Kadis PMD Harapkan Desa Kelola Dananya Sesuai Regulasi

Kadis PMD Kabupaten Sumba Barat Yakobus Jefrison Dapamerang, SP.MM

Waikabubak-SJ ………………… Kadis PMD kabupaten Sumba Barat Yakobus Jefrison Dapamerang, SP.MM  mengharapkan agar seluruh pemerintah desa yang ada di Sumba Barat mengelola dana ADD sesuai dengan regulasi yang ada. Hal ini tentunya agar penggunaan dana ADD tersebut dapat tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri.

Demikian diungkapkan Jefri sapaan akrab kadis PMD Sumba Barat ini pada media SJ, disela-sela kegiatan Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan di aula SMA Kristen Waikabubak pada Kamis, 11 Oktober yang lalu.

Jefri juga mengingatkan agar desa-desa dalam menyusun RKPDes dan RAPBDes agar desa menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada dan mengutamakan kaum-kaum marginal terutama kaum difabel, balita gizi buruk, ibu hamil. Selain itu untuk  akses terhadap air bersih dan  listrik.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa yang dibuka dengan resmi oleh Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole ini dihadiri oleh semua perangkat desa, unsur-unsur LSM dan stake holder lainnya yang menawarkan program-program inovasinya pada desa-desa.

Terkait penggunaan dan pencairan dana desa khusus untuk kabupaten Sumba Barat Jefri mengatakan tidak mengalami kendala berarti, hal dibuktikan dengan pencairan dana tahap I dan II sudah terealisasi. Sedangkan pada tahap III ini dirinya berharap agar desa segera mengurusnya untuk membangun desanya masing-masing.

“Untuk kabupaten Sumba Barat tahap II sudah cair di bulan Juni, ini agak terlambat karena tahun lalu penetapan APBDesnya juga agak lambat. Sedangkan Tahap III agar desa segera mempercepatnya dan wajib untuk penetapan APBDes 2019  sebelum 31 Desember 2018 nanti” ungkapnya.

Jefri juga berharap melalui Bursa Inovasi Desa ini, pemerintah desa nanti akan menyusun perencanaan  desa yang berpihak pada kebutuhan bukan pada keinginan. Sehingga tujuan dana desa bisa tercapai.

Baca Juga :   Julie Sutrisno Laiskodat Kunjungi SBD

“Pembuatan program jalan misalnya, jangan hanya dibuat karena bertujuan untuk masuk kekampungnya sendiri tetapi tidak bermanfaat bagi orang banyak, utamakanlah kepentingan dan kebutuhan masyarakat banyak khususnya kaum difabel, balita gizi buruk dan ibu hamil” ujarnya menghimbau.

Pantauan media pelaksanaan Bursa Inovasi Desa ini cukup menarik perhatian masyarakat pada undangan yang hadir, walaupun kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan. (OC$),-