Clementinus Amaral, Tidak Ada Instruksi Pungut Dana BSM

by -71 views
Kepsek SDK Kada, Clementino Amaral, S.Pd

Malaka-SJ…… Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kada, Clementino Amaral, S.Pd, ketika ditemui media Selasa, (21/7/20), menerangkan bahwa, informasi terkait pungutan yang dilakukan oleh operator sekolah atas nama Toni Baunsele itu bukan atas intruksi dari Kepsek atau pihak sekolah baik secara tertulis ataupun lisan.

Dari hasil konfirmasi, Clementino menerangkan sejak dirinya dilantik menjadi Kepala SDK Kada, tidak pernah mengeluarkan intruksi berkaitan dengan tagihan uang dalam bentuk apapun secara lisan maupun tertulis.

“Saya tidak pernah perintahkan guru-guru maupun operator untuk pungut uang dari orang tua siswa. Apa lagi uang Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang diberikan kepada siswa, dan semua prosesnya itu berurusan dengan BRI” ungkapnya.

Dalam penyampaiannya, kepsek SDK Kada menerangkan, terkait pungutan yang dilakukan oleh operator sekolah yang disampaikan orang tua siswa kepada wartawan, saya sama sekali tidak tahu. Saya sudah panggil Toni (Operator) dan tanya terkait pungutan ini. Toni mengatakan bahwa itu bukan pungutan, tetapi sukarela dari para orang tua untuk dirinya (Toni).

“Sekali lagi saya katakan, tidak ada intruksi dari saya dan kami sudah dipanggil Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (PKPO) kemarin (Senin, 20/07) untuk klarifikasi terkait masalah ini” ketus Clemen.

Lebih lanjut kata Clemen, dirinya telah memberikan “warning ”, kepada operator Toni untuk tidak melakukan hal-hal yang diluar tanggung jawabnya dan tidak mengulangi lagi hal yang sama yang merugikan banyak orang, apalagi yang berkaitan dengan sekolah karena ini sudah membuat nama sekolah tercoreng.

Sementara itu, pada hari Minggu (19/07) Operator Sekolah, Toni Baunsele saat ditemui mengatakan, apa yang disampaikan oleh orang tua siswa itu tidak benar, karena saya tidak pernah meminta atau menagih, apalagi menunggu orangtua siswa di Bank BRI saat pencairan BSM tersebut.

“Saya tidak pernah minta di orangtua siswa, apa lagi saya tunggu langsung di pintu Bank BRI seperti yang diberitakan itu tidak benar “, katanya.

Tambahnya, dirinya hadir disana hanya untuk mendampingi siswa dan orangtua untuk membantu mengurus pencairan dan saat itu orangtua siswa sodorkan uang tetapi dirinya menolak, sebab uang itu adalah haknya siswa.

“Saya menolak, bahkan mereka paksa untuk kasih. Tetapi saya menolak karena nanti dinilai orang lain saya pungut uang dari orangtua siswa. Jadi saya juga tidak tahu, karena atas inisiatif para orangtua siswa, mereka kumpul lalu kasih ke saya” jelasnya.

Secara terpisah, Sekretaris PKPO Kabupaten Malaka, Yohanes Bria Nahak, S.Sos ketika di konfirmasi lewat pesan WhatsApp pada hari Senin, 20 Juli 2020, terkait pungutan yang dilakukan operator sekolah, apakah atas intruksi dari Dinas PKPO, karena ini menjadi keluhan orangtua murid terkait BSM, dirinya mengatakan sementara panggil Kepsek.

“Kami dari dinas sementara memanggil kepsek untuk memintai keterangannya, terima kasih”, jawabnya singkat.

Untuk diketahui, BSM merupakan  bantuan bagi siswa miskin, per semester sebesar Rp. 225.000 atau Rp. 450.000 per tahun. *** (Viki).-