MENEBAR SANITASI DI BUMI SUMBA

Direktur CD. Bethesda Bayu Sela Adji (kanan) saat menyerahkan buku STBM KITA pada wakil bupati SBD, Ndara Tanggu Kaha

Tambolaka-SJ………………… Bertempat di Rumah Budaya Sumba, Wee Londa Sumba Barat Daya (SBD), CD Bethesda pada Kamis, 16/08/2018 siang tadi menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Launching buku STBM KITA dengan tema Menebar Sanitasi Di Bumi Sumba.  Kegiatan yang dibuka dengan resmi oleh Wakil Bupati SBD, Drs. Ndara Tanggu Kaha ini dihadiri oleh perangkat OPD Sumba Tengah dan SBD, Para Pokja AMPL Sumba Tengah dan SBD, Camat Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya,  Kepala desa Sumba Tengah dan SBD, LSM Sanitasi dan pimpinan CD. Bethesda serta Tamu Undangan.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Drs.Ndara Tanggu Kaha mengucapkan terima kasih kepada mitra CD Bethseda YAKKUM yang sudah mendampingi masyarakat pedesaan dalam pemberdayaan hidup sehat.

“CD Bethesda YAKKUM yang  memperkenalkan Buku pembelajaran STBM di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah ini merupakan Refleksi pembelajaran sebagai bentuk perubahan perilaku Maayarakat kita dan cerita pelaku-pelaku STBM baik di Tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa” ungkapnya.

Peserta seminar dari kabupaten Sumba Tengah dan SBD berfoto bersama usai kegiatan

Lebih lanjut Wakil Bupati berharap agar moment ini merupakan moment paling berharga dan dapat bermanfaat bagi percepatan Program STBM di tanah Loda Wee Maringgi Pada Wee Malala tercinta ini. Dirinya juga mengapresiasi kepada SIMAVI (Lembaga Donor dari Belanda) dengan Mitra pendamping CD Bethesda YAKKUM yang sangat menaru perhatian serius kepada PEMDA Sumba Tengah dan SBD dengan program penguatan kapasitas kelembagaan mampu berkaloborasi secara secara baik dengan pemerintah baik level Kabupaten, Kecamatan dan Desa.

Areal Manajer CD Bethesda – Sumba Bayu Andi Yanto mengatakan pertemuan ini bukan perpisahan, STBM hari  ini pamit dari Sumba. Hasil kerja teman-teman di SBD dan Sumba Tengah  sudah nampak dan terlihat.

Baca Juga :   Perlu Sinergi Bersama Antara Kemnaker Dan Jarnas Anti TPPO Untuk Atasi Perdagangan Orang

“Lanjutkan terus untuk menjadikan masyarakat Sumba sehat, Indonesia memiliki pesawat, kapal laut diakui di dunia,  namun masih ada masyarakat yang memiliki jamban,  Roh kebersamaan kita tetap berkerja sehingga membumi di tanah Marapu demi kesehatan Masyarakat Sumba” ujarnya.

Dirinya juga berharap para pokja mulai dari Kecamatan sampai Desa benar-benar bekerja sehingga 5 ilar (1.Stop Buang Air Besar Sembarangan, 2. Cuci Tangan Pake Sabun, 3.Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga, 4.Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan 5. Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga.)dapat terlaksana.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur CD Bethesda Bayu Sela Adji untuk menempatkan rakyat sehat dengan menjalankan lima pilar hidup sehat.

Bayu Sela Adji juga mengucapkan terima kasih kepada PEMDA karena atas kerja sama ini tujuan program  bisa tercapai. Bayu juga  mengapresiasi Pemda dari Kementrian  Kesehatan karena para pokja dari Kabupaten, Kecamatan sampai Desa bisa  terjalin kerja sama yang baik.

Stan Kelompok Weyk Rangga Roko Pambarona mempromosikan produksi klosetnya dengan harga terjangkau

“Indikator hidup sehat harus diutamakan. STBM bukan hanya sebagai program yang dijalankan tetapi bagaimana membangun keberagaman, Negara sehat rakyat pasti kuat” ujarnya dalam  sambutannya.

Yohanes Bora Sekretaris Desa Bondo Boghila salah satu yang diwawancara oleh media terkait STBM mengatakan bahwa seluruh pilar yang dicanangkan hampir seluruhnya berjalan baik, yang paling memuaskan adalan pilar Stop Buang air Besar Sembarangan (BABS) dengan pencampaian mencapai 80%.

Pengurus Weyk Rangga Roko Pambarona dari GKS Mata Tambolaka SBD

“Harapan kami kedepannya apa yang telah dicanangkan terkait STBM yang sudah berakhir tetap berjalan, terlebih para kader desa yang telah dibentuk agar tetap bekerja untuk kemajuan desa” ujarnya pernuh harap. (EB),- .