NTT RAWAN BENCANA ALAM

Weetebula…SJ……… Ada 13 bencana alam yang kerap terjadi di NTT, setiap wilayah memiliki pemetaannya sendiri-sendiri,  Pulau Flores yang memiliki 13 bencana alam tersebut. Gunung berapi juga paling banyak di Flores dengan 16 titik berapi.  Sedangkan Sumba dan pulau-pulau lain memiliki bencana yang relatif sedikit kurang lebih 5 bencana.

Yang sering terjadi di Sumba yaitu kekeringan, kebakaran, gempa dan angina  puting beliung.Menyikapi potensi bencana alam tersebut Badan Penanggulan dan Bencana Daerah (BPBD) propinsi NTT dan BPBD kabupaten Sumba Barat Daya mengadakan Pelatihan, Simulasi Pencegahan Dini dan Kesiapsiagaan Tingkat sekolah di SMP dan SMA Seminari Sinar Buana Weetebula, Kamis 31 Mei 2018. Kegiatan ini merupakan upaya memepersiapkan kader-kader muda guna menyikapi gejala-gejala alam yang kerap terjadi yang bisa menyebabkan terjadinya Longsor, Tsunami, Kebakaran dan lainnya.

Kadis BPBD SBD, John Tende, didampingi Tini Thadeus saat memberikan arahan

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Plt.  Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Drs.Ndara Tanggu Kaha. Dalam sambutannya Ndara Tanggu mengatakan bencana alam merupakan peristiwa  yang terjadi yang menyebabkan kerusakan. Di SBD  yang sering terjadi adalah kekeringan, kebakaran dan Gempa Bumi dengan skala tertentu. Beliau berpesan agar diadakan Mobil Pemadam Kebakaran karena akhir-akhir ini terjadi banyak kebakaran seperti hutan dan rumah warga.

Kegiatan yang diselenggarakan di aula SMP dan SMA seminari Sinar Buana Weetebula berlangsung selama 3 hari sejak Kamis 31 Mei sampai Sabtu 2 Juni 2018. Turut hadir dalam kesempatan Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah Yohanes Tende,SH, Forum Penanggulangan Resiko Bencana Slamet Kusyardi, kepala Sekolah SMP dan SMA seminari Sinar Buana Rm.Yustinus Guru Kendi,Pr, Kepala Yayasan Kasimo Viktor Elen Wukak, BA serta para tamu undangan. Para peserta berasal dari siswa/i SMP dan SMA Seminari Sinar Buana  serta Guru seminari Sinar Buana Weetebula dengan jumlah 70 orang.

Baca Juga :   KAPOLRES SBD LAKUKAN MONITORING PELAKSANAAN VAKSINASI KELILING

Rm.Yustinus Guru Kendi,Pr., kepala sekolah SMP dan SMA Seminari Sinar Buana dalam sekapur sirihnya mengucapkan terima kasih kepada BPDP propinsi NTT dan BPDP kabupaten SBD atas terpilihnya Sekolah Seminari Buana Weetebula  menjadi tuan rumah tempat pelatihan, geladi dan simulasi pencegahan dini dan kesiapsiagaan tingkat sekolah. Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemda SBD dengan Membangun Rumah Susun Asrama Putra untuk SMA.Adapun yang menjadi narasumber atau pemateri berasal dari Badan Penanggulan dan Bencana Daerah (BPBD) propinsi NTT dan BPBD kabupaten Sumba Barat Daya.

Tini Thadeus,S.H kepala pelaksana BPBD provinsi NTT yang diwawancarai oleh media SJ mengatakan Sekolah pertama yang mendapat kesempatan Pelatihan, Simulasi dan pencegahan serta kewaspadaan adalah SMP dan SMA seminari Sinar Buana.

“Kegiatan ini bertahap, tahun depan kita akan pilih sekolah lain  untuk Pelatihan seperti ini. Sasaran yang di capai dari kegiatan ini agar siswa/i mengetahui gejala-gejala bencana yang sering terjadi.karena siswa/i mempunyai daya ingat yang kuat sehingga kita beri pelatihan dan simulasi dan pencegahan dan kesiapsiagaan agar mengiplementasi kehidupan sehari-hari bila ada gejala alam yang terjadi langsung diwaspadai” ungkapnya.

Lebih lanjut Tini mengatakan kita mempunyai sekolah kelautan,  agar siswa/i mengetahui gejala terjadinya Tsunami dan sekolah  dekat gunung untuk mengetahui yang rawan gempa atau gunung merapi. Gempa tidak bisa diprediksi karena tidak ada tanda khusus jadi perlu Waspada. Gempa di Pulau Sumba sering terjadi dengan kekuatan 6 skala rither (SR),  namun tetap aman. “Kalau di daerah lain  sudah menyebabkan kerusakan sangat besar dengan kekuatan 6 SR.

Tini juga mengingatkan kepada seluru Masyarakat NTT umumnya dan Sumba khususnya Agar mewaspadai dan hati-hati dengan Gejala yang terjadi yang menyebabkan terjadinya Bencana Alam Seperti ,Tsunami, Gempa Bumi, longgsor dan lainnya.

Baca Juga :   BUPATI SIMON NAHAK, SOSOK AYAH YANG MENGAYOMI

“Lebih baik kita mencegah dari pada rekonstruksi atau meperbaiki kerusakan akibat bencana” ujarnya menutup perbincangannya dengan media SJ (EB),- 

Leave a Reply

Your email address will not be published.