KESADARAN MASYARAKAT SBD DALAM SENSUS ONLINE MASIH RENDAH

Kepala BPS Kabupaten SBD, Jhon Zogara, SE

Tambolaka-SJ………… Kesadaran masyarakat Sumba Barat Daya (SBD) dalam mengikuti sensus online masih rendah. Demikian hasil bincang-bincang media dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten  Sumba Barat Daya (SBD) Jhon Zogara, SE diruang kerjanya Selasa 10/3/2020.  

John Zogara menjelaskan sejak Indonesia merdeka sudah 6 kali yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2010 dan 2020 dilaksanakan sensus penduduk dan untuk pertama kalinya sensus kali ini menggunakan online atau yang biasa disebut SP Online. Tujuan atau kegunaan sensus online agar masyarakat atau orang bisa mengakses data pribadinya dan sekarang jamannya tekhnologi diharapkan kepada semua orang yang memiliki HP android bisa memanfaatkan kesempatan ini serta kita bisa mengetahui data pribadi.

Yang paling utama adalah evaluasi perencanaan jadi kalau Pemerintah mau buat program tolok ukur datanya dari sensus penduduk. Sensus Online dimulai sejak 15 Februari sampai 31 Maret 2020 dimulai serentak diseluruh wilayah Indonesia. Seluruh warga negara Indonesia dapat meng-update data pribadi maupun keluarganya dengan laman sensuspenduduk.co.id,  dengan masuk di laman tersebut hanya dengan mengisikan Nomor Induk Kependudukan, Nomor KK kemudian isi angka cap cai yang tersedia sendiri tinggal kita pindahkan kita bisa konfir data-data kita,  tapi sebelum masuk dalam pengisian nanti kita diminta untuk membuat password pribadi. Password pribadi untuk menjamin keamanan data pribadi kita supaya orang lain jangan mudah masuk atau membuka. Kalau sudah habis membuat pasword kita sudah bisa mulai pengisiannya. Kita juga bisa menambahkan kalau di rumah ada anggota baru.  Fungsi kami BPS hanya mendampingi yang isi datanya adalah masyarakat sendiri.

Jhon Zogara menjelaskan sasaran utama dari sensus online atau yang biasa di sebut SP Online untuk masyarakat yang memiliki HP android, wilayahnya memiliki akses jaringan ataupun wilayah yang tidak ada jaringan tapi mencari tempat yang ada jaringan, misalnya datanya ke kota atau tempat-tempat yang terkoneksi dengan jaringan. Kalaupun tidak ada HP android, tidak ada jaringan dan fasilitas tidak di paksakan untuk Sensus Online ada alternatif lain yaitu sensus wawancara atau SP Wawancara pada bulan Juli akan ada petugas yang akan turun ke RT/RW, Dusun dan Desa. Target selesai sensus penduduk pada bulan Juli 2020.

Baca Juga :   Babinsa 1613-04 Sumba Barat Bantu Masyarakat Bangun Rumah

Sangat memprihatinkan sejak Sensus Online dilakukan serentak di seluruh Wilayah Indonesia sekarang sudah memasuki hari ke 25,  capain di SBD baru 2,8% dan kita merupakan terendah ke 2 dari seluruh kabupaten NTT, padahal secara potensial kita tidak berada di urutan tersebut,  mungkin kita sudah lebih dari angka tersebut.

“Kesadaran masyarakat enggan melakukan sensus online sementara kami sudah melakukan berbagai cara melalui  sosialisasi dari desa, kecamatan, sekolah, Perguruan Tinggi dan juga gereja. Disamping banyak yang tidak tahu SP Online, tetapi banyak yang tahu namun enggan melakukan” ujarnya prihatin.

Jhon Zogara mengharapkan kepada seluruh masyarakat SBD untuk memanfaatkan moment ini dan moment ini adalah moment pembelajaran. Dengan sensus online bisa menghemat biaya, tenaga dan waktu dan arahnya ini nanti tidak ada sensus lagi, tapi data-data pribada dan keluarga sudah masuk dalam sistem.

Rukun Tetangga (RT) bisa mengetahui ada penambahan jumlah penduduk di wilayahnya, bisa diupdate dan secara sistem nanti akan masuk registrasi secara nasional sehingga 1 RT update secara nasional sudah berubah.

“Data dasar yang dipakai dalam sensus penduduk Online diambil dari Dispendukcapil yang melakukan perekaman E-KTP maupun E-KK” ungkap John.

 Lebih lanjut Jhon Zogara mengatakan khusus untuk ASN, TNI/POLRI, Kontrak dan Aparat Desa ada kewajiban dari Kemenpan. Kemenpan mengeluarkan surat edaran bahwa semua wajib mengikuti sensus penduduk online. Sejak dari tahun lalu kita sudah melakukan sosialisas kepada masyarakat melalui media.

Kepala BPS SBD bersama wartawan Suara Jarmas

“Untuk tingkat Pemda Bupati dr. Nelis sudah mengeluarkan testimoni supaya semua warga masyarakat SBD bisa ikut dan berpartisipasi dalam sensus baik yang online maupun wawancara. RT harus mengenal warganya dan warga harus mengenal RT, tapi kenyataannya ada warga tidak mengetahui RT dan RT tidak mengetahui  warganya di buktikan dengan KTP dikolom  RT ada RT 00 atau RW 00” tuturnya lagi.

Baca Juga :   MAHASISWA LEWA KRITISI TUMPUKAN SAMPAH YANG BERSERAKAN DIPINGGIR DANAU KABUHAPANG

Dalam proses membangun suatu wilayah kalau tidak ada saling kenal antara masyarakat dengan pemerintahnya susah juga tidak bisa berjalan dengan baik. Dengan sensus penduduk ini diharapkan bisa mengenal warga kita. Diakhir wawancara John Zogara  mengajak media untuk membantu menyukseskan Sensus Online.

Liputan:Emil Buga,-