
Kodi-SJ ………….. Dominggus Dama, S.ST.MT., Anggota DPRD Provinsi asal PPP melakukan reses di Desa Bukambero Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang disambut antusias oleh warga Bukambero dan 7 desa lainnya desa Magholinyo, Hameli Ate, Wewela, Kenduwela, Bila Cenge, Kadu Eta dan Mangganipi.
Bertempat di kediaman kepala desa Paksius Pati Lere Sabtu (14/12/19) D’Dama sapaan akrab anggota DPR Provinsi ini menyerap Aspirasi lewat Jaring Aspirasi Masyarakat (Jaring Asmara) dengan masyarakat dan pemerintah 8 desa yang sudah menantinya sejak pagi. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh kepala Desa Bukambero.
Dalam sambutannya Paksius Pati Lere menyampaikan banyak persoalan terkait isu kesehatan dengan persoalan stunting tubuh, stunting otak, gizi buruk, sarana ibadah, pendidikan, penerangan, jalan di kampung situs yang merupakan masalah mendasar di desanya, dan moment ini adalah moment yang luar biasa karena ada anggota dewan provinsi bisa datang langsung, mau mendengar dan melihat langsung kondisi ditingkat bawah di desa Bukambero. Kehadiran legislator PPP di Desa Bukambero merupakan bagian dari komitmen sebagai wakil rakyat yang dipilih, untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak dasar masyarakat.

“Kami bersyukur ada Anggota Dewan Provinsi yang mau datang ke sini untuk melihat dan mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat selama ini, dan juga kami berpikir setelah kami pilih tidak ingat lagi, dan kesempatan ini jarang terjadi, dan kami bebas menyampaikan apa yang menjadi aspirasi kami,”ungkap Efi Bore tokoh Perempuan Bukambero.
Dalam pemaparannya D’ Dama mengatakan jemput bola merupakan wujud dari konsistensi serta komitmennya untuk memperjuangkan kelompok Ole Milla Ole Dengo dengan mendatangi langsung bukan saja di kelompok konstituen saja tetapi semua kelompok tanpa membedakan kelompok pendukung atau bukan.
“Kehadiran saya disini ditengah tengah bapa mama sebagai keluarga karena saya sudah dipercaya dan dipilih, D’ Damma sekarang ini milik kita bersama dalam memperjuangkan apa yang manjadi hak-hak dasar Ole Milla Ole Dengo yang selama ini diabaikan” ungkapnya.
Lebih lanjut D’ Dama mengatakan dirinya adalah milik semua masyarakat bukan saja yang dukung tetapi juga yang tidak mendukung. Hari ini mari kita lupakan semua perbedaan yang pernah terjadi, hilangkan semua prasangka buruk dihati kita tapi mari kita secara bersama-sama saling mendukung dan berjuang demi dan untuk daerah ini lebih baik dan maju.

“Dan tidak lupa pula mari kita dukung pemerintah terpilih pasangan dr. Kornelius Kodi Mete dan Marthen Christian Taka, S.IP” tegasnya.
Dalam kesempatan ini juga D’Damma memberikan edukasi politik kepada warga yang selama ini belum memahami apa itu Reses serta apa tujuan dan manfaatnya bagi Pemerintah desa dan Masyarakat, yang selama ini masih ada anggapan bahwa reses adalah masa istirahat dewan untuk turun ke konstituennya atau kepada pendukung-pendukungnya saja.
Momen reses merupakan momen legalitas legislasi dan legalitas hukum yang sah untuk diperjuangkan dalam menjaring aspirasi masyarakat, dan masyarakat bebas berkeluh kesah dalam menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan yang akan berdampak positif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat untuk mencapai kesejahteraan dan sangat disayangkan jika Pemerintah desa dan Masyarakat tidak memanfaatkan moment ini, hasil ini juga yang nantinya yang akan dibahas saat rapat dan sidang-sidang dewan yang bisa dimasukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS).
Dalam kesempatan ini juga D’ Dama berkelakar tentang 2 tipe DPRD dimana ada DPRD mau Kaya dan DPRD mau miskin bahwa kalau dewan yang mau kaya dia tidak peduli lagi apa yang menjadi kebutuhan rakyatnya dia hanya sibuk mengurus kebutuhan pribadinya sedangkan DPRD mau miskin adalah DPRD yang siap waktu, pikiran dan tenaganya dicurahkan untuk memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan hak hak dasar masyarakat agar bisa sejahtera.
Lebih lanjut D’ Dama menyampaikan bahwa beberapa hal yang menjadi kewenangan Provinsi yang diantaranya adalah pembangunan jalan perbatasan Sumba Barat ke Kodi, Totok, Karuni, SMA, Pariwisata dan Rumah Layak Huni.
Dipantau oleh media ini proses kegiatan reses berjalan dengan lancar dan tertib serta masyarakat merasa puas menyampaikan apa yang menjadi problem di desa baik secara ekonomi maupun sosial. Dalam proses jaring asmara D’ Dama ini warga banyak keluhkan hal yang sama seperti Penerangan, Sarana Air Bersih, Jalan kampung situs, Layanan BPJS, Pengairan (embung), Sarana Prasarana Sekolah dan Rumah Layak Huni bagi keluarga miskin dan penguasaan atas lahan yang dibiarkan tidak dikembangkan terutama lahan dipinggiran pantai, dan secara umum warga masyarakat berharap adanya pemekaran kabupaten.
“Kami berharap bapak Anggota Dewan bisa bantu menyampaikan ke Bupati terkait pemekaran wilayah Bukambero,” ungkap Paksius Pati Lere.***
Liputan: Abdul Haris,-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
