Malaka-SJ………. Suku Umalulik (Rumah Pemali) Niba-niba yang terletak di Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, meggelar ritual adat pada Selasa (28/9/2021).

Ritual adat tersebut sebagai tradisi yang ditinggalkan oleh para leluhur yang kini masih dilestarikan oleh anak dan cucu sebagai salah satu tradisi wajib yang terus dikembangkan.
Terpantau oleh Suarajarmas.com semua para anggota suku Niba-niba yang terletak di desa Builaran itu menggunakan tais sui mane (pakaian adat tenun laki-lai) dan tais sui feto (pakaian adat kain tenun perempuan) yang menghasilkan motif bervariasi yang indah dipandang dengan diiringi tarian bibiliku (tarian likurai), tala lian (bunyi gong) dan tarian (bidu).
Makoan Liurai Malaka ke-10 Fransiskus Taek Larasi saat dikonfirmasi media menyampaikan, kegiatan ritual adat dilakuan karena ada perkerjaan rumah suku Niba niba yang baru saja diselesaikan. Atap rumah adat Niba-niba dimulai sejak hari Senin (27/9/21) dan baru diselesaikan pada hari Selasa (28/9/21).

Dikatakan Makoan Liurai ke X itu bahwa kegiatan ritual adat tersebut benar-benar sakral.
“Semua barang barang pemali seperti batar kakuluk (jagung pemali) Surik lulik (pedang pemali) Bai Laok Buti Neken niakan kabir (Nenek moyang Buti Neken punya tempat siri pinang) dan matabian siak hotu-hitu niakan buat lulik (semua barang-barang Pemali milik para nenek moyang) disimpan di rumah adat Niba-niba” Ungkap Fransiskus.
Pantauan media, kegiatan ritual adat ini berjalan sesuai dengan protokol Corona Virus Desiase 2019 (COVID-19). *** (Viki/017-21),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
