BUPATI SBD SAMPAIKAN REALISASI SEMESTER 1 APBD DALAM RAPAT PARIPURNA DENGAN DPRD

Tambolaka-SJ……….. Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kornelius Kodi Mete sampaikan laporan semester I Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 dalamsidang paripurna dengan DPRD SBD, Senin (23/8/2021).

Dalam penyampaiannya, Bupati Kornelius menjelaskan dalam semester I TA 2021 ini, APBD mengalami dua kali pergeseran yaitu pada 1 April 2021  yang ditetapkan dengan Perbub No. 15 Tahun 2021.

Pergeseran ini dilakukan karena menyesuaikan penurunan pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar 3,66%. Selain itu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan yang mewajibkan setiap daerah melakukan refocusing anggaran sebesar 8% yang diperuntukan untuk penangananan pandemic COVID-19;  Penyesuian DAK hasil DESK; penyesuian gaji pada sekretraiat daerah dan alokasi anggaran dukungan pengamanan Pilkades serentak tahun 2021.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete

Pergeseran kedua pada tanggal 15 Juni 2021 yang ditetapkan berdasakan Perbub No 21 tahun 2021, dengan alasan penambahan anggaran pengamanan Pilkades 2021 dan penyesuaian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOD) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Perbup No 21 tahun 2021 tersebut, target pendapatan ditetapkan sebesar Rp.1.029.667.839.813,- dan target belanja ditetapkan sebesar Rp.1.113.054.949.475 dengan deficit sebesar Rp.83.387.109.662,-

Realisasi pendapatan pada tahun ini sebesar 37,09% sedangkan realisasi belanja mencapai 20,84%. Dalam kaitan ini harus diakui bahwa idealnya pencapaiana realisasi belanja pada semester I mencapai 50%, namun beberapa kendala yang dialami pemerintah mengakibatkan realisasi belanja belum sesuai target yang diharapkan.

Menurut Kornelius penyebab belum tercapainya target tersebut adalah bencana pandemic COVID-19 yang dilanjutkan dengan beberapa kali Pembverlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengakibatkan pemerintah pusat dan daerah masih belum dapat melaksanakan seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan.

Baca Juga :   RTRW, DASAR PEMBANGUNAN BERBASIS PERENCANAAN

Realisasi belanja selama semester I lebih banyak dialokasikan untuk kegiatan yang bersifat operasional dalam rangka menunjang kelancarana pelaksanaan tugas pokok dan fungsi OPD-OPD.Regulasi terkait perikatan kerja pengadaan barang/jasa turut mengalami perubahan akibat pandemic COVID0-19, akibatnya pencapaian target realisasi belanja modal tidak maksimal.

Ketua DPRD SBD, Rudolf Radu Holo yang ditemui media usai sidang paripurna mengatakan agenda dalam rapat paripurna kedua tahun ini adalah mendengar pemerintah menyampaikan pengantarnya, LKPJ 2020 realisasi semester I dan pertanggung jawaban bupati tahun 2020.

Kata Budi, kita sudah mendengarkan Pemeirntah Daerah menyampaikan pertanggungjawaban LKPJ tahun 2020, nah, masalah dalam pembahasan bahwa ada kritik, usul, saran itukan menjadi sebuah catatan, sebuah kritik saran, sebuah rekomendasi yang nantinya disampaikan oleh lembaga ke pemerintah daerah dalam rangkah untuk memperbaiki kinerja tahun berikut” ungkapnya.

“Rapat paripurna ini akan dilanjutkan dengan dapat komisi-komisi di badan anggaran (Banggar) selama 1 minggu ini, dan diharapkan akan membahas jika ada yang salah atau keliru. Saya pikir itu yang kita perbaiki dan menjadi sebuah rekomendasi” ungkapnya.

Rapat Peripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD SBD, yang dihadiri oleh semua pimpinan DPRD, pimpinan Fraksi, serta dari Pemda SBD dihadiri langsung Bupati dan Wakil Bupati SBD, Plt. Sekda serta seluruh pimpinan maisng-masing OPD. *** (Octa/002-21),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.