KOMPAK INDONESIA MINTA POLDA DAN KEJATI NTT TIDAK KENDOR BONGKAR MAFIOSO KORUPSI DI NTT

Jakarta-SJ……….. Menang dalam pra peradilan tidak berarti membebaskan tersangka dari Tindak Pidana Korupsi. Ini menjadi masukan berharga bagi Aparat Penegak Hukum agar sungguh-sungguh memenuhi prasyarat formil dan materil dalam penegakan hukum sehingga tidak memberi ruang bagi Hakim untuk memenangkan Praperadilan terutama perkara Tindak Pidana Korupsi.

Demikian disampaikan oleh Gabriel Goa, Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK)  INDONESIA kepada awak media, Senin (21/6/21) di Jakarta.

“Mengingat perkara Tindak Pidana Korupsi Bawang Merah sudah P21 maka kami dari KOMPAK INDONESIA mendesak Polda dan Kejati NTT untuk bekerja serius dan kembali menetapkan pelaku dan Aktor Intelektualis Tindak Pidana Korupsi Bawang Merah Malaka” tuturnya.

Lebih lanjut Gaby mendesak Dewas dan KPK RI untuk melakukan operasi khusus untuk menjerat Advokat, Pejabat Penegak Hukum, Pejabat Eksekutif dan Pejabat Legislatif yang melakukan kongkalikong dengan indikasi kuat gratifikasi untuk menyelamatkan Pelaku dan Auktor Intelektualis Korupsi Bawang Merah.

Untuk diketahui, Baharuddin Tony tersangka kasus korupsi proyek pengadaan bibit bawang merah Kabupaten Malaka tahun 2018, akhirnya terlepas dari jeratan hukum pada Jumat (18/6/21) yang lalu setelah menang praperadilan melawan Polda NTT.

Hakim Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA menyatakan, surat perintah penyidikan dan penetapan tersangka terhadap Baharuddin Tony tidak sah dan tidak memiliki dasar hukum serta tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Selanjutnya hakim memerintahkan Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda NTT Baharuddin Tony bebaskan dari tanahan. Baharuddin Tony merupakan satu dari sembilan tersangka tindak pidana korupsi pengadaan benih bawang merah tahun anggaran 2018 di Kabupaten Malaka.

Perkara praperadilan Baharuddin Tony itu terdaftar di Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA dengan nomor 8/Pid.Pra/2021/PN Kupang.

Baca Juga :   TIM GABUNGAN POLRES SBD AMANKAN PELAKU PEMBUNUHAN DI DESA DENDUKA

“Kami mengajak solidaritas Penggiat Anti Korupsi di NTT untuk mengawal ketat dan berjejaring untuk membongkar tuntas mafioso Korupsi Berjamaah di NTT” papar Gaby pada awak media. *** (EMaN/016-21),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.