Ansel Kondo Klarifikasi Masalah Pembunuhan di Desa Mata Kapore

by -1,594 views

Tambolaka-SJ………….. Pengacara  Anselmus Danga Ate Kondo SH.,MH., mengklarifikasi masalah pertikaian di desa Mata Kapore Kecamatan Kodi Bangedo Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur yang menyebabkan adanya korban meninggal dunia pada Jumat Sore 11 Juni 2021 kemarin.

Kejadian yang dimuat di suarajarmas.com dengan judul berita Panasnya Persaingan Pilkades Memakan Korban Jiwa dibantah oleh Ansel. Konflik yang terjadi sebenarnya bukan karena persaingan calon-calon kepala desa yangakan ikut Pilkades 30 Juni mendatang.

Kata Ansel, latar belakang kejadian yang sebenarnya adalah dendam karena sebelumnya ada penganiayaan yang dilakukan oleh Dominikus Kalumbang Watu (DKW) 4 hari yang lalu terhadap ibu Margaretha Rangga Bela dari dusun Propeiyo desa Mata Kapore.

“Kasus ini sudah dilaporkan di Polsek Kodi Bangedo, dan sampai saat ini pelaku DKW masih buron” ungkap Ansel via telepon.

Lebih lanjut Ansel Kondo menjelaskan setelah beberapa hari berlangsung  kemarin (Jumat 11/6)  ternyata pelaku penganiayaan tersebut ada ikut pertemuan salah satu calon kepala desa Okta Holoto, setelah kembali dari pertemuan dengan rombongannya  dari arah Bondo Kodi menuju Rara mereka melewati rumah mantan kepala desa Daud Horo yang berdekatan dengan gereja dan pastori GKS Mata Kapore. Sedangkan di rumah mantan kepala desa Daud Horo juga ada Jaha Mede (suami dari Margareta Rangga Bela korban pemukulan DKW) dan beberapa orang lain termasuk ibu-ibu yang sedang memasak, karena Daud Horo juga adalah calon kepala desa yang ikut bertarung pada 30 Juni, sehingga pasti akan kumpul-kumpul keluarga atau pendukung.

“Jaha Mede emosi karena melihat rombongan DKW di jalan, apalagi DKW ronggeng dan pukul-pukul dada, sehingga disitulah terjadi adu mulut dan saling lempar batu, lempar batu besi  yang menyebabkan ada beberapa korban yang terkena lemparan batu yaitu ibu Dorkas Dengi Walu dan Jaha Mere suami dari korban Margreta yang berada di rumah Daud Horo” jelasnya.

Sebaliknya dari rombongan Dominikus ada dua orang juga yang kena lempar batu yaitu Yosep dan satu lagi korban yang sampai meninggal dunia. Sedangkan Pendeta Nandus yang kebetulan ada disitu dan berusaha melerai begitu keluar rumah langsung terkena batu.

“Jadi murni kejadian kemarin bukan karena pendukung calon kepala desa yang bertarung melainkan masalah dendam karena adanya penganiayaan. Mungkin masyarakat setempat yang menceritakan bahwa ini karena pendukung calon Pilkades. Calon-calon Pilkades di Mata Kapore hubungannya baik-baik saja” kata Ansel.

Menurut Ansel saat ini masalah pertikaian di Mata Kapore sudah ditangani oleh Polsek Kodi Bangedo, dan semantara ini sudah satu orang yang ditahan yaitu Dara Holo saudara dari Margaretha Rangga Bela.

Hingga berita ini diturunkan suara jarmas belum bisa menghubungi pihak Polsek Kodi Bangedo maupun pihak-pihak lain yang berkompeten karena susahnya sinyal telepon di Mata Kapore. *** (Octa/002-21),-