MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS

Bahasa inggris adalah Bahasa internasional yang digunakan untuk berkomunikasi secara internasional dan digunakan secara meluas dalam banyak cabang ilmu (Brown. 2001). Bahasa inggris sebagai alat komunikasi internasional yang bisa membuat kita saling terhubung dengan orang dari berbagai macam negara dan membuat ruang lingkup kehidupan kita menjadi lebih luas. Kita bisa menggunakan untuk mengembangkan jaringan, bekerja, berelasi, berbisnis, belajar dan masih banyak lagi.   Selain itu, Bahasa inggris kerap digunakan dan menjadi salah satu syarat kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan baik swasta maupun instansi pemerintahan.

Kemampuan Bahasa inggris di Pulau Sumba saat ini sudah menjadi salah satu kemampuan utama yang dimiliki oleh masyarakat.  Seseorang dapat membuat koneksi yang lebih luas dan mendapatkan kesempatan bekerja yang lebih baik. Selain itu, saat ini Sumba sedang menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak diminati. Hal ini membuat kemampuan Bahasa inggris menjadi kemampuan prioritas yang harus dimiliki. Sayangnya, dalam pendidikan di Sumba, mata pelajaran Bahasa inggris rata-rata baru dipelajari saat pelajar menginjak bangku Sekolah Menegah pertama (SMP). Sedangkan, ditingkat sekolah dasar (SD), jarang ada sekolah yang mengajarkan Bahasa inggris sebagai salah satu mata pelajaran ataupun menjadikan Bahasa inggris kegiatan ekstrakuriler. Hal ini yang sering menciptakan gap dimana ada berbagai peluang pariwisata yang tersedia namun  karena adanya keterbatasan kemampuan, peluang tersebut terlewati dan didapatkan oleh orang lain yang memiliki kecakapan Bahasa yang lebih baik.

Penulis: Wilhelmina Kurnia Wandut, M. Hum.**)

JF Course sebagai Lembaga kursus Bahasa inggris hadir untuk mencoba mengatasi kesenjangan ini.  JF Course dengan misinya Let’s conquer the world by mastering English” (Menaklukan dunia dengan menguasai Bahasa inggris) ingin mewujudkan harapan-harapan generasi muda di pulau Sumba untuk bersaing di era 4.0 dengan memiliki kemampuan Bahasa inggris yang mumpuni.

Baca Juga :   Wisuda Gabungan SMA & SMK lingkup YATUTIM bagian Wewewa dan Loura Kota

Yulia & Laksmi (2018) mengatakan bahwa mempelajari Bahasa pada usia anak-anak  memiliki keunggulan baik secara bilogis mapun psikologis, faktor usia mulai belajar Bahasa adalah salah satu penentu keberhasilan berlajar Bahasa. Selain itu, belajar Bahasa pada masa anak-anak lebih berhasil dibandingkan dengan orang dewasa karena secara psikologis anak-anak terbebas dari rasa malu dan takut salah.

Founder JF Course, Lambertus James Dima dalam pidatonya dalam English Show yang diselenggarakan di GKS Mata bersama PPA Talikakum mengatakan bahwa Lembaga JF Course memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di pulau Sumba dengan memberikan bekal kemampuan Bahasa Inggris yang baik sehingga mereka bisa mengambil berbagai peluang baik di masa depan mereka.

Saat ini, Lembaga JF Course memiliki dua cabang yakni di Sumba Barat Daya yang berlokasi di Kolping Weetebula dan di Sumba Barat yang bertempat di SMP Katolik Stella Maris Waikabubak. JF Course juga memiliki 21 pengajar lulusan Bahasa inggris baik S1 dan S2 yang terbagi dalam dua cabang ini. Selain itu, terdapat 6 orang tenaga kependidikan atau staff yang membantu proses belajar mengajar di Lembaga.

