D’Dama Syukuran Bersama Tim Paket Damai

Tambolaka-SJ……………. Dominggus Dama, SST.MT., yang merupakan calon bupati dari paket Damai  berpasangan dengan Kornelis Tanggu Bore, SH., pada Minggu, 7 Oktober 2018 sore hari bertempat di posko utama paket Damai Ledegiring Desa Rada Mata Kecamatan Kota Tambolaka kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) selenggarakan Syukuran bersama seluruh tim pemenangan paket Damai sebagai ucapan terima kasihnya atas kebersamaan dan perjuangan bersama dalam Pilkada serentak 2018 yang lalu.

Acara syukuran ini dihadiri oleh Sekretaris Tim Pemenangan sekaligus Ketua DPC PBB Octa Dapa Talu, bendahara tim pemenangan Grasiana Kalumbang, Ketua Tim Keluarga Yohanes Geli, Anggota tim pemenangan Yeremias Rewa, Vetnay Martha Bei, Efie Bore, tokoh-tokoh masyarakat, Koordinator Kecamatan, Koordinator Desa dan Relawan-relawan se-SBD.

Johanis Geli, Katua Tim Keluarga saat memberkan kata-kata pembuka dan isi hati keluarga Paket Damai

Dalam kesempatan itu D’Dama mengucapkan terima kasih atas kebersamaan tim  selama ini dan adapun hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi perjuangan yang sudah dilakukan adalah sebuah keberhasilan walaupun terantuk di penghujung perjuangannya.

“Selama ini setelah Pilkada D’ Dama sepertinya menghilang atau melupakan timnya, tetapi sebenarnya saya sengaja diam dulu untuk menenangkan perasaan kita bersama, saya sebenarnya merasa sangat bangga karena sudah mempunyai keluarga yang baru yaitu Tim Damai’ ungkapnya.

D’Dama juga menjelaskan didepan tim dan pendukungnya bahwa perjuangan selama ini adalah perjuangan yang melelahkan tetapi dirinya menilai bahwa perjuangan ini adalah sebuah keberhasilan yang walaupun dalam politik kita terantuk. Tetapi dirinya sudah mendapatkan kepercayaan dan cinta kasih dari masyarakat SBD selama berproses.

Vic. Lexiandri Umbu Kawawu Anagoga, S.Si Teol. memulai acara syukuran dengan ibadah singkat

Lebih lanjut D’Dama juga menegaskan bahwa kekalahan yang dialami baru-baru bukan kesalahan tim tetapi kekalahan dalam system yang terjadi dalam Pilkada yang lalu.

Baca Juga :   D’ DAMA "JARING ASMARA" DI BUKAMBERO

“Banyak masalah yang kita hadapi  baru-baru ada yang bilang dan juga yang saya lihat  banyak pemilih yang tidak mendapatkan undangan khusus untuk wilayah Waijewa, karena hamper 60% pemilih Waijewa tidak hadir untuk ikut memilih saat pelaksanaan Pilkada, karena adanya  ada politik uang yang terjadi, adanya intervensi pada masyarakat pemilih untuk tidak memilih paket Damai, sehingga akhirnya pemilih kita menjadi golput” tuturnya lebih jauh.

Tetapi dengan besar hati D’Dama berjiwa besar menerima semua hasil pilkada 27 Juni yang lalu, yang terpenting adalah rakyat telah menentukan pemenang dalam pilkada tersebut dan paket Damai tidak pernah tergiur untuk melakukan penggelembungan suara untuk menghasilkan pemenang dalam pilkada tersebut dengan cara yang tidak terhormat.  D’Dama juga menepis anggapan bahwa kehadiran paket Damai untuk memenangkan paket Kontak.

“Bagaimana mungkin paket Damai bisa mempengaruhi kemengan paket Kontak, suara kita saja hanya 11 ribu lebih, saya tidak mengerti untuk apa isu ini disebarkan, malah suara paket Damai lebih besar di wilayah Kodi daripada Waijewa sebagai daerah asal saya” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh sekretaris tim pemenangan Octa Dapa Talu, bahwa tim paket Damai yang sudah terbentuk baru-baru adalah sebuah keluarga baru yang lahir, karena sudah menunjukan kebersamaan dan ketulusan dalam upaya memenangkan paket Damai, walaupun ada beberapa rekan tim yang belok atau menyimpang, tapi kenyataannya itulah seni dalam berpolitik.

Dominggus Dama saat menyampaikan kata-kata hati pada seluruh tim paket Damai, keluarga dan relawan yang hadir

“Satu pembelajaran berharga yang kita dapat dari paket Damai adalah bahwa paket Damai telah mengajarkan pada kita bagaimana berpolitik dengan bersih, jujur dan tulus untuk membela ole milla ole dengo, paket Damai tidak pernah tergiur untuk melakukan hal-hal yang diluar dari ketentuan yang sudah ditetapkan oleh KPU dan Panwaslu” katanya.

Baca Juga :   Pembekalan Devisi P3S Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Sumba Timur Tentang Penegakan Hukum Terpadu

Ketua PBB SBD ini juga memohon maaf pada D’Dama, karena PBB SBD tidak bisa berbuat lebih banyak untuk Paket Damai dengan segala keterbatasan yang ada, tetapi PBB telah berjuang semaksimal mungkin untuk memenangkan Pilkada yang lalu tetapi kalah karena system yang tidak benar, kalah karena adanya keserakahan dari kelompok-kelompok tertentu yang ingin berkuasa. Dirinya juga berharap semoga tujuan besar membela ole milla ole dengo  di SBD ini akan dilanjutkan oleh paket pemenang dalam Pilkada yang lalu.

Acara syukuran Paket Damai ini sebelumnya dimulai dengan ibadah yang dipimpin oleh Vicaris GKS Tambolaka Vic. Lexiandri Umbu Kawawu Anagoga, S.Si Teol. Calon wakil bupati Kornelis Tanggu Bore, SH dan ketua tim pemenangan Pdt. Dr. Soleman Lende Dappa tidak hadir karena ada halangan tugas di Kupang yang tidak bisa ditinggalkan. Tim dan keluarga Paket Damai  berbaur dan saling berjanji untuk kembali berkumpul lagi ditahun 2024 memperjuangkan ole milla ole dengo di kabupaten tercinta SBD. (AH),-