JARINGAN CSO SUMBA BARAT DIRIKAN FORUM INKLUSI SUMBA

Waikabubak-SJ………Bertempat di kantor Yayasan Bahtera Jl. Ahmad Yani, No.162, Desa Dedekadu, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat dilaksanakan kegiatan pertemuan jaringan Community Social Organization (CSO) sebagai tindak lanjut dari program  promosi masyarakat untuk pendidikan inklusif dan berkualitas di Indonesia yang difasilitas oleh Yayasan Bahtera bekerja sama dengan YAPPIKA-Action Aid (YAA) sebagai Lead Organisasi dan mendapat dukungan dari Europen Union (EU) yang telah bekerja sama selama 1 tahun (Kamis, 22/08/19).

This image has an empty alt attribute; its file name is 5-2-300x139.jpg
Direktris eksekutif Yayasan Bahtera Martha Rambu Bangi (kanan) saat memberikan arahan dalam diskusi CSO Sumba Barat

Dalam sambutannya Martha Rambu Bangi  direktris eksekutif Yayasan Bahtera menyatakan pertemuan seperti ini terus kita lakukan, kita coba membahas hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana kita berkaloborasi, bagimana kita bersinergi demi tercapainya pendidikan inklusif di Kabupaten Sumba Barat.

“Beberapa waktu yang lalu kita baru saja menyampaikan program-program, tantangan-tantangan yang kita hadapai bersama, mengapa kita harus berjejaring, mengapa kita harus berkolaborasi untuk berjuang bersama berkaitan dengan isu inklusi dan pendidikan. Hampir sebagian besar NGO/CSO yang ada hampir bergerak di isu pendidikan, apakah anak atau orang dewasa tetapi memang bergerak di isu pendidikan dan isu inklusi menjadi sesuatu yang sangat fundamental” ujarnya.

Heronimus Hugi Kepala Provinsial Inovasi NTT saat memberikan materinya

Lebih lanjut Martha menjelaskan banyaknya goncangan-goncangan yang ada,  serta kita sebagai bagian dari corong bagaimana terus berjuang untuk virus-virus inklusi, betul-betul mendarah daging diseluruh lapisan masyarakat, kita akan membentuk forum.  Banyak forum yang dibentuk terkadang forum tidak berjalan, ketika program selesai forumnya juga selesai dan memang kita tidak bisa menutupi fakta yang terjadi, oleh karena itu harus ada yang mengakomodir kita sehingga ketika kita melakukan advokasi sebagai CSO perlu kita bersama dengan pemerintah, tetapi ada hal-hal yang perlu kita perjuangkan dan mereka bisa dipenuhi hak-haknya sebagai warga Negara.

Hal senada juga di sampaikan oleh Hironimus Hugi kepala Provinsial Inovasi Provinsi NTT kepada media usai  kegiatan,  kalau melihat isu Inklusi ini belum banyak yang berpikir, bertindak untuk peduli terhadap inklusi, kadang kita melihat hal-hal yang terjadi dalam kehidupan kita, memandang anak-anak atau pihak-pihak dalam kehidupan mereka dalam keterbatasan-keterbatasan atau hambatan–hambatan tertentu kadang kita menyamaratakan dengan punya akses terhadap sesuatu yang biasa yang bisa melakukan itu.

Baca Juga :   SAMBUT PILKADA 2018, PEMUDA KADI PADA BERSIHKAN KANTOR KPUD SBD

Tetapi sebetulnya untuk realitanya banyak anak-anak yang punya keterbatasan tertentu, dengan forum ini membangun kesadaran bersama pertama dari anggota forum kemudian memperluas untuk mempengaruhi pihak-pihak, terutama kepada mitra pemerintah maupun mitra CSO yang lain supaya  betul-betul  begerak bersama untuk mewujudkan pembangunan ini, supaya pembangunan ini  berpihak pada semua, termasuk dalam akses pendidikan. 

“Bahwa semua pihak, semua anak mempunyai hak akan pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi tanpa membeda-bedakan dia itu laki-laki atau perempuan, dia itu peyandang cacat atau bukan, tanpa membedakan aliran kepercayaan tertentu, dia itu dari desa atau kota, dari ekonomi yang kaya ataupun rendah” ungkap Hironimus.

Lebih lanjut Hiro mengatakan sebetulnya mitra pemerintah sudah sangat positif khususnya di Sumba Barat, mungkin kita bisa melihat realita di lapangan, komitmen baik ini betul-betul dilihat di lapangan bisa nyambung bersama,  harus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pembangunan atau dalam mengakses pendidikan yang berkualitas termasuk juga layanan-layanan yang lain seperti kesehatan dan lain-lain.

Pantauan media pertemuan jaringan CSO berjalan serius dan mendapat respon positif serta menyepakati berdirinya Forum Inklusi Sumba sebagai wadah bersama untuk mengadvokasi isu pendidikan dan inklusi. Sebagai bukti berdirinya Forum Inklusi Sumba ini setiap peserta menulis komitmennya dan membubuhkan tanda tangannya di atas plano yang sudah disediakan oleh panitia. (Emil Buga),-