D Dama Sambangi Perguruan Yayasan Sumber Kasih

Tambolaka-SJ……. Anggota DPRD Provinsi NTT asal PPP, Dominggus Dama, S. ST. MT., sambangi Yayasan Sumber Kasi di Desa Bondo Boghila Kecamatan Loura Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Rabu (6/10/2021).

D Dama anggota DPRD NTT saat berkunjung ke Bondo Boghila


Kunjungan D Dama sapaan akrab anggota DPRD ini dalam rangka memenuhi undangan Yayasan berserta tokoh masyarakat, tokoh pendidikan di Bondo Boghila.
Hadir dalam pertemuan kepala desa terpilih Bondo Boghila, Loko Kalada dan perwakilan dari pemerintah Desa Letekonda Selatan.
Lodowikus Umbu Lodongo ketua dewan pembina Yayasan Sumber Kasih kepada media ini mengatakan pihaknya merasa membutuhkan kehadiran anggota DPRD NTT untuk melihat langsung apa yang menjadi permasalahan di wilayahnya.


Ketua Yayasan Pendidikan Sumber Kasih SMP Sinar Harapan Bondo Boghila Avelinus Ngor Banto dalam sambutan pembukanya mengatakan kondisi pendidikan di Bondo Boghila masih membutuhkan perhatian Pemerintah dan pihak-pihak lainnya untuk meningkatkan bidang pendidikan.
“SMP masih baru berdiri beberapa tahun lalu, belum mempunyai gedung sendiri, SMK yang bernaung dari Yayasan Kasimo, membutuhkan dukungan pengadaan air bersih dan akses jalan menuju sekolah” ungkapnya.


Dirinya menjelaskan sumber air di Bondo Boghila banyak, tetapi masih membutuhkan sarana untuk menaikan ke atas, karena berada di daerah yang sulit dijangkau oleh masyarakat.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Komite SMK Bondo Boghila Yohanes Seingo Pote. Dirinya yang sudah pernah bertemu D Dama mengatakan ini merupakan pertemuan kedua secara dekat.
“Dalam pertemuan pertama bapak D Dama susah berjanji akan datang berkunjung kesini, dan hari ini menjadi kenyataan D Dama datang berkunjung kesini” ungkapnya harus.
Dirinya mengharapkan adanya perhatian pak D Dama yang menyangkut kebutuhan dalam bidang pendidikan di Bondo Boghila.
“Kami juga butuh perhatian untuk kesejahteraan guru-guru, sekolah kami disini butuh komputer dan program pengeboran air” tuturnya.
Sedangkan Ketua Komite SMP, Paulus P. Lede dari desa Loko Kalada, menjelaskan permasalahan yang dialami di SMP adalah kekurangan ruangan belajar, kekurangan guru, karena yang ada guru honor dana BOS.
Selain itu, di desa Bondo Boghila mempunyai Kelompok Tani tetapi masih membutuhkan alat-alat pertanian, karena masih sangat terbatas di Bondo Boghila sehingga masyarakat kesulitan dalam mengolah lahannya.

Baca Juga :   SBD BELUM BERLAKUKAN PSBB


D Dama dalam sambutannya memperkenalkan diri dan berjanji akan memperjuangkan di lembaga Legislatif.
Dirinya menjelaskan bahwa PPP hanya mempunyai 1 orang anggota DPRD asal Sumba dan NTT umumnya.
“Semua masukan-masukan sudah kami catat dan akan memperjuangkan di DPR” katanya.
Dirinya juga minta agar masukan-masukan tadi diusulkan oleh pemerintah Desa, sehingga bisa secara resmi melalui perencanaan pembangunan di NTT.
Hingga berita diturunkan D Dama masih berdialog dengan para tokoh pendidikan dan tokoh masyarakat serta pengurus Yayasan, Komita dan guru-guru. *** (Octa/002-21)