JALAN MASUK MENUJU RSUD REDA BOLO DIBLOKIR WARGA

Tambolaka-SJ………..Jalan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Reda Bolo Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur diblokir oleh sekelompok warga Kampung Koro Kangali Desa Watu Kawula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD, Rabu (5/5/21).

Pemblokiran oleh sekelompok warga Koro Kangali ini dipimpin oleh Yosep Malo Dadu sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) SBD dari Yosep Malo Dadu bersama beberapa warga yang tanahnya telah dihibahkan kepada Pemda untuk pembangunan RSUD Reda Bolo serta jalan untuk akses masuk ke RSUD tersebut.

Diperoleh informasi pemblokiran dilakukan sebagai bentuk kekecewaan kepada Pemda yang tidak menepati janjinya untuk mempekerjakan anak-anak dari warga yang telah memberikan tanah untuk akses jalan masuk maupun yang telah memberikan hibah tanah pembangunan lokasi RSUD Reda Bolo sebagai tenaga kontrak di RSUD Reda Bolo.

Saat penghibahan tanah tersebut untuk pembangunan RSUD maupun pemberian tanah untuk akses jalan masuk ke RSUD, pemilik tanah dijanjikan bahwa anak-anaknya akan dipekerjakan di RSUD tersebut. Sebanyak 17 (tujuh belas) orang yang merupakan anak dari para pemilik tanah telah mengajukan lamaran,  namun dua kali penerimaan tenaga kontrak yaitu pada bulan Januari 2021 dan April 2021, tidak ada satupun dari ketujuh belas orang tersebut yang diterima.

Informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat beberapa upaya telah dilakukan salah satunya yaitu bertemu secara langsung dengan Dirut RSUD namun Dirut RSUD menyatakan bahwa yang tanda tangan SK bukan dari pihak RSUD. Asisten I Setda Pemda SBD juga telah turut dimintai bantuan,  menyatakan bahwa perekrutan dilakukan dengan melihat skala prioritas yaitu tenaga kontrak yang lama (perpanjang SK), serta tingkat pendidikan dan keahlian pada bidang kesehatan,  namun pada kenyataannya  tenaga kontrak yang lulus untuk dipekerjakan di RSUD khususnya cleaning service, tenaga keamanan dan lain-lain  yang berijazah SMA adalah tenaga baru dari luar wilayah Watukawula, sementara anak-anak dari para pemberi lahan malah tidak diakomodir.

Baca Juga :   BUPATI KORNELIUS LANTIK PENGAWAS DAN KEPALA SEKOLAH LINGKUP SBD

Aksi pemblokiran tersebut pada awalnya merupakan inisiatif dari Yosep Malo Dadu yang telah dilakukan sejak sehari  sebelumnya yaitu pada hari Selasa tanggal 4 Mei 2021 sekitar Pukul 13.00 Wita,  karena merasa sebagai pihak yang berjasa memberikan tanah untuk akses jalan masuk ke RSUD namun anaknya tidak diterima sebagai tenaga kontrak di RSUD. Aksi tersebut kemudian turut didukung oleh beberapa orang yang merupakan penghibah tanah untuk pembangunan RSUD yang bernasib serupa.

Kata  Yosep Malo Dadu, dirinya  merasa berhak melakukan aksi tersebut,  karena dirinya hanya mengizinkan sebagian tanahnya untuk pembangunan jalan akses masuk ke RSUD,  bukannya memberikan hibah atas tanah tersebut (tidak ada penyerahan hibah), lain halnya dengan lokasi RSUD yang memang telah mendapatkan hibah.

Sementara itu Kepala Desa Watukawula Laurensius Todo juga membenarkan bahwa status tanah yang dibuatkan jalur jalan untuk akses masuk ke RSUD Reda Bolo juga masih berstatus milik 3 (tiga) orang warga Yosep Malo Dadu, Yohanes Malo dan Lede Todo, dan belum dilakukan penyerahan hibah.

Kapolsek Loura bersama Kasat Intelkam yang turun ke lokasi, kemudian melakukan upaya mediasi kepada pihak-pihak yang melakukan aksi pemblokiran tersebut sehingga pemblokiran akses jalan masuk RSUD Reda Bolo tersebut akhirnya dapat dibuka.

Yosep Malo Dadu bersama warga lainnya, selanjutnya akan membuat surat terkait permasalahan tersebut kepada Bupati Sumba Barat Daya untuk meminta agar anak-anak tersebut dapat diakomodir menjadi tenaga kontrak pada RSUD Reda Bolo.

Hingga berita ini diturunkan Bupati SBD maupun pihak-pihak terkait lainnya belum bisa dihubungi oleh media ini. Diperoleh informasi dari berbagai pihak, aksi pemblokiran tersebut dapat mungkin kembali terjadi apabila Pemerintah Daerah tidak menggubris permintaan dari warga tersebut. Sehingga diharapkan Pemerintah perlu mendapatkan hak atas tanah pada jalan akses masuk RSUD tersebut baik secara hibah ataupun jual beli untuk menghindari terjadinya aksi serupa dikemudian hari. *** (Octa/002-21),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.