ANGGOTA DPRD PARTAI NASDEM KRITISI MEDIA DI SBD

Tambolaka-SJ………….. Anggota DPRD dari Partai Nasdem Yohanes Routa Geli kritisi media di Sumba Barat Daya (SBD) karena pemberitannya tidak memihak pada masyarakat kecil. Ada wartawan yang dalam pemberitaannya bukan memihak masyarakat sebagai penerima layanan publik tetapi malah memihak banda-badan publik.

Anggota DPRD Partai Nasdem Yohanes Routa Geli saat bincang-bincang dengan awak media

Yohanes Routa Geli yang merasa prihatin dengan masalah tersebut mengundang wartawan untuk melakukan diskusi dan tukar pendapat tentang bagaimana sebenarnya pers memberitakan hal-hal yang bisa mengangkat keluhan-keluhan masyarakat kecil untuk diketahui oleh badan-badan publik dan pelayanan oleh badan publik yang tidak lagi memihak masyarakat.

“Saya orang yang sangat suka membaca berita baik cetak maupun online, tetapi kalau hanya berita seremonial saya cepat bosan. Media juga harus tanggap apa yang terjadi di masyarakat umum tentang pelayanan-pelayanan oleh badan publik” ungkapnya di cafe Dapur Sumba, Tambolaka   Kamis, (5/12/19).

Yonis sapaan akrab anggota DPRD asal dapil Loura Kota ini mengatakan seharusnya media tanggap akan hal-hal yang merugikan  masyarakat diantaranya konsistensi pemberian upah minimum oleh pihak swasta bagi pekerja-pekerjanya.

Berpose bersama awak media dan Kominfo SBD

“Tenaga kerja swasta yang ada di SBD tidak memiliki kontrak kerja, sehingga jika pemilik perusahaan merasa bosan dan tidak suka lagi dengan seenaknya tinggal memecat karyawan atau tenaga kerja tersebut” tuturnya.

Lebih lanjut Yonis menjelaskan seharusnya ada perhatian dari Pemda untuk melihat hal tersebut serta memberi teguran pada perusahaan swasta tersebut, Pemda harus menegaskan upah yang diterima oleh tenaga kerja tersebut sesuai dengan standar upah minimum yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

Dirinya juga mempertanyakan Corporate Social Responsibility (CSR) tanggung jawab sosial perusahaan yang seharusnya bisa digunakan untuk memberdayakan masyarakat.

Baca Juga :   Berbagi Kasih di Desa Kambata Tana

“Saya mengkritisi ini karena menyangkut masyarakat kecil yang ada di SBD. Mari secara bersama-sama kita saling bahu membahu untuk membangun kabupaten SBD ini menuju Loda Wee Maringi, Pada Wee Malala” imbuhnya.

Banyak hal yang dilihat oleh anggota DPRD Yonis pada badan publik seperti Sosialisasi oleh Polantas dalam menegakan aturan dalam berlalu lintas yang benar. Dirinya berharap jangan membiasakan masyarakat pelanggar lalulintas ditilang dengan langsung menagan motornya, bukan surat-surat yang ditilang agar masyarakat tersebut mengikuti proses sidang lalu membayar denda.

“Ini akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar patuh pada lalu lintas, kalau langsung motornya ditahan ya dia akan ambil jalan pintas untuk menebus kendaraannya tetapi tidak melengkapi surat-surat kendaraannya atau menaati peraturan lalu lintas didalam berkendaraan dengan benar” katanya lagi.

Dilain pihak dirinya masih bicara banyak masalah BBM bersubsidi dan non subsidi apakah benar memihak masyarakat, serta kehadiran sekolah pariwisata SHF yang dirasanya tidak memberikan dampak bagi masyarakat sekitarnya di wilayah Loura.

“Oleh karena itu untuk kawan-kawan media yang ada di SBD, lebih khusus lagi media-media lokal agar seharusnya mengangkat   dan mempubllikasikan berita-berita seperti ini, sehingga mempunyai dampak bagi masyarakat bagi SBD secara umum” pintanya.

Dirinya berharap media harus berani mengangkat  berita-berita tersebut, sehingga Pemerintah bisa mengatahui apa yang sebenarnya terjadi, dan DPRD SBD akan siap mendukung apabila berita yang dinaikan sesuai dengan fakta yang terjadi disertai data-data dan bukti yang jelas.

“Wartawan juga harus profesional, harus sesuai dengan kode etik pers serta wartawan jangan mempergunakan kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan melupakan fungsi pers sebagai alat kontrol  yang independen” tutupnya mengakhiri bincang-bincangnya dengan awak media dari Suara Jarmas dan Sumba Pasola. *****

Baca Juga :   Sekda Sumba Tengah Launching Armada Penyaluran Bansos Pangan

Liputan: Emil Buga,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!