaian program yang telah kami berikan kepada 8 fasilitator daerah yang akan memonitoring guru-guru yang saat ini kami hadirkan bersama dan kita berikan pemahaman. Harapan saya kepada Pemerintah daerah agar program ini bisa berkelanjutan kalau memang ini dirasa baik dan perlu, karena program ini hanya satu tahun jadi setelah kami tidak disini lagi program ini bisa tetap  lanjut dan pemerintah harus terus mendukung dan kalau bisa dikembangkan di daerah-daerah yang lain juga”ucapnya.

Baca Juga :   Sebanyak 423 Peserta CPNS SBD Lanjut Ketahap SKB

Kepala Sekolah SD Rada Galha Kornelis Ngongo Dappa saat ditemui media ini mengatakan bahwa program ini sangat bagus karena selama ini memang bahasa kodi banyak ragamnya namun hanya diucapkan, tetapi tidak pernah ada yang menulis apa yang diucapkan.

“Menurut saya ini bagus ya karena kan selama ini kita orang kodi omong bahasa daerah itu ada banyak macamnya tapi tidak  tau penulisanya seperti apa karena bahasa kodi belum ada yang menulis macam contoh kamus bahasa kodi begitu”ungkapnya. (JNL),-