DANDIM 1629/SBD MEMBERIKAN MATERI PENCEGAHAN DAN MITIGASI BENCANA DI SMP NEGERI 4 LAURA

Tambolaka-SJ……….. Dalam upaya  memberikan pengetahuan sedini mungkin kepada anak-anak sekolah,  bertempat di aula kantor  SMP NEGERI 4 Laura Desa Payola Umbu Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Dandim 1629/SBD, Letkol Inf. Alfat Denny Andrian memberikan materi Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Kamis (14/10/21).

Kegiatan yang dibuka dengan resmi oleh Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 14-15 Oktober 2021.

Turut hadir dalam kegiatan ini  Danramil 01/Laratama, Kapten lnf Samuel Guba,  Kabid 1 BPBD Provinsi NTT,  Ricard P.l. Pelt. SE., Kalak BPBD SBD,  Drs.  Agustinus Pandak,  Sekban BPBD SBD, Frans Nicolas Bora, Kabid 1 BPBD SBD, Yustinus Sudi lero A.md, dan Kepala Sekolah SMP 4 Laura,  Fransiskus Bobo Ngongo S.Pd.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan atau pemberian materi tentang bencana alam. ini, Bupati Kornelius Kodi Mete mensyukuri bahwa saat ini tidak ada satu orang pun yang OTG virus Corona, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana.

Dandim 1629/SBD, Letkol Inf. ALfat Denny Andrian (berdiri) saat membawa materi pencegahan dan mitigasi bencana di SMP Negeri 4 Loura

“Kita tidak bisa lepas dengan apa yang disebut bencana,  tanpa dikira-kira muncul bencana baik bencana alam maupun sosial.  Untuk mengurangi,  mereduksi akibat dari pada bencana-bencana  itu,  kita butuh kecerdasan dan pemahaman,  oleh karena itu kita dituntun untuk mereduksi guna meminimalisir akibat daripada bencana” ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Kodi Mete menjelaskan guna mewujudkan itu,  maka hari ini kita kumpul untuk melakukan pelatihan pencegahan mitigasi bencana sosial,  kita terus tingkatkan kecerdasan dan ketakwaan. 

Pelatihan ini untuk memberikan pemahaman dan ilmu kepada adik-adik kita dan masyarakat di pesisir pantai  jangan hanya 1 hari atau 2 hari saja,  kegiatan sosialisasi ini harus dilaksanakan sesering mungkin,  karena daerah pantai sangat riskan di wilayah SBD.

“Nanti saya mau anggarkan untuk kegiatan pelatihan dan pengadaan alat-alat  untuk mendeteksi setiap kejadian gempa atau tsunami” kata Bupati Kodi Mete.  

Baca Juga :   KODI UTARA SIAP MENANGKAN PUTRA TERBAIKNYA

Dirinya juga minta agar para siswa memaksimalkan kegiatan ini,  sehingga siswa-siswi yang mendapat pegetahuan saat ini, nantinya akan tamat dan mereka sudah punya ilmu untuk diterapkan kepada keluarga yang di rumah.

Dandim 1629/SBD. Letkol Inf. Alfat Denny Andrian dalam penyampaian materinya menuturkan dirinya tidak memberikan materi secara teknis, karena sudah lama ia tidak membaca masalah kebencanaan, namun ia hadir untuk menyampaikan aplikasi yang mungkin nanti bisa dilaksanakan penerapannya di SBD.

Terkait dengan penanggulangan bencana,  ini yang sebenarnya lebih penting daripada teori-teori yang ada di buku petunjuk atau sumber-sumber yang biasa kita baca dari berbagai macam media,  karena itu semuanya sudah protap dan ada tinggal bagaimana pelaksanaannya.

Letkol Alfat memperkenalkan diri bahwa dirinya pernah bertugas di Aceh pada tahun 2002 yang lalu, dan berdinas di Aceh kurang lebih 10 tahun, sehingga dirinya mengalami sendiri  di lapangan pada waktu itu pada saat terjadi bencana tsunami di Aceh tahun 2004.

“Pada saat bencana Seroja baru-baru, saya masih menjabat Danyonif 743 di Kupang, kebetulan anak buah saya ada dua kompi di Malaka. Malaka adalah salah satu tempat korban bencana Seroja yang paling parah saya rasa, merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya pribadi,  karena di Aceh itu tidak berarti hanya 1 hari itu saja rentetan gempa itu berulang-ulang kali” jelasnya.

Dandim 1629/SBD menjelaskan bahwa bicara tentang bahaya bencana alam atau gempa bumi, agar kita tidak boleh panik ketika bencana atau gempa datang.  Jika kita sudah memiliki pengetahuan dan ilmu untuk penanggulangan bencana,  itu sangat penting diterapkan sedini mungkin,  tentu saja sesuai dengan kapasitasnya,  kalau bisanya lari-lari saja bisa,  atau menyelamatkan sendiri dulu ke tempat yang aman.

Baca Juga :   Panitia Penyelenggara MPH-MPL PGI Bantah Berita Suara Jarmas

BPBD mulai dari awal kita tahap mitigasi atau sebelum bencana kemudian tanggap bencana sampai dengan pasca bencana dan itu dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah,  kegiatan-kegiatan ini tentu bertahap,  bertingkat dan berlanjut.

Pantauan media kegiatan pelatihan pencegahan mitigasi bencana sosial ini mendapat respon luar biasa dari guru-guru maupun para siswa yang mengikutinya dengan seksama. Hingga berita ini diturunkan kegiatan pelatihan masih berlanjut dimana Dandim 1629/SBD memberikan materi dan cara-cara pencegahan yang mudah dipahami oleh para siswa SMP Negeri 4 Loura. *** (Octa/002-21),-