NATAL BERSAMA KELUARGA PKH KAMBAJAWA

Walakiri-SJ…………Natal Bersama Keluarga Program keluarga Harapan berlangsung lancar dan meriah dipantai Walakiri walaupun cuaca buruk dan angin kencang, Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 wita ini dihadiri oleh 367 KPM bersama keluarga selain itu juga terpantau hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Timur dan Lurah Kambajawa. Kegiatan yang berlangsung tanggal 27 Januari 2019 dibuka dengan Yem-Yel PKH milik PKM keluran Kambajawa yang dipimpin oleh Paskalia Rambu Ndai Mbati, S.Kep.,Ns selaku pendamping PKH Kelurahan Kambajawa.

“Siapa kita : Indonesia

Indonesia : sehat dan pintar

KPM PKH : sejahtera mandiri

SDM PKH : sipp, santun, integritas,  profesional”

“Saya mendampingi 364 Keluarga Penerima Manfaat PKH yang terbagi dalam 10 kelompok, kami sangat berterimakasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Kadis Sosial Sumba Timur yang telah berusaha untuk menghadirkan program ini sejak 2012 ditambah lagi saat ini akan ada penigkatan jumlah PKH harapannya bisa menjadikan PKM sebagi keluarga yang mandiri secarabrkonomi dan keluar dari garis Kemiskinan. Ada beberapa Mata Acara dalam Natal kami yakni ibadah Syukur Natal, Ada dance, puisi dan teater dari taman baca Tunas Harapan Kambajawa serta apresiasi untuk KPM yang memiliki tabungan terbanyak dengan Nominal Rp.12 juta atas nama Marselina Ngongo” jelas Paskalia Rambu Ndai Mbati, S.Kep.,Ns kepada Media ini.

Lia juga menambahkan alasan memilih Walakiri sebagai tempat perayaan Natal bersama KPM PKH Kambajawa ini karena banyak dari Ibu-ibu di Kambajawa yang belum pernah melihat keindahan pantai walakiri sehingga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sudah berkoordinasi dengan Kadis Sosial, dan ada personil Tagana yang ikut bersama kami menggunakan truck Rescue Dinas Sosial Kabupaten Sumba Timur.

Lurah Kambajawa, Ishak Lende Umbu Tara dalam sambutannya mengatakan bahwa “Walaupun cuaca buruk harus tetap semangat, harapan saya dengan adanya kenaikan dari bantuan PKH yang diterima ini bisa membantu untuk mempersiapkan masa depan anak dengan menabung. Semua PKM harus bisa menabung dan bagi yang sudah menabung bisa menambah tabungannya lagi, dan untuk celengan botol yang awalnya hanya Rp. 2000 bisa jadi Rp. 5000”.

Baca Juga :   TERNYATA ORANG SBD PINTAR BERNYANYI

Disamping Itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Timur, Ir Pura Tanya juga menjelasakan bahwa program PKH adalah program bersyarat.

“PKH adalah program bersyarat yakni harus memilik anak yang sedang bersekolah di tingkatan SD-SMA atau minimal Ibu Hamil, disamping itu harus bisa menabung dan menyekolakan anak dengan tingkat kehadiran 80 % sehingga walaupun tergolong dalam keluarga kurang mampu tetapi tidak memenuhi syarat tidak bisa diakomodir dalam PKH, PKH ini adalah murni perjuangan Dinas Sosial Kabupaten Sumba Timur karena tidak termuat dalam usulan Musrembangdes dan Musrembanglur. Ada kabar gembira di 2019 akan ada peningkatan bantuan sesuai tingkatan pendidikan anak dan sudah ada usulan penambahan KK sebesar 25.000 calon penerima manfaat dan tinggal menunggu Jawaban dari Kemetrian Sosial Republik Indonesia”.( STM ),-