KOMPAK INDONESIA APRESIASI POLRES SBD

by -448 views

Tambolaka-SJ………… Ditahannya kepala desa Totok kecamatan Loura kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi NTT pada Rabu 30 Desember 2020 yang lalu oleh Polres SBD, mendapat apresiasi dari rakyat SBD serta Penggiat Anti Korupsi di Tana Humba.

Ketua KOMPAK INDONESIA, Gabriel Goa (kiri) bersama Karo BInsops Bareskrim Mabes POlri, Brigjen Pol. Daniel Bolly Tifaona, S.IK., M.Si.

Salah satunya Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK INDONESIA) memberi penghargaan luar biasa atas gerak cepat dan tanggap Polres SBD atas laporan masyarakat pada Selasa 29 Desember 2020, bahwa kepala desa Totok, Bani Pu Potto melakukan korupsi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan menyalahgunakan uang bantuan untuk masyarakat.

“Pencegahan dan penindakan Tindak Pidana Korupsi oleh Polres SBD patut diapresiasi dan didukung rakyat serta Penggiat Anti Korupsi di Tana Humba” ungkap Gabriel Goa,Ketua KOMPAK INFONESIA lewat pesan Whats App pada Suara Jarmas, Senin (4/1/21).

Gabriel Goa menuturkan  harapan KOMPAK INDONESIA agar aparat penegak hukum di SBD tidak hanya menyasar kepala desa semata karena patut diduga kuat kepala desa tidak berdiri sendirian.

“Disini butuh kejelian Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penyelidikan secara komprehensip dimulai dari kepala desa yang sudah ditahan dan diproses hukum. Kami berharap kepala desa berani ungkap dan bongkar kejahatan korupsi berjamaah uang untuk rakyat miskin di Tana Humba” ujarnya.

Lebih lanjut Gabriel  menuturkan pihaknya merasa  terpanggil untuk selamatkan Tana Humba dari kejahatan luar biasa korupsi dan human trafficking. KOMPAK INDONESIA secara resmi mengeluarkan pernyataan: Pertama, mendukung total pencegahan dan penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi APBN, APBD dan bantuan untuk Desa-Desa miskin di Tana Humba khususnya SBD  oleh Polres SBD bersama Kejari dan Pengadilan Tipikor.

Kedua, mendesak pers dan Penggiat Anti Korupsi untuk bekerja pro aktif selamatkan uang negara yang manfaatnya untuk kesejahteraan rakyat bukan dirampok untuk memperkaya diri sendiri dan berjamaah.  *** (001/Red.SJ/21),-