HI Gandeng Komunitas Weyk GKS Mata Dampingi Penyandang Disabilitas

Tambolaka-SJ…………. Humanity & Inclusion (HI) tawarkan kerjasama dengan komunitas Weyk Rangga Roko Pambarona 3&4 (RRP 3&4) GKS Mata untuk mendampingi penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya untuk terlibat dalam perencanaan pembangunan yang partisipatif. Demikian disampaikan oleh Project Officer (PO) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Emiliana Yustina Wungo di sekretariat Weyk RRP 3&4 GKS Mata, Jalan Kataparoro Kelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tamabolaka SBD, Jumat (22/8/19).

Esty sapaan akrab PO HI mengatakan program ini bertujuan untuk berkontribusi pada pertumbuha ekonomi yang inklusif dan partisipasi organisasi masyarakat sipil (Ormas/CSO) dalam pembangunan daerah yang inklusif dan merata di NTT. Fokus program ini pengembangan dan pembangunan ekonomi masyarakat terutama kepada kelompok rentan termasuk didalam perempuan dan penyandang disabilitas.

“Kami merekomendasikan komunitas Weyk GKS Mata, karena kami melihat kelompok Weyk ini adalah kelompok yang sudah mempraktekan pemberdayaan masyarakat dan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan” ungkapnya.

Lebih jauh Esty menjabarkan dalam program ini diharapkan orang muda dan kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas dapat memiliki atau meningkat pendapatannya melalui usaha mandiri atau bekerja pada pihak lain. Sedangkan CSO atau Pemerintah diharapkan memiliki kemampuan dalam pendampingan dan melakukan replikasi terhadap program ini.

Project Officer HI, Emiliana Yustina Wungo (kedua dari kanan) dalam pertemuan bale-bale dengan koordinator Weyk Marthen Rawang (kedua dari kiri) dan Sekretaris Weyk Lodo L. Raya (kanan)

Bicara anggaran tidak besar, tapi kalau bicara dampak maka kami yakin misi gerejawi yang ada di komunitas Weyk GKS Mata sama dengan misi HI untuk memberdayakan sesama melalui pemberdayaan. Program ini akan berjalan 7 bulan, dan ini merupakan Pilot Project yang diharapkan dapat menjadi desa percontohan kedepan nanti” tuturnya lebih jauh.

Baca Juga :   PANITIA PEMILIHAN PILKADES MERE KEHE DIDUGA LAKUKAN KKN

 Koordinator Weyk RRP 3&4 GKS Mata, Marthen Rawang kepada media mengatakan akan menerima dan mempelajari ajakan HI karena program ini merupakan program pemberdayaan dan Weyk sudah sering melakukan pendampingan membantu masyarakat seperti pembuatan closet ramah lingkungan dan pembuatan pangan lokal.

“Kelompok Weyk sudah sering melatih masyarakat di desa untuk pembuatan kloset, jika mendapat kepercayaan untuk mendampingi kelompok rentan termasuk didalamnya perempuan dan penyandang disabilitas, maka sesuai dengan visi misi kami untuk membantu sesame tidak hanya di GKS Mata tetapi dimanapun yang merasa membutuhkan bantuan kami” tuturnya.

Hal senada disampaikan sekretaris Weyk Lodo L. Raya kegiatan kemanusiaan ini merupakan kegiatan yang cukup rutin yang walaupun dengan keterbatasan waktu, Weyk RRP 3&4 selalu berusaha berbuat untuk membantu orang lain tidak hanya dalam kelompok Weyk saja tetapi sudah sampai ke desa-desa di Sumba Timur.

“Pada dasarnya kita setuju, tinggal kami akan menyiapkan tenaga yang fokus di desa, karena rencana dari HI Weyk akan mendampingi desa Mali Iha Kodi. Pastinya kami berterima kasih mendapat kepercayaan dari Weyk dan kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pilot project ini sukses dan kelompok rentan yang ada disana bisa terbantukan” ujarnya.

Lodo juga menekankan Weyk akan bertanggung jawab dalam menjalani program dan dala waktu dekat akan melakukan rapat internal Weyk untuk menentukan 2 orang tenaga fasilitator untuk pendampingan advokasi dan pembuatan cerita-cerita sukses.

“Secara legalitas Weyk sudah siap tinggal kami laporakan ke BPMJ GKS Mata dan pada tanggal 30 Agustus ini kami akan segera menyiapkan proposal karena selain Weyk juga ada  Yayasan Harapan Sumba dan Yayasan Pakta Sumba yang akan terlibat dalam pendampingan penyandang disabilitas” tutupnya. (Team-SJ),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.