YATUTIM BERBENAH UNTUK TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN

Suarajarmas.com – Masa sulit sedang dihadapi oleh Bangsa dan Negara Republik Indonesia sejak tahun 2019, dengan masuknya wabah COVID-19 yang melanda dunia yang sangat berdampak hingga ke pelosok negeri termasuk Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur. Pemerintah mau tidak mau harus fokus pada penanganan COVID-19, sehingga sebagian besar alokasi dana dianggarkan untuk kesehatan dan penanggulangan bencana.

Pelayanan dalam bidang pendidikan menjadi menurun, sekolah-sekolah harus menyelenggarakan proses KBM secara virtual, dan praktis pada tahun 2020-2021 kegiatan KBM terhenti untuk sementara waktu. Siswa-siswi harus belajar dari rumah, guru-guru memandu melalui sarana komunikasi telepon dan internet.

Setelah melewati masa-masa sulit penanganan COVID-19, Kabupaten SBD kembali menghadapi masalah stunting, serangan hama belalang dan virus ASF yang makin memperparah perekonomian masyarakat, praktis masalah pendidikan menjadi kurang perhatian dan terabaikan. Menghadapi masalah ini, sekolah-sekolah harus mampu berkreasi dan memberikan pelayanan pendidikan guna tetap memberikan layanan optimal bagi murid-muridnya agar tidak tertinggal dalam bidang pendidikan.

Pimpinan Yayasan Tunas Timur (YATUTIM), Dr. Soleman Lende Dapa saat bincang-bincang dengan suarajarmas.com, Kamis (23/2/2023) di Tambolaka. YATUTIM sebagai yayasan swasta dalam bidang pendidikan tetap berupaya memberikan pelayanan yang maksimal bagi para siswa-siswi sekolah YATUTIM baik dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK.

SLD sapaan akrab Keua YATUTIM ini mengatakan memaklumi akan situasi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini, khususnya SBD. People Power (kekuatan rakyat) merupakan salah satu kekuatan untuk terus mendukung dan meningkatkan kualitas pendidikan di SBD.

SLD mengatakan, solusi dalam menghadapi tantangan peningkatan kualitas pendidikan di masa sulit seperti saat ini adalah people power, kita tidak bisa mengandalkan kekuatan pemerintah saja dalam masa-masa sulit sepeti saat ini. Kekuatan rakyat  dimaksud adalah peranan semua stake holder yang ada baik masyarakat, Yayasan, penyelenggara  pendidikan dsb.

Baca Juga :   Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan di Sumba Timur

“Kekuatan rakyat ini kalau dimanfaatkan dengan baik, maka ini menjadi titik awal   untuk mengatasi kemajuan wilayah di SBD. pendidikan wilayah di SBD, terisitimewa di sini adalah peranan yang ada di masyarakat baik itu Yayasan, (Yapnusda, Yapmas, Yatutim) Komite Sekolah, penyelenggara pendidikan, dsbnya” ungkap SLD.

Lebih lanjut SLD mengatakan, keterlibatan masyarakat ini harus diberi apresiasi, ketika pemerintah hadir maka masyarakat pasti hadir. Peranan pemerintah belum maksimal untuk mengumpulkan kekuatan-kekuatan ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SBD.

SLD menjelaskan bagi YATUTIM, kekuatan rakyat mempunyai peran penting dalam pengembangan pendidikan di SBD. Ini dibuktikan dengan mayarakat rela memberikan lahannya untuk pembangunan sekolah dan terlibat langsung dalam meningkatkan pendidikan. Walaupun masih banyak kendala yang dihadapi, secara perlahan  YATUTIM akan terus berupaya untuk merealisasikan visi misi YATUTIM dan keinginan masyarakat untuk menjadikan sekolah-sekolah YATUTIM terbaik di daerahnya masing-masing.

Hingga saat ini YATUTIM sudah memiliki 62 sekolah yang sudah memiliki izin resmi, sedangkan 10 sekolah yang lain masih dalam proses membereskan izin operasionalnya. Sekolah-sekolah ini mendapat dukungan penuh masyarakat dan stake holder lainnya.

SLD menjelaskan, selama 7 tahun terakhir  untuk pengendalian mutu, sekolah diberi wewenang penuh merencanakan dan mengelolah. Yayasan hanya memberi pemantapan-pemantapan untuk peningkatan mutu,  tetapi di tahun 2023 ini YATUTIM sudah mengambil alih dengan menyusun program untuk 8 tahun ke depan, periode 2023-2030.

Adapun program tersebut fokus pada manajemen pendidikan (guru, tata usaha dan Kepsek), penguatan kapasitas komite, melengkapi sarana prasarananya,  akreditasi sekolah yang mengarah pada sertifikasi tanah-tanah sekolah,  Unit Produksi Sekolah (program kewirausahaan yang dikembangkan di sekolah), pendidikan penyetaraan (guru-guru akan dikirm untuk mendapatkan pendidikan tambahan baik S1, S2 maupun S3).

Baca Juga :   Etika Dalam Pemotretan Harus Dijaga

“YATUTIM mengambil kebijakan ini untuk memastikan dan mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan. Jumlah sekolah di YATUTIM ada 72 dan jumlah tenaga pengajar mberjumlah 1.000 orang” tutur Dr. SLD.

Dirinya juga memberi apresiasi pada Pemerintah Provinsi  NTT mellaui Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat yang sudah memberi perhatian pada SMA/SMK yang ada di YATUTIM. Pada tanggal  23 Oktober 2022 Gubernur NTT mengikuti seminar YATUTIM yang dihadiri oleh kurang lebih 10.000 orang, dan juga memberikan bantuan 500 juta untuk mengembangkan pendidikan guru-guru YATUTIM.

“Dukungan Gubernur NTT ini kami fokus menggunakan untuk peningkatan kualitas tenaga pengajar, dimana kami mengirim guru-guru untuk mengambil jenjang pendidikan S1, S2 dan S3. Saat ini ada 1 orang guru YATUTIM yang mengikuti studi untuk mengambil gelar S3” jelasnya.

SLD mengajak semua pihak agar bersama-sama mendukung pendidikan yang ada di SBD, tidak hanya bergantung pada Pemerintah melalui dana APBN dan APBD, tetapi kekuatan rakyat dan semua pihak juga mendukung peningkatan pelayanan pendidikan.

“”Walaupun ada banyak kritikan yang masuk di YATUTIM, kami merasa itu merupakan masukan berharga dan motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan menggalang kekuatan-kekuatan lain di luar pemerintah untuk membangun pendidikan di Sumba” pungkasnya.*** (Octa/002-23).-