Lirikan Wisata Alam Lapale Hills

Waikabubak-SJ……………… Keindahan alam Pulau Sumba seakan tidak ada habisnya, salah satu ikon baru dan menjadi kebanggaan masyarakatat adalah Lapale Hills. Jika anda ke kabupaten Sumba Barat belum menyempatkan diri mampir di Lapale Hills maka kunjungan tersebut terasa belumlah lengkap. Lapale hills yang terletak di desa Lapale kecamatan Kota Waikabubak adalah wisata alam pertama di kabupaten Sumba Barat yang telah diresmikan oleh gubernur NTT.

This image has an empty alt attribute; its file name is 1-5-300x225.jpg


Kehadiran Lapale Hills menggoda masyarakat untuk mengunjunginya sebagai tempat rekreasi. Pengunjung paling banyak di hari Sabtu dan Minggu karena hari libur dan masyarakat memilih berakhir pekan disini. Sedangkan hari-hari lain pengunjung tidak terlalu banyak namun ada perkumpulan, Instansi dan Kantor yang menggunakannya sebagai tempat pertemuan, selain itu juga ada yang merayakan hari ulang tahunnya di Lapale hills.
Lapale hills ini merupakan produk BUMDES Payili Domba yang dikelola oleh masyarakat desa Lapale sendiri. Lusia Loru Peda ketua Bumdes unit Lapale hills kepada media SJ (sabtu 06/07/19) mengatakan untuk mengembangkan BUMDES Payilli Domba unit Lapale dengan dana awal Rp. 124 juta, 100 juta dikembangkan untuk pembangunan infrastrukstur diseluruh area wisata Lapale hills, sedangkan Rp. 24 juta digunakan untuk usaha kios.

This image has an empty alt attribute; its file name is 1-3-300x225.jpg

Lebih lanjut Lusia mengatakan BUMDES Payilli Domba mengembangkan 2 jenis usaha yaitu wisata alam Lapale hillis dan agro wisata. Untuk wisata alam Lapale hills sekarang kita sementara bangun spot, cafe dan beberapa lopo IO dan kuliner. Pembangunan agro wisatanya sudah hampir selesai dan tahun ini akan diresmikan.

“Kami berharap Gubernur NTT, Victor Laiskodat bisa meresmikan seperti peresmian Lapale hills, di Agro Wisata kita kembangkan usaha hultikultural, ikan air tawar, wisata pemancingan, peternakan. Kami akan bangun komonikasi dengan sekolah-sekolah pertanian untuk melakukan studi satu minggu 2 kali” tuturnya.
Lebih lanjut Lusia menjelaskan setiap Sabtu dibuka EGK (English Goes to Kampung) yang diwajibkan setiap anak sekolah mulai dari TK sampai SMA dan juga masyarakat desa Lapale. Lapale hills ini sudah mendongkrak sektor ekonomi yang ada didesa, membuka lapangan kerja, mengurangi penganguran yang ada di desa Lapale.

This image has an empty alt attribute; its file name is 1-4-300x225.jpg
Lusia Loru Peda, Ketua BUMDES unit Lapale Hills

“Untuk saat ini kita memiliki 11 orang karyawan, 7 orang tenaga lepas harian, 4 orang yang sudah memiliki SK. Seluruh karyawan diambil dari masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau penganguran. Mulai bulan depan lahan parkir akan dibayar, lahan-lahan parkirnya adalah pekarangan warga sekitar. Uang parkirnya untuk masyarakat sehingga pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Masyarakat yang menyediakan tempat pakir akan bertanggung jawab atas kendaraan dan barang-barang para tamu dan jika ada yang hilang maka masyarakat yang bertanggung jawab dan kita akan melaporkan kepada pihak keamanan. Disini kita menjaga keamanan dan kenyamanan para pengunjung yang datang” ungkapnya lebih jauh.

Baca Juga :   Homestay Modal Kecil Hasilnya Besar
This image has an empty alt attribute; its file name is 1-2-300x225.jpg

Untuk data kelola manajemen dan keuangan BUMDES menggunakan aplikasi, sehingga semuanya transparan dan masyarakat bisa mengupdate keuangan BUMDES.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan BKPP NTT dan OJK Kupang pada saat pelatihan di Kupang untuk tata kelola keuangan berbasis aplikasi. Sehingga masyarakat bisa mengupdate keuangan dan seluruh keuangan di kelolah secara transparan” tutup Lusia menngakhiri bincang-bincangnya dengan media. (Emil Buga),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.