
Kodi-SJ…….. Pelaksanaan Musrenbangcam Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Senin (9/3/20) dihadiri oleh 300an orang lebih diantaranya Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete yang sekaligus membuka pelaksanaan Musrenbangcam, Ketua DPRD SBD Rudolf Radu Holo beserta anggota DPRD Dapil 5 Kodi Utara, Kapolsek Kodi Utara Ipda Andreas R Kaka, Koramil 1629/02 SBD Kapten Tohir Y R, Pimpinan PLN Ranting Sumba Jaya Zery beserta staf, pimpinan-pimpinan OPD dan sfat, para kepala desa beserta aparatnya, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan stakeholder lainnya.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan Musrenbangcam yang diselenggarakan selama 2 hari, Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete bertekad ditahun 2024 nanti semua rumah tangga bercahaya, terpenuhi kebutuhan air bersih, berkecuupan pangan, aman dan tentram, cerdas, sehat dan Sumba yang terindah ini sampai di kampung-kampung.

“ADD dan DD adalah modal kita yang harus direncanakan dengan bagus, Kecamatan Kodi Utarra luasnya 1/4 dari luas kabupaten SBD harus bisa mengelola dana-dana di desa untuk kesejahteraan masyarakat” ungkapnya.
Lebih lanjut dr. Nelis bertanya masih adakah lahan tidur disana, lahan yang belum dikelola oleh masyarakat ? Pada jaman sekarang ini yang menjadi tantangan pemerintah adalah manusia yang terus bertambah tetapi lahan tidak pernah bertambah.

“Masalah boleh ada, tetapi jangan sampai tidak mendukung program 7 Jembatan Emas. Bagaimana manusia didewasakan untuk melihat potensi laut yang ada, baik kekayaan lautnya mapun keindahan alam dan pantai pasir putihnya” tutur Bupati Nelis lebih lanjut.
Dalam kesempatan itu juga Bupati Nelis juga mendorong pemerintah desa untuk terus mengolah lahan pertaniannya misalnya jambu mente, pisang, jagung dan lain sebagainya sehingga tidak perlu ada lahan tidur karena pada dasarnya tanah yang ada di SBD adalah tanah yang subur.
Terkait desa pintar, Bupati Nelis mengatakan SBD masih sangat kekurangan guru-guru, oleh karena itu dirinya berencana pada tahun 2020 ini akan mengangkat tenaga guru kontrak sebanyak 2100 orang guru. 2-3 hari kedepan akan dikeluarkan SK Guru Kontrak.

“Jika DPRD menyetujui kita akan angkat tenaga kontrak guru yang sarjana sebanyak 2000 lebih jika DPRD SBD menyetujuinya, ini menjadi tugas DPRD untuk mewujudkan desa pintar sekaligus mengurangi sarjana-sarjana yang masih nganggur” katanya lagi.
Dalam kesempatan yang sama Bupati Nelis juga mengucapkan terima kasih pada pimpinan PLN Ranting Sumba Jaya yang juga hadir untuk memberikan sosialisasi pemasangan jaringan listrik di Kodi Utara. Dengan adanya dukungan PLN maka target desa bercahaya akan segera terwujud.
Untuk desa sehat, bupati Nelis juga menantang para kepala desa agar harus bisa merancang agar anak-anak menjadi sehat. Tahun 2024 tidak boleh lagi ada masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni dan buang air besar sembarangan (BABS).

“Kita harus bersama-sama dengan Dinas Kesehatan mewujudkan desa sehat. Desa harus memberi perhatian pada masyarakat karena dana cukup besar. Kepala desa tidak boleh takut tidak mendapat untung, fee tetap ada untuk kepala desa” pungkasnya.
Camat Kodi Utara Yeremia Tanggu, S.Sos yang dihubungi media di sela-sela pelaksanaan Musrenbangcam mengatakan strategi yang ditempuh pemerintah kecamatan untuk menyukseskan program 7 jembatan emas dengan perencanaan yang partisipatif.

“Perencanaan partisipatif dalam 7 jembatan emas ini harus melibatkan semua stake holder yang ada, terutama mereka-mereka yang merasa punya kewenangan didalam desa, yang tidak bisa kita lupakan juga keterlibatan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam hal-hal kecil ditingkat RT, RW maupun dusun. Berikutnya 7 jembatan emas juga butuh kenyamanan sehingga kita siapkan trantibnya untuk orang bekerja dengan nyaman” ungkap Yere.
Lebih lanjut Yere juga menghimbau para kepala desa agar menggunakan dana desa dengan posisi yang pas, yang betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat yang dikategorikan sangat miskin. Dan juga harus bisa bekerja sama dengan pihak-pihak yang bisa membantu desa serta mempertanggung jawabkan kegiatan yang dinilai sejauh mana desa itu mengalami peningkatan dalam hal kesejahteraan rakyat.

“Hal-hal krusial sudah masuk dalam 7 Jembatan Emas dan itulah hal-hal wajib yang harus dilaksanakan di desa sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada bahkan tanpa anggaran dengan kreasi-kreasi pemikiran yang lain” tutupnya. *****
Liputan: Octa Dapa Talu,-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