Lembaga JF Course membuka peluang bagi siapa saja yang ingin belajar Bahasa inggris mulai dari level Paud, SD, SMP dan SMA. Selain itu, Lembaga ini juga membuka kesempatan bagi pekerja dalam bidang tertentu untuk mengembangkan kemampuan Bahasa inggris mereka yang terbentuk dalam English for Spesific Purpose (ESP) class. Kelas ini ditujukan bagi mereka yang ingin belajar Bahasa inggris dengan tujuan tertentu contohnya persiapan menjadi tour guide atau persiapan sebagai tenaga kerja yang akan berkerja di mancanegara. Ada juga kelas Toefl Preparation yang ditujukan bagi mereka yang ingin mempersiapkan diri untuk mengikuti test proficiency.

Proses pembelajaran di JF Course didukung dengan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) yang merupakan bantuan dari Kemnaker sebagai Lab Bahasa. Lab bahasa ini telah selesai dibangun pada bulan Februari 2022 dan siap beroperasi pada tahun yang sama. Lab Bahasa ini diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar Bahasa inggris menjadi optimal, efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga :   SISWA KELAS XI GELAR SMKS PANCASILA EXPO 2022

Pembelajaran Bahasa inggris di JF Course berfokus pada peningkatan kemampuan Bahasa inggris. Strategi serta metode pembelajaran yang diterapkan dalam kelas menekankan pada proses penyerapan Bahasa dan menghasilkan bentuk “speaking” sebagai outcome atau hasil dari pembelajaran. Strategi dan metode ini sejauh ini sudah berhasil meningkatkan kemampuan Bahasa inggris para pelajar secara signifikan. Selain membantu percepatan kemampuan Bahasa inggris secara efektif, metode ini digemari oleh para siswa/i karena mereka bisa langsung menerapkan apa yang telah dipelajari. Metode yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran antara lain Role play (bermain peran), Making conversation (membuat percakapan), English Debate (Debate Bahasa inggris), Talkshow, interview dan masih banyak lagi. Selain itu, anak-anak juga mendapatkan modul sebagai buku pegangan siswa yang digunakan sebagai salah satu sumber belajar selain pengajar didalam kelas. Modul ini dijadikan indicator dalam mengevaluasi proses pembelajaran berdasarkan tujuan yang telah disusun.

Selain dipraktekan di dalam kelas, JF Course juga memberikan kesempatan bagi siswa/i untuk  mengasah kemampuan mereka di depan publik dengan mengadakan English Show secara berkala. Sejauh ini, JF Course telah mengadakan empat pementasan Bahasa inggris yang diselenggarakan di kelurahan Weetebula sebanyak dua kali, Desa Kalenawano dan GKS Mata. Acara yang dihadiri oleh berbagai unsur baik swasta maupun pemerintahan ini memiliki beberapa tujuan antara lain, pertama, sebagai ajang untuk mewadahi kemampuan siswa dalam berbahasa inggris yang telah dipelajari selama mereka menempuh Pendidikan di Lembaga JF Course. Kedua, sebagai bentuk evaluasi nyata kepada mitra yang mempercayakan anak-anak untuk belajar di JF Course selama kurang lebih satu tahun. Ketiga, sebagai bentuk ajakan kepada publik untuk menyadari pentingnya meningkatkan kemampuan Bahasa inggris bagi anak-anak.

Baca Juga :   TIGA BENANG MERAH NILAI PEMBEDA PMKRI

JF Course percaya bahwa dengan membangun sistem pembelajaran berbasis speaking dengan metode yang bervariatif dan menyenangkan, anak-anak dapat memiliki motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan Bahasa inggris mereka. Selain itu, sistem ini juga dapat mengukuhkan kepercayaan mitra maupun pengguna jasa terhadap Lembaga. Sehingga, tujuan dari Lembaga JF Course yakni mempersiapkan SDM yang memiliki kemampuan Bahasa inggris untuk menjemput berbagai peluang di masa depan dapat terwujud. ** (Penulis adalah Dosen STKIP Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya-NTT),-